Audio atau suara memiliki beberapa format yang berbeda-beda tergantung dari penggunaan platformnya. Masing-masing format biasanya diikuti dengan perbedaan struktur berkas yang membentuk audio tersebut. Berikut ini adalah beberapa format file audio dan ulasannya.
AAC (Advance Audio Codec): adalah format audio yang
dikembangkan oleh Motion Picture Expert Group ( Fraunhofer Institute, Dolby,
Sony, Nokia dan AT&T ) untuk menggantikan MP3. Ini perluasan dari MPEG-2
standard dan mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan MP3, kompresi yang
lebih effisien dengan kualitas suara audio yang lebih baik.
M4A (MPEG 4 Audio): merupakan format audio dengan basis MPEG-4, sama dengan
format MP4 tetapi MP4 berisi video. M4A adalah file MPEG dengan 4 lapis
(Layer) yang berisi Audio. Format ini pada dasarnya adalah untuk menyimpan file
audio dan video yang sudah terkompres. M4A ini merupakan turunan dari AAC
(Advanced Audio Coding). File
dengan format M4A dipopulerkan oleh perusahaan Apple.inc yang menggunakan
format ini di platform iTunes. Awalnya M4A ini dikenalkan untuk menggantikan format MP3 dikarenakan ukurannya yang relatif lebih kecil, apabila dibandingkan
dengan bitrate yang sama. Selain itu format ini juga memiliki kekayaan audio
yang lebih luas atau loseless, dalam artian audionya sangat mendetail.
FLAC (Free Lossless Audio Codec): merupakan format audio dengan kategori Lossless. Format ini
sedikit mirip dengan MP3, tetapi file dengan format FLAC ini dikompres tanpa
mengurangi kualitasnya, atau bisa dibilang hanya sedikit berkurang kualitasnya
(lossless). Sebuah rekaman audio yang dikompres ke FLAC dapat dikembalikan ke
ukuran semula. Persentase kompresi dari format FLAC berkisar antara 53% dari
ukuran aslinya. Kualitas audio dari FLAC sedikit berada diatas MP3.
AIFF (Audio Interchange File Format ): merupakan format file yang tidak
dikompres, yang dikembangkan oleh Apple pada Machintosh dan platform Unix.
MP3 (MPEG-1/2 Audio Layer 3 ): adalah format audio yang paling
populer. Menggunakan algoritma audio lossy compression untuk mengurangi ukuran
file, sambil memproduksi
kembali lagi aslinya. MP3 dikembangkan di German Fraunhofer Institute dan
berbasis format MPEG (salah satu bentuk format video) dan dapat berjalan di banyak platform.
RA (Real Audio): adalah codec audio yang
dikembangkan oleh Real Networks pada tahun 1995. Codec ini awalnya dikembangkan
untuk transmisi bandwith rendah. Dapat digunakan untuk streaming informasi
audio dan dapat berjalan saat file audio tersebut masih didownload. RealAudio
banyak digunakan oleh statiun radio untuk streaming program-program mereka via
internet secara real time.
WAV (Waveform Audio Format): adalah standar audio yang
dikembangkan oleh Microsoft dan IBM, WAV dan juga merupakan salah satu format
audio yang dipergunakan di dalam ponsel dalam format ini biasanya berukuran
besar karena tidak dikompresi.
WMA (Window Media Audio): merupakan salah satu format audio
yang dikembangkan oleh Microsoft. Kualitas musik yang ditawarkan format WMA
lebih baik daripada MP3. Peranti lunak dan peranti keras terbaru umumnya
mendukung format ini. Namun untuk dukungan ponsel belum seluas format MP3.
MIDI (Musical Instrument Digital Interface): yaitu file suara yang hanya terdiri dari bunyi alat musik. Format audio satu ini lebih cocok untuk suara yang dihasilkan oleh synthesizer atar peranti elektronik lainnya, tetapi tidak cocok untuk hasil konversi dari suara analog karena tidak terlalu akurat. File dengan format ini berukuran kecil dan sering digunakan dalam ponsel sebagai ringtone.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar