Thursday, March 29, 2018

Pemanfaatan Teknologi Komputer Pada Perbankan

bank

Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi diterapkan pada proses transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindah bukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening. Di kota-kota besar, kita dapat memastikan kebanyakan orang telah mempunyai rekening di bank. Rekening yang bisa berupa tabungan, giro, ataupun deposito. Tapi melakukan transaksi di kantor bank terkadang memakan waktu cukup lama terutama harus antri menunggu giliran. Tidak jarang karena kesal dan tidak sabar menunggu dilayani sehingga kita memutuskan untuk menggunakan cara lain yaitu seperti menggunakan ATM (anjungan tunai mandiri) bank yang tersebar di beberapa tempat. Namun terkadang seseorang bisa bertambah kesal karena di depan ATM ternyata terdapat barisan orang yang mengantri pula atau lokasi ATM berada jauh dari tempat kita. Masih kurang praktis dengan menggunakan ATM, sekarang sudah ada yang lebih praktis lagi, yaitu mobile banking atau internet banking. Aplikasi perbankan yang bisa diinstal di perangkat smartphone, layanannya juga cukup lengkap seperti cek saldo, transfer, melakukan pembayaran atau tagihan dan lain-lain.

Bagi sebagian orang, internet banking dan mobile banking sangat membantu karena bisa melakukan transaksi perbankan di luar jam kerja bank yang sering pendek, senen sampai jum at dengan jam buka tiap harinya dari jam 8 pagi hingga 3 sore. Nasabah hanya membutuhkan koneksi internet, web browser seperti Google Chrome, Komputer atau hanya dengan smartphone saja. Jumlah konsumen perbankan yang memilih internet banking dan mobile banking sebagai cara yang paling disukai untuk menangani keuangannya berkembang dengan sangat cepat. Hal ini disebabkan mereka menyukai berbagai kemudahan dan fitur yang tersedia dalam internet dan mobile banking. Di tambah lagi ketersediaan perangkat yang mudah dijangkau, yaitu smartphone atau ponsel pintar, Dimana berbagai aktifitas bisa dipermudah hanya dengan sentuhan pada genggaman.

mobile banking

Internet dan mobile banking biasanya menyediakan fitur pembayaran berbagai rekening baik listrik, telepon, kartu kredit dan sebagainya secara online. Selain itu, setiap saat para konsumen bisa memeriksa dan mengunduh daftar transaksi keuangan mereka atau jumlah simpanan secara online, kapanpun mau siang hari ataupun malam hari. Di Indonesia, internet dan mobil banking telah diperkenalkan pada konsumen perbankan sejak beberapa tahun lalu. Beberapa bank besar baik BUMN atau swasta Indonesia yang menyediakan layanan tersebut antara lain BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Permata Bank dan sebagainya.

Teknologi telah mempermudah dan meringkas para nasabah bank dalam menjalankan aktifitas perbankan. Pihak bank juga diuntungkan dengan teknologi komputasi ini karena sangat membantu dalam proses kerja, apa lagi instansi perbankan yang setiap harinya mengolah data banyak orang dan juga uang yang sangat banyak pula. Pemanfaatan teknologi ini bisa menghindari terjadinya human error pada perbankan. Maka dari itu, perlu sekali perbankan menerapkan teknologi komputasi.

Mungkin ada orang yang ragu menggunakan internet atau mobile banking lantaran cemas pada sistem keamanan internet yang sering dibobol oleh cracker. Terutama sistem keamanan dengan otorisasi password yang sudah cukup aman bagi kebanyakan situs belanja online ternyata belum dianggap aman bagi internet banking di beberapa negara. Beberapa bank melengkapi sistem keamanan internet banking dengan sistem tambahan seperti enkripsi dan penggunaan password ganda yang salah satunya selalu berubah-rubah setiap melakukan transaksi perbankan online.

Sistem password ganda itulah yang diadopsi beberapa bank di Indonesia untuk melindungi konsumen internet banking-nya seperti sistem Key BCA yang digunakan BCA. Pelanggan bank tersebut setiap ingin melakukan transaksi perbankan lewat internet banking tidak hanya harus menggunakan PIN (personal identification number) sebagai password, namun juga harus menggunakan Key BCA, semacam kalkulator elektronik untuk mengeluarkan password yang selalu berbeda untuk mengotorisasi transaksi tersebut.

Ada beberapa strategi lainnya untuk melindungi internet banking seperti menggunakan pembaca kartu chip bank konsumen yang bisa mengeluarkan password yang hanya bisa dikenali kartu tersebut. Cara lain yaitu sertifikat digital yang dapat mengotorisasi transaksi perbankan online dengan menghubungkan-nya pada peralatan fisik milik konsumen seperti komputer atau smartphone.

skimming

Memang sistem keamanan internet banking tidak pernah 100% aman, banyak juga terjdi aksi kejahatan pada lini ini. Beberapa hari lalu bahkan salah satu bank ternama di Indonesia mengalami kerugian karena kasus pembobolan ATM, skimming dan beberapa jenis kejahatan cyber lainnya. Nasabah yang mengalami hal ini, mungkin tetap mendapat ganti rugi dari bank karena fasilitas keamanannya yang tidak memuaskan, tetapi tetap saja akan memberikan stimulan bagi nasabah untuk tidak menggunakan fitur internet banking atau transaksi via ATM karena takut hal buruk yang dialami akan terulang kembali.

Terimakasih.