Pengertian Mutasi
Mutasi adalah
perubahan organisasi materi genetik yang berupa gen atau kromosom dari suatu
individu dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Mutasi yang terjadi pada
sel-sel gamet (sel kelamin) akan bersifat menurun, tetapi jika mutasi tersebut
terjadi pada sel-sel somatik (sel tubuh) maka perubahan itu hanya terjadi pada
individu tersebut dan tidak bersifat menurun.
Seorang ahli berkebangsaan Amerika Serikat bernama Herman
Yoseph Muller (1890 – 1945) berpendapat bahwa mutasi yang terjadi pada sel-sel
somatik (tubuh) tidak akan membawa perubahan pada keturunannya, sedangkan
mutasi yang terjadi pada sel-sel gamet kebanyakan letal (mati) sebelum
dilahirkan atau sebelum dewasa.

mutan, x-men (gambar ilustrasi / tidak nyata)
Peristiwa terjadinya mutasi dinamakan mutagenesis, sedangkan individu yang mengalami mutasi disebut
mutan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya mutasi disebut mutagen. mutasi ini memiliki beberapa
karakteristik umum antara lain pada peristiwa mutasi belum dapat diketahui
secara pasti bagian gen yang mengalami mutasi. Mutasi dapat bersifat
menguntungkan atau merugikan. Mutan akan dapat hidup jika dapat beradaptasi
dengan lingkungannya. Mutasi dapat muncul secara bebas.
Mutasi Gen
Mutasi gen
adalah mutasi yang terjadi karena adanya perubahan susunan
molekul gen atau perubahan pada struktur DNA. Perubahan tersebut akan
mempengaruhi sifat kerja dari gen. Mutasi gen disebut juga mutasi titik atau point mutation. Gen merupakan materi
yang mengandung informasi genetik dan mempunyai tugas khusus sesuai dengan
fungsinya. Gen dapat mengalami duplikasi diri untuk menyampaikan informasi
genetika dari generasi ke generasi berikutnya. Di samping itu, gen juga mampu
mengontrol proses metabolisme di dalam tubuh.
Pada mutasi gen, pengaruh terjadi pada saat terjadinya
sintesis DNA (replikasi). Apabila pada saat sintesis DNA tersebut terjadi
mutasi maka mutagen akan mempengaruhi pemasangan basa nukleotida sehingga tidak
berpasangan dengan basa nukleotida yang seharusnya. Pada mutasi gen tidak
terjadi perubahan lokus, bentuk, dan jumlah kromosom. Pada peristiwa ini yang
mengalami perubahan adalah m-RNA, sehingga dalam sintesis protein akan
menghasilkan perubahan protein, akibatnya menghasilkan fenotipe yang berbeda.
Mutasi Kromosom
Mutasi kromosom
adalah perubahan organisasi materi genetik yang berupa kromosom.
Kromosom adalah suatu badan yang di dalamnya mengandung banyak gen. Kromosom
dapat mengalami mutasi karena adanya perubahan struktur atau susunan dan jumlah
kromosom. Mutasi kromosom ini disebut juga dengan mutasi besar (gross
mutation). Hal ini disebabkan karena susunan kromosom yang mengandung banyak
gen, sehingga jika terjadi mutasi pada kromosom akan menimbulkan perubahan
fenotipe yang lebih besar, bahkan dapat muncul individu baru hasil mutan yang
betulbetul menyimpang dari aslinya.
Penyebab terjadinya mutasi kromosom antara lain adanya
gangguan fisik dan kimia sehingga terjadi kesalahan di dalam pembelahan sel
yang mengakibatkan struktur kromosom rusak dan jumlah kromosom berubah. Pada
prinsipnya mutasi pada kromosom terdiri atas dua macam, yaitu euploidi dan
aneuploid.
Faktor Terjadinya Mutasi
Mutasi dapat disebabkan oleh faktor-faktor intern dan
ekstern. Faktor intern berasal dari dalam tubuh makhluk hidup sendiri atau
faktor pembawaan. Faktor ekstern berasal dari luar tubuh, yaitu dari
lingkungan. Pengaruh lingkungan yang menyebabkan perubahan fisik dan kimia. Faktor-faktor
ekstern dapat berupa makanan, obatobatan, dan senyawa tertentu yang berbahaya
terhadap tubuh. Senyawasenyawa ini pada kadar tertentu dapat bersifat
karsinogenik, yaitu dapat memacu pertumbuhan sel-sel kanker.
Mutasi Pada Tumbuhan
Contoh mutasi pada tumbuhan salah satunya adalah buah-buahan
tanpa biji pada semangka dan tomat. Pada umumnya buah semangka dan tomat
memiliki biji di dalamnya sebagai alat generatif pada tumbuhan. Penemuan
buah-buahan tanpa biji ini merupakan penerapan dari peristiwa mutasi buatan
dengan menggunakan kolkisin. Perlakuan pemberian kolkisin dapat menghalangi
pembentukan gelendong pembelahan, sehingga pada proses pembelahan sel terutama
pada fase metafase, pasangan kromatid tidak dapat memisahkan diri dan akhirnya
dihasilkan individu poliploid dengan ciri-ciri yaitu buahnya besar dan tidak
berbiji.
Mutasi Pada Manusia
Contoh mutasi pada manusia salah satunya adalah mutasi
kromosom secara aneuploid. Aneuploid merupakan mutasi kromosom yang tidak
melibatkan perubahan pada seluruh genom, tetapi terjadi hanya pada salah satu
kromosom dari genom. Peristiwa aneuploid pada manusia ini mengakibatkan
sindrom. Diantaranya adalah sindrom turner, sindrom klineferter, sindrom
edwards, sindrom down, dan sindrom patau. Untuk mengetahui ciri-ciri dari
sindrom tersebut, bisa kalian simak pada halaman berikut ini:
5 sindrom yang menyerang manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar