Matahari dan 4 Planet Terrestrial yang mengitarinya
Sistem tata surya kita terdiri dari matahari sebagai
pusat orbit, 8 planet yang aktif mengitari matahari, berbagai asteroid, komet
dan debu-debu angkasa. 8 planet yang mengitari matahari tersebut adalah
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. 4 dari
planet pertama yang disebutkan diatas disebut juga sebagai planet Terrestrial.
Terra dalam bahasa latin yang artinya bumi, penamaan ini dikarenakan memiliki
sifat kebumian.
Matahari memiliki gaya gravitasi, yang mengakibatkan
keseluruhan dalam sistem tata surya kita bergerak sesuai dengan garis edarnya.
Planet memiliki bulan yang mengitari mereka, seraya mereka mengitari matahari.
Asteroid, komet, meteor dan planet-planet bergerak mengitari matahari dalam
arah yang sama. Jika dipandang dari sebuah titik dalam antariksa jauh di atas
kutub utara bumi, gerakan tersebut tampak melawan arah jarum jam.
Semua planet juga berputar pada porosnya (berotasi) dalam
arah lawan jarum jam, terkecuali Venus dan Uranus. Sumbu rotasi planet hampir
tegak lurus pada bidang ekliptik. Jika sudut inklinasi lebih kecil 90 derajat,
planet berotasi dalam arah yang sama seperti planet mengorbit matahari dan
dikatakan sebagai rotasi normal atau prograde (maju). Sedangkan jika sudut
inklinasi lebih dari 90 derajat maka rotasi berlawanan terhadap arah orbitnya,
dan ini dikatakan sebagai rotasi retrograde (mundur) dan sama seperti orbit
pesawat ruang angkasa. Hanya Venus dan Uranus yang mempunyai orbit retrograde.
Matahari
Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi. Massa
Matahari sekitar 1,989 x 1030 kg dimana hampir 99,8% dari massa
keseluruhan dalam sistem tata surya dan jari-jari reratanya adalah 6,96 x 108
meter atau sekitar 109 x jari-jari bumi.
Energi Matahari sampai kepermukaan bumi dengan cara
radiasi yang besarnya energi persatuan waktu adalah 3,85 x 1026 watt.
Di daerah perbatasan atmosfer bumi, energi matahari yang diterima adalah 1340
watt/m2. Orbit bumi sekitar 1,47 sampai 1,52 x 1011 meter
dari matahari yang disebut 1 SA (Satuan Astronomi). Waktu rerata perjalanan
cahaya ke Bumi adalah sekitar 8,3 menit.
Komposisi Matahari terdiri dari sekitar 71% hidrogen,
27,1% helium, dan kurang dari 2%untuk unsur-unsur yang lainnya. Suhu di pusat
Matahari dimodelkan sekitar 15,5 juta K dan suhu permukaannya sekitar 5770 K.
Bahan bakar Matahari berasal dari siklus proton dengan proses reaksi fusi.
Periode rotasi rerata matahari adalah sekitar 25,4 hari dan bervariasi dari
34,4 hari didaerah kutub dan 25,2 hari di daerah ekuator Bumi.
Bintik hitam pada matahari yang lebih dikenal dengan
sunspot, terlihat ketika suhu Matahari sekitar 3800 K. Titik pusat pada bagian
yang gelap disebut Umbra dengan diameter sekitar 30.000 Km dan Umbra ini
dikelilingi oleh yang lebih terang yaitu Penumbra yang berdiameter sekitar
lebih dari 2 kalinya. Jumlah bintik hitam atau sunspot ini berubah seiring
dengan perubahan waktu secara siklus yang yaitu sekitar 11 tahun dari perubahan
maksimum ke minimum.
Merkurius
Merkurius adalah Planet yang letaknya paling dekat dengan
Matahari. Garis tengahnya hanya sekitar sepertiga bumi. Karena letaknya yang
dekat dengan Matahari dan ukuran yang relatif kecil, maka Merkurius sangat
sulit untuk dilihat dengan mata atau dengan alat teleskop biasa. Merkurius
kadang terlihat sebagai bintik hitam yang lewat didepan Matahari yang biasa
disebut transit, dan menyebabkan terjadinya fase-fase seperti bulan (terlihat
sabit, setengah, dan penuh).
Karena jaraknya paling dekat dengan matahari, planet ini
memiliki periode revolusi paling cepat, yaitu 88 hari. Sementara itu, periode
rotasi Merkurius adalah 59 hari.
Venus
Merupakan planet terrestrial kedua setelah Merkurius yang
hanya dapat dilihat pagi dan sore hari. Meskipun letaknya dekat dengan Bumi,
Venus masih sagat misterius. Bukan hanya sulit untuk diamati karena alasan yang
sama dengan Merkurius, tetapi planet ini juga sering tertutup awan putih.
Dari data penelitian dengan radar Doppler-shift,sistem menunjukan bahwa planet Venus berotasi mundur
dengan periode siderisnya 243,01 hari. Komposisi Venus hampir sama dengan Bumi
yaitu terdiri dari kerak Venus yang berisi batuan, mantel dan unsur-unsur logam
yang ada di pusat planet. Kandungan Karbondioksida di Venus melimpah yang mampu
menyerap radiasi infta merah dalam jumlah yang besar sehingga menyebabkan suhu
di permukaan pada saat Matahari bersinar terang ke permukaan Venus
mencapai 730 K dan tekanan atmosfer
mencapai 95 atm. Peristiwa ini disebut juga dengan “Efek rumah kaca”.
Bumi
Bumi adalah satu-satunya planet dalam tata surya yang
memiliki penghuni. Berbeda dengan planet lain, sebagian besar permukaan bumi
ditutupi oleh air, yaitu mencapai – bagian bumi. Karenanya, dari langit di atas
sana, bumi terlihat kebiru-biruan. Bumi merupakan planet ketiga terdekat dari
matahari dengan jarak sekitar 150 juta km. Pergerakan bumi mengitari porosnya
(rotasi) telah menyebabkan bentuk bumi tidak seutuhnya bulat, melainkan lonjong
(elips). Jarijari bumi di bagian kutubnya adalah 6.356,8 km sedangkan bagian
khatulistiwanya berjari-jari 6.378,1 km. Waktu yang diperlukan bumi untuk
berevolusi, yaitu 365 hari yang biasa disebut sebagai satu tahun Masehi.
Sedangkan, periode rotasinya adalah 23,9 jam atau dibulatkan 24 jam, yaitu satu
hari bumi. Bumi memiliki sebuah satelit yang bernama bulan.
Mars
Mars merupakan planet yang unik karena warnanya yang
merah. Planet ini berdiameter setengah kali diameter bumi, yaitu 6.780 km, dan
massanya dibandingkan dengan massa bumi adalah 1 : 9. Susunan atmosfer Mars
didominasi oleh gas CO2 yang mencapai 95% sehingga mengakibatkan terjadi efek
rumah kaca. Seluruh planet Mars diselimuti air dalam bentuk padat (es).
Suatu penelitian terhadap planet Mars menunjukkan bahwa
di planet ini pernah terjadi aliran sungai yang alami. Namun, karena suhu yang
sangat dingin, aliran ini tak pernah terjadi lagi sejak berjuta-juta tahun yang
lalu. Perubahan suhu ini diperkirakan karena terjadinya tabrakan planet Mars
dengan asteroid yang sangat besar yang berakibat terlemparnya sebagian atmosfer
Mars ke langit. Berdasarkan penemuan ini, peneliti hanya bisa mengira bahwa
suhu di Mars pernah hangat seperti di bumi.
Mars memerlukan 1,9 tahun untuk sekali mengelilingi
matahari. Sedangkan, untuk sekali berputar mengelilingi porosnya, waktu yang
diperlukan Mars adalah 24,6 hari. Mars memiliki dua benda langit yang selalu
mengiringinya (satelit), yang bernama Phobos dan Demos.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar