Air Safety
Bag (kantong udara) Mobil
Air Safety
Bag (kantong udara) digunakan untuk memperkecil gaya akibat tumbukan yang
terjadi pada saat tabrakan. Kantong udara tersebut dipasangkan pada mobil serta
dirancang untuk keluar dan mengembang secara otomatis saat tabrakan terjadi.
Kantong udara ini mampu meminimalkan efek gaya terhadap benda yang bertumbukan.
Prinsip kerjanya adalah memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menghentikan
momentum pengemudi.
Saat tabrakan terjadi, pengemudi cenderung untuk tetap
bergerak sesuai dengan kecepatan gerak mobil (Hukum Pertama Newton). Gerakan
ini akan membuatnya menabrak kaca depan mobil yang mengeluarkan gaya sangat
besar untuk menghentikan momentum pengemudi dalam waktu sangat singkat. Apabila
pengemudi menumbuk kantong udara, waktu yang digunakan untuk menghentikan
momentum pengemudi akan lebih lama sehingga gaya yang ditimbulkan pada
pengemudi akan mengecil. Dengan demikian, keselamatan si pengemudi akan lebih
terjamin.
Desain
mobil
Desain
mobil dirancang untuk mengurangi besarnya gaya yang timbul akibat tabrakan.
Caranya dengan membuat bagian-bagian pada badan mobil agar dapat menggumpal
sehingga mobil yang bertabrakan tidak saling terpental satu dengan lainnya.
Mengapa demikian? Apabila mobil yang bertabrakan saling terpental, pada mobil
tersebut terjadi perubahan momentum dan impuls yang sangat besar sehingga
membahayakan keselamatan jiwa penumpangnya.
Daerah
penggumpalan pada badan mobil atau bagian badan mobil yang dapat penyok akan
memperkecil pengaruh gaya akibat tumbukan yang dapat dilakukan melalui dua
cara, yaitu memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menghentikan momentum
mobil dan menjaga agar mobil tidak saling terpental. Rancangan badan mobil yang
memiliki daerah penggumpalan atau penyok tersebut akan mengurangi bahaya akibat
tabrakan pada penumpang mobil.
Peluncuran
Roket
Sebuah
roket diluncurkan vertikal ke atas menuju atmosfer Bumi. Hal ini dapat dilakukan
karena adanya gaya dorong dari mesin roket yang bekerja berdasarkan impuls yang
diberikan oleh roket. Pada saat roket sedang bergerak, akan berlaku hukum
kekekalan momentum. Pada saat roket belum dinyalakan, momentum roket adalah
nol. Apabila bahan bakar di dalamnya telah dinyalakan, pancaran gas mendapatkan
momentum yang arahnya ke bawah. Oleh karena momentum bersifat kekal, roket pun
akan mendapatkan momentum yang arahnya berlawanan dengan arah buang bersifat
gas roket tersebut dan besarnya sama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar