Pendingin engine dengan menggunakan udara pada aplikasi heavy dan medium duty diesel engine umumnya menggunakan media pendingin cairan (coolant). Tetapi pada beberapa aplikasi seperti Deutz engine masih ada yang memakai media pendingin udara dimana pada aplikasi tersebut ukuran engine dan power yang di hasilkan tidak terlalu besar. Pada engine yang menggunakan media pendingin udara akan mengalirkan udara di sekeliling liner sehingga panas yang dihasilkan oleh hasil pembakaran engine akan diserap oleh udara yang akan dipindahkan dari engine ke udara sekitar.
Pada sistem pendingin udara atau engine yang menggunakan
media pendingin udara sangat bergantung pada:
- Desain cooling fin
- Kecepatan aliran udara yang melewati fin
- Perbedaan temperatur antara udara dan permukaan fin
Konsep atau metode sistem pendingin udara
Pada engine yang berukuran kecil dan multi-cylinder
engine, fan flywheel digunakan untuk mendorong udara melewati saluran khusus
pada cylinder head assembly. Pada engine besar (4 sampai dengan 8 cylinder),
pendinginan engine menggunakan high-speed axial- flow fan dengan desain saluran
yang khusus dimana konsentrasi aliran udara mengalir melalui daerah kritikal
yang panas dari engine.
Temperatur kerja beberapa engine Deutz disesuaikan dengan
penggunaan variable speed cooling fan. Dengan jenis desain ini, sebagian udara
pendingin melewati engine secara langsung tergantung dari temperatur engine.
Cooling fan digerakkan oleh timing gear melalui hydraulic coupling yang
kecepatannya dikontrol secara otomatis. Sebuah electronic engine temperatur
controller akan mendeteksi engine temperatur dan jika diperlukan sejumlah oil
dapat dialirkan dengan bervariasi ke hydraulic coupling untuk merubah
kecepatan. Oleh sebab itu cooling fan speed dikontrol oleh temperatur kerja
engine yang sesuai dengan beban engine.
Selama melakukan pemanasan engine, temperatur cylinder
head dan temperatur oli engine dimonitor oleh electronic controller yang akan
mengurangi aliran oli ke fan hydraulic coupling. Hasil ini pada kecepatan fan
yang rendah yang akan membantu engine mencapai temperatur kerja yang tepat
dengan cepat. Setelah temperatur kerja yang sesuai tercapai, maka sebagian
udara pendingin yang diperlukan secara langsung didasarkan pada temperatur
kerja engine. Maka dari itu engine tidak perlu membuang energi untuk memutar
cooling fan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar