Selasa, Agustus 18, 2020

Mengenal Sistem Tata Surya dan Planet-Planet yang Mengitarinya (Bagian 1)

Matahari dan 4 Planet Terrestrial yang mengitarinya

Sistem tata surya kita terdiri dari matahari sebagai pusat orbit, 8 planet yang aktif mengitari matahari, berbagai asteroid, komet dan debu-debu angkasa. 8 planet yang mengitari matahari tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. 4 dari planet pertama yang disebutkan diatas disebut juga sebagai planet Terrestrial. Terra dalam bahasa latin yang artinya bumi, penamaan ini dikarenakan memiliki sifat kebumian.

 

Matahari memiliki gaya gravitasi, yang mengakibatkan keseluruhan dalam sistem tata surya kita bergerak sesuai dengan garis edarnya. Planet memiliki bulan yang mengitari mereka, seraya mereka mengitari matahari. Asteroid, komet, meteor dan planet-planet bergerak mengitari matahari dalam arah yang sama. Jika dipandang dari sebuah titik dalam antariksa jauh di atas kutub utara bumi, gerakan tersebut tampak melawan arah jarum jam.

 

Semua planet juga berputar pada porosnya (berotasi) dalam arah lawan jarum jam, terkecuali Venus dan Uranus. Sumbu rotasi planet hampir tegak lurus pada bidang ekliptik. Jika sudut inklinasi lebih kecil 90 derajat, planet berotasi dalam arah yang sama seperti planet mengorbit matahari dan dikatakan sebagai rotasi normal atau prograde (maju). Sedangkan jika sudut inklinasi lebih dari 90 derajat maka rotasi berlawanan terhadap arah orbitnya, dan ini dikatakan sebagai rotasi retrograde (mundur) dan sama seperti orbit pesawat ruang angkasa. Hanya Venus dan Uranus yang mempunyai orbit retrograde.

 

Matahari

Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi. Massa Matahari sekitar 1,989 x 1030 kg dimana hampir 99,8% dari massa keseluruhan dalam sistem tata surya dan jari-jari reratanya adalah 6,96 x 108 meter atau sekitar 109 x jari-jari bumi.

 

Energi Matahari sampai kepermukaan bumi dengan cara radiasi yang besarnya energi persatuan waktu adalah 3,85 x 1026 watt. Di daerah perbatasan atmosfer bumi, energi matahari yang diterima adalah 1340 watt/m2. Orbit bumi sekitar 1,47 sampai 1,52 x 1011 meter dari matahari yang disebut 1 SA (Satuan Astronomi). Waktu rerata perjalanan cahaya ke Bumi adalah sekitar 8,3 menit.

 

Komposisi Matahari terdiri dari sekitar 71% hidrogen, 27,1% helium, dan kurang dari 2%untuk unsur-unsur yang lainnya. Suhu di pusat Matahari dimodelkan sekitar 15,5 juta K dan suhu permukaannya sekitar 5770 K. Bahan bakar Matahari berasal dari siklus proton dengan proses reaksi fusi. Periode rotasi rerata matahari adalah sekitar 25,4 hari dan bervariasi dari 34,4 hari didaerah kutub dan 25,2 hari di daerah ekuator Bumi.

 

Bintik hitam pada matahari yang lebih dikenal dengan sunspot, terlihat ketika suhu Matahari sekitar 3800 K. Titik pusat pada bagian yang gelap disebut Umbra dengan diameter sekitar 30.000 Km dan Umbra ini dikelilingi oleh yang lebih terang yaitu Penumbra yang berdiameter sekitar lebih dari 2 kalinya. Jumlah bintik hitam atau sunspot ini berubah seiring dengan perubahan waktu secara siklus yang yaitu sekitar 11 tahun dari perubahan maksimum ke minimum.

 

Merkurius

Merkurius adalah Planet yang letaknya paling dekat dengan Matahari. Garis tengahnya hanya sekitar sepertiga bumi. Karena letaknya yang dekat dengan Matahari dan ukuran yang relatif kecil, maka Merkurius sangat sulit untuk dilihat dengan mata atau dengan alat teleskop biasa. Merkurius kadang terlihat sebagai bintik hitam yang lewat didepan Matahari yang biasa disebut transit, dan menyebabkan terjadinya fase-fase seperti bulan (terlihat sabit, setengah, dan penuh).

 

Karena jaraknya paling dekat dengan matahari, planet ini memiliki periode revolusi paling cepat, yaitu 88 hari. Sementara itu, periode rotasi Merkurius adalah 59 hari.


Venus

Merupakan planet terrestrial kedua setelah Merkurius yang hanya dapat dilihat pagi dan sore hari. Meskipun letaknya dekat dengan Bumi, Venus masih sagat misterius. Bukan hanya sulit untuk diamati karena alasan yang sama dengan Merkurius, tetapi planet ini juga sering tertutup awan putih.

 

Dari data penelitian dengan radar Doppler-shift,sistem menunjukan bahwa planet Venus berotasi mundur dengan periode siderisnya 243,01 hari. Komposisi Venus hampir sama dengan Bumi yaitu terdiri dari kerak Venus yang berisi batuan, mantel dan unsur-unsur logam yang ada di pusat planet. Kandungan Karbondioksida di Venus melimpah yang mampu menyerap radiasi infta merah dalam jumlah yang besar sehingga menyebabkan suhu di permukaan pada saat Matahari bersinar terang ke permukaan Venus mencapai  730 K dan tekanan atmosfer mencapai 95 atm. Peristiwa ini disebut juga dengan “Efek rumah kaca”.

 

Bumi


Bumi adalah satu-satunya planet dalam tata surya yang memiliki penghuni. Berbeda dengan planet lain, sebagian besar permukaan bumi ditutupi oleh air, yaitu mencapai – bagian bumi. Karenanya, dari langit di atas sana, bumi terlihat kebiru-biruan. Bumi merupakan planet ketiga terdekat dari matahari dengan jarak sekitar 150 juta km. Pergerakan bumi mengitari porosnya (rotasi) telah menyebabkan bentuk bumi tidak seutuhnya bulat, melainkan lonjong (elips). Jarijari bumi di bagian kutubnya adalah 6.356,8 km sedangkan bagian khatulistiwanya berjari-jari 6.378,1 km. Waktu yang diperlukan bumi untuk berevolusi, yaitu 365 hari yang biasa disebut sebagai satu tahun Masehi. Sedangkan, periode rotasinya adalah 23,9 jam atau dibulatkan 24 jam, yaitu satu hari bumi. Bumi memiliki sebuah satelit yang bernama bulan.

 

Mars

Mars merupakan planet yang unik karena warnanya yang merah. Planet ini berdiameter setengah kali diameter bumi, yaitu 6.780 km, dan massanya dibandingkan dengan massa bumi adalah 1 : 9. Susunan atmosfer Mars didominasi oleh gas CO2 yang mencapai 95% sehingga mengakibatkan terjadi efek rumah kaca. Seluruh planet Mars diselimuti air dalam bentuk padat (es).

 

Suatu penelitian terhadap planet Mars menunjukkan bahwa di planet ini pernah terjadi aliran sungai yang alami. Namun, karena suhu yang sangat dingin, aliran ini tak pernah terjadi lagi sejak berjuta-juta tahun yang lalu. Perubahan suhu ini diperkirakan karena terjadinya tabrakan planet Mars dengan asteroid yang sangat besar yang berakibat terlemparnya sebagian atmosfer Mars ke langit. Berdasarkan penemuan ini, peneliti hanya bisa mengira bahwa suhu di Mars pernah hangat seperti di bumi.

 

Mars memerlukan 1,9 tahun untuk sekali mengelilingi matahari. Sedangkan, untuk sekali berputar mengelilingi porosnya, waktu yang diperlukan Mars adalah 24,6 hari. Mars memiliki dua benda langit yang selalu mengiringinya (satelit), yang bernama Phobos dan Demos.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar