Teknologi reproduksi yang dikembangkan oleh manusia
memiliki maksud dan tujuan tertentu. Tujuan teknologi reproduksi umumnya dan
seharusnya, untuk memberikan solusi terhadap masalah reproduksi. Teknologi
reproduksi pada hewan, khususnya manusia, berkembang lebih lambat dibandingkan
teknologi reproduksi pada tumbuhan. Berikut beberapa contoh dan penjelasan
singkat tentang reproduksi pada hewan dan manusia.
Kloning
Kloning menjadi istilah paling populer setelah lahirnya
domba Dolly hasil kloning. Dolly, seekor domba betina, adalah mamalia pertama yang berhasil dikloning
dari sel dewasa. Dia lahir di Institut Roslin, Skotlandia 5 juli 1996 dan tinggal di sana hingga
kematiannya pada 14 februari 2003 (6 tahun).
Kloning merupakan salah satu cara reproduksi buatan yang
memanfaatkan teknologi manipulasi sel telur. Jika umumnya sel telur dibuahi
oleh inti sel sperma, pada proses kloning ini inti sel telur yang haploid
dipindahkan dengan teknik khusus. Setelah itu, posisinya digantikan oleh inti
sel dari bagian tubuh lainnya, seperti kulit atau otot yang diploid. Pada domba
Dolly, inti sel donor yang digunakan adalah inti sel kelenjar susu domba.
Kasus kloning masih menjadi polemik karena teknologi
tersebut sangat mungkin dilakukan pada manusia. Jika terjadi pada manusia,
dikhawatirkan akan terjadi penyimpangan terhadap tujuan utama dari kloning.
Misalnya, dengan melahirkan manusia yang digunakan untuk alat kejahatan. Percobaan
kloning pada manusia masih merupakan pelanggaran terhadap undang-undang yang
berlaku di seluruh dunia.
Bayi Tabung
Setiap teknologi yang diciptakan oleh manusia menimbulkan
harapan baru untuk memperbaiki kualitas hidup. Salah satu teknologi yang
menggembirakan bagi pasangan yang sukar memperoleh keturunan adalah bayi tabung
(pembuahan in vitro). Pembuahan sel
telur ibu oleh sel sperma ayah dilakukan secara buatan di dalam sebuah tabung.
Setelah terjadi fertilisasi, zigot akan dikembalikan ke rahim ibu.
Bayi yang kali pertama dicatat lahir melalui proses ini
adalah seorang bayi dari Inggris bernama Louise Brown yang lahir pada tahun
1978. Proses tersebut menjadi tonggak sejarah fertilisasi in vitro yang
menolong jutaan pasangan di dunia untuk memeroleh anak.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar