Corona virus atau biasa disebut Covid-19 merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus (Corona Virus). Wabah yang disebarkan oleh virus ini telah menjadi pandemi di dunia, tidak hanya di Indonesia saja. Kemudian apakah covid-19 merupakan wabah pandemi dunia yang disebabkan oleh virus pertama kali? Jawabannya adalah tidak. Bumi ini sudah pernah dilanda pandemi yang disebabkan oleh virus sebelumnya. Penyakit yang dibawa oleh virus, selain covid-19 sangat banyak, beberapa diantaranya adalah:
Cacar air
Penyakit cacar air disebabkan oleh virus chickenpox yang
menyerang sistem saraf. Kulit di atas saraf yang terinfeksi melepuh dalam
beberapa hari, mula-mula berisi cairan jernih, kemudian menjadi keruh dan
mengeras dalam 5 - 10 hari kemudian. Penyakit ini menyerang anak-anak dan orang
dewasa. Gejala yang ditunjukkan adalah demam dan terbentuknya
gelembung-gelembung kering pada kulit.
HIV / AIDS
Penyakit AIDS disebabkan oleh virus HIV (Human
Immunodeficiency Virus). HIV menyerang sel limfasit T4 yang merupakan sistem
pertahanan/imunitas yang sangat penting dalam tubuh manusia. Akibatnya
ketahanan tubuh menjadi lemah dan rentan terhadap serangan virus, bakteri,
jamur, protozoa, dan penyebab infeksi lain. Penyakit pneumonia yang disebabkan
oleh Pneumocystis carinii merupakan penyebab utama kematian orang yang terkena
infeksi HIV, penyebab yang lain adalah terjadinya kanker dan sarkoma.
AIDS ditularkan melalui hubungan seks, kontak langsung
dengan darah, jaringan, atau jarum suntik yang terkontaminasi HIV, dan
ditularkan dari ibu kepada anaknya selama kelahiran dan menyusui. Gejala virus
ini baru muncul lebih kurang 10 tahun setelah infeksi.
Ebola
Demam ebola disebabkan oleh virus ebola yang berbentuk
seperti benang panjang yang ujungnya melengkung. Virus ebola awalnya adalah
virus yang menyerang binatang (kera) di daerah tropis daratan Afrika. Virus
ebola disebarkan melalui cairan tubuh penderita yang masuk ke peredaran darah
orang yang sehat atau melalui jalur pencernaan. Belum ditemukan obat atau
vaksin yang efektif untuk mengendalikan virus ebola.
Wabah ebola beberapa kali melanda Afrika, yaitu tahun
1976 di Sudan menginfeksi 284 orang dan menewaskan 151 orang. Pada tahun 1995
wabah ebola melanda Kongo, ditemukan 318 kasus dengan 280 orang meninggal
dunia. Tiga dari empat orang yang terinfeksi virus ebola di Kongo meninggal
dunia. Pada tahun 2000 - 2001 wabah ebola menyerang Uganda menewaskan 224
orang. Pada tahun 2002 virus ebola kembali muncul di Gabon dan Kongo.
Rabies
Penyakit rabies disebabkan oleh virus rabies yang
menyerang anjing. Biasanya ditularkan ke manusia melalui gigitan. Gejala
penyakit muncul setelah periode inkubasi selama 10 hari sampai satu tahun
berupa demam, kesulitan bernapas, kontraksi otot yang tak terkendali, dan
gejala takut pada air. Biasanya diikuti dengan kematian antara 3 hari sampai 3
minggu setelah gejala muncul. Usaha yang dapat dilakukan adalah mencegah
perkembangan dan penularan virus dengan vaksin rabies.
Cacar / Variola
Penyakit cacar atau variola disebabkan oleh virus
smallpox. Penyakit cacar berakibat fatal dan sangat mudah ditularkan melalui
kontak tubuh dengan penderita. Setelah masa inkubasi selama 12 hari, muncul
gejala demam tinggi dan emosi kacau yang tampak seperti gejala keracunan. Tiga
atau empat hari kemudian gejala ini diikuti dengan munculnya ruam di wajah,
lengan, paha, telapak tangan, dan telapak kaki. Dalam enam sampai 10 hari ruam
berkembang menjadi radang. Pada daerah radang ini sangat mudah terjadi infeksi
sekunder oleh bakteri. Radang kemudian akan mengeras, biasanya meninggalkan
parut di kulit. Demam dan gejala keracunan mulai berkurang. Kematian biasanya
diakibatkan oleh infeksi pada jantung, hati, dan otak.
Pada tahun 1967 WHO mengeluarkan program vaksinasi untuk
melawan virus cacar, karena pada saat itu penyakit ini menyebabkan infeksi pada
10 – 15 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya, dengan 2 juta orang
diantaranya meninggal dunia. Pada tahun 1979 WHO menyatakan virus cacar telah
punah dari bumi dan merekomendasikan untuk menghentikan vaksinasi dan
menghancurkan stok virus di laboratorium. Pada saat ini sampel virus cacar
hanya ada di Amerika dan Rusia.
Polio
Penyakit polio disebabkan oleh virus poliomielitis. Virus
masuk ke dalam tubuh manusia melalui hidung dan mulut. Di dalam tubuh, virus
menginfeksi sel saraf pusat dan menggunakannya untuk replikasi. Infeksi dapat
menyebabkan paralisis (tidak mampu menggerakkan bagian tubuh) parsial yang
permanen. Penyakit ini biasanya ditemukan pada anak-anak berumur antara 5 - 10
tahun.
Penyakit polio mula-mula diteliti oleh ilmuwan Jerman
Jacob von Heine pada tahun 1840. Periode inkubasi virus ini antara 4 sampai 35
hari. Gejala awal ditunjukkan adanya kelelahan, demam, sakit kepala,
muntah-muntah, kesulitan buang air besar, kekakuan pada leher, diare, dan rasa
sakit pada anggota gerak tubuh.
Karena sel saraf yang mengatur pergerakan otot tidak
dapat diganti ketika rusak, maka infeksi virus polio dapat menyebabkan
paralisis permanen. Jika yang diserang adalah sel saraf pusat yang mengatur
respirasi/pernapasan, penderita hanya dapat bertahan hidup jika dimasukkan ke
dalam paru-paru buatan. Kasus paralisis muncul satu diantara 100 kejadian
nonparalisis. Pada tahun 1950 telah ditemukan vaksin, sehingga serangan virus
polio dapat ditekan serendah mungkin.
Hepatitis B
Virus hepatitis B (HVB) menyebabkan inflamasi atau radang
dan pembengkakan pada hati. Infeksi virus menyebabkan sakit kuning dan sakit
seperti influensa. Sakit kuning disebabkan karena cairan empedu menyebar ke
seluruh tubuh sehingga kulit dan bola mata berwarna kuning. Infeksi yang kronis
menyebabkan cirrhosis (rusaknya sel hati) dan kanker hati.
Saat ini diketahui ada tiga virus yang menyebabkan
hepatitis, yaitu virus A, B, dan non A-non B. Virus A menyebabkan penyakit
hepatitis A, virus B dapat menyebabkan penyakit hepatitis B yang paling
berbahaya, dan virus non A-non B menyebabkan penyakit hepatitis C. Untuk
mencegah hepatitis dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan beserta
perlengkapan makan dan mengikuti imunisasi hepatitis.
Virus pada tumbuhan
Virus juga menyebabkan infeksi pada tumbuhan. Gejala
infeksi virus pada tumbuhan misalnya berupa pola bercak atau mosaik pada daun,
daun kekuningan, pertumbuhan terhambat dan kematian dini, bentuk yang tidak
normal, dan pertumbuhan yang luar biasa.
Beberapa virus tumbuhan telah diketahui misalnya virus
mosaik tembakau (TMV), virus penyebab daun menggulung pada tanaman kentang,
virus yang menyebabkan ujung tanaman bit mengeriting, virus tungro yang
menyerang tanaman padi (disebarkan oleh wereng), dan virus CVPD (citrus vein
phloem degeneration) yang menyebabkan degenerasi pembuluh floem pada tanaman
jeruk.
Virus tersebut telah dipelajari intensif karena menyebabkan
kerugian yang besar. Virus tumbuhan disebarkan oleh serangga, air atau tanah
yang terkontaminasi virus, peralatan yang tercemar virus, dan melalui proses
pengentenan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar