Konduktor adalah media untuk tempat mengalirkan arus listrik dari Pembangkit ke Gardu induk atau dari GI ke GI lainnya, yang terentang lewat tower-tower. Konduktor pada tr tension dipegang oleh tension clamp, sedangkan pada tower suspension dipegang oleh suspension clamp. Dibelakang clamp tersebut dipasang rencengan isolator yang terhubung ke tower. Bahan konduktoryang dipergunakan untuk saluran energi listrik perlu memiliki sifat sifat sebagai berikut :
- konduktivitas tinggi
- kekuatan tarik mekanikal tinggi
- titik berat
- biaya rendah
- tidak mudah patah
Konduktor jenis Tembaga BC (Bare copper) merupakan
penghantar yang baik karena memiliki konduktivitas tinggi dan kekuatan
mekanikalnya cukup baik. Namun karena harganya mahal maka konduktor jenis
tembaga rawan pencurian. Aluminium harganya lebih rendah dan lebih ringan namun
konduktivitas dan kekuatan mekanikalnya lebih rendah dibanding tembaga. Pada
umumnya SUTT maupun SUTETI menggunakan ACSR (Almunium Conductor Steel
Reinforced).
Bagian dalam kawat berupa steel yang mempunyai kuat
mekanik tinggi, sedangkan bagian luarnya mempunyai konduktifitas tinggi. Karena
sifat electron lebih menyukai bagian luar kawat daripada bagian sebelah dalam
kawat maka ACSR cocok dipakai pada SUTT/SUTETI. Untuk daerah yang udaranya
mengandung kadar belerang tinggi dipakai jenis ACSR/AS, yaitu kawat steelnya
dilapisi dengan almunium.
Pada saluran transmisi yang perlu dinaikkan
kapasitas penyalurannya namun SUTT
tersebut berada didaerah yang rawan longsor, maka dipasang konduktor jenis
TACSR (Thermal Almunium Conductor Steel Reinforced) yang mempunyai kapasitas
besar tetapi berat kawat tidak mengalami perubahan yang banyak. Konduktor pada
SUTT/SUTET merupakan kawat berkas (stranded) atau serabut yang dipilin, agar mempunyai
kapasitas yang lebih besar dibanding kawat pejal.
Pada sistem arus putar, keluaran dari generator berupa
tiga fasa, setiap fasa mempunyai sudut pergerseran fasa 120o. Pada
SUTT dikenal fasa R; S dan T yang urutan fasanya selalu R diatas, S ditengah
dan T dibawah. Namun pada SUTET urutan fasa tidak selalu berurutan karena
selain panjang, Karakter SUTET banyak dipengaruhi oleh faktor kapasitansi dari
bumi maupun konfigurasi yang tidak selalu vertikal. Guna keseimbangan
impendansi penyaluran, maka setiap 100 km dilakukan transposisi letak kawat
fasa.
Penampang dan jumlah konduktor disesuaikan dengan
kapasitas daya yang akan disalurkan, sedangkan jarak antar kawat fasa maupun
kawat berkas disesuaikan dengan tegangan operasinya. Jika kawat terlalu kecil
maka kawat akan panas dan rugi transmisi akan besar. Pada tegangan yang tinggi
(SUTETI) penampang kawat , jumlah kawat maupun jarak antara kawat berkas
mempengaruhi besarnya corona yang ditengarai dengan bunyi desis atau berisik.
Jarak kawat antar fasa SUTT 70kV idealnya adalah 3 meter, SUTT= 6 meter dan SUTETI=12 meter. Hal ini karena menghindari terjadinya efek ayunan yang dapat menimbulkan flash over antar fasa. Perlengkapan atau fitting kawat penghantar adalah Spacer, vibration damper. Untuk keperluan perbaikan dipasang repair sleeve maupun armor rod. Sambungan kawat disebut mid span joint.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar