Rabu, Mei 13, 2020

Contoh Teknologi Reproduksi Pada Hewan dan Manusia

Teknologi reproduksi yang dikembangkan oleh manusia memiliki maksud dan tujuan tertentu. Tujuan teknologi reproduksi umumnya dan seharusnya, untuk memberikan solusi terhadap masalah reproduksi. Teknologi reproduksi pada hewan, khususnya manusia, berkembang lebih lambat dibandingkan teknologi reproduksi pada tumbuhan. Berikut beberapa contoh dan penjelasan singkat tentang reproduksi pada hewan dan manusia.

Kloning

Kloning menjadi istilah paling populer setelah lahirnya domba Dolly hasil kloning. Dolly, seekor domba betina, adalah mamalia pertama yang berhasil dikloning dari sel dewasa. Dia lahir di Institut Roslin, Skotlandia 5 juli 1996 dan tinggal di sana hingga kematiannya pada 14 februari 2003 (6 tahun).

 

Kloning merupakan salah satu cara reproduksi buatan yang memanfaatkan teknologi manipulasi sel telur. Jika umumnya sel telur dibuahi oleh inti sel sperma, pada proses kloning ini inti sel telur yang haploid dipindahkan dengan teknik khusus. Setelah itu, posisinya digantikan oleh inti sel dari bagian tubuh lainnya, seperti kulit atau otot yang diploid. Pada domba Dolly, inti sel donor yang digunakan adalah inti sel kelenjar susu domba.

 

Kasus kloning masih menjadi polemik karena teknologi tersebut sangat mungkin dilakukan pada manusia. Jika terjadi pada manusia, dikhawatirkan akan terjadi penyimpangan terhadap tujuan utama dari kloning. Misalnya, dengan melahirkan manusia yang digunakan untuk alat kejahatan. Percobaan kloning pada manusia masih merupakan pelanggaran terhadap undang-undang yang berlaku di seluruh dunia.

 

Bayi Tabung

Setiap teknologi yang diciptakan oleh manusia menimbulkan harapan baru untuk memperbaiki kualitas hidup. Salah satu teknologi yang menggembirakan bagi pasangan yang sukar memperoleh keturunan adalah bayi tabung (pembuahan in vitro). Pembuahan sel telur ibu oleh sel sperma ayah dilakukan secara buatan di dalam sebuah tabung. Setelah terjadi fertilisasi, zigot akan dikembalikan ke rahim ibu.

 

Bayi yang kali pertama dicatat lahir melalui proses ini adalah seorang bayi dari Inggris bernama Louise Brown yang lahir pada tahun 1978. Proses tersebut menjadi tonggak sejarah fertilisasi in vitro yang menolong jutaan pasangan di dunia untuk memeroleh anak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar