Seluruh pekerjaan tidak dapat dimonopoli oleh wirausahawan sebagai pemilik karena keterbatasan waktu, tenaga, keterampilan, dan sebagainya. Di sinilah pentingnya disusun struktur organisasi perusahaan. Oleh sebab itu, seorang wirausahawan perlu memberikan atau mendelegasikan wewenang kepada staf atau tenaga kerja perusahaannya. Dengan begitu, hal yang tidak bisa ditangani sendiri karena adanya keterbatasan seperti yang di sebut diatas, dapat teratasi.
Struktur organisasi perusahaan adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam suatu organisasi perusahaan. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dalam bentuk pendelegasian wewenang kepada tenaga kerja dan menunjukkan pula arah tanggung jawab atas wewenang yang diberikan. Selain itu, struktur organisasi juga menunjukkan fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda dikoordinir dan menunjukkan pula adanya spesialisasi-spesialisasi pekerjaan yang terdapat dalam sebuah organisasi perusahaan.
Beberapa sumber ilmu manajemen mengemukakan bahwa terdapat 4 (empat) pilar yang perlu di perhatikan dalam penyusunan struktur oganisasi, yakni:
- Pembagian kerja (division of work), sebagai upaya untuk menyederhanakan dari keseluruhan kegiatan dan pekerjaan sebagaiman yang telah disusun dalam proses perencanaan menjadi lebih sederhana dan spesifik dimana setiap karyawan akan ditempatkan dan ditugaskan untuk setiap kegiatan pekerjaan. Kadangkala pembagian kerja disebut pula dengan pembagian tenaga kerja, namun lebih sering digunakan dengan istilah pembagian kerja, karena yang dibagi-bagi adalah pekerjaannya, bukan orangnya. Sebagai contoh, pembagian kerja pada perusahaan perdagangan hasil pertanian, dapat dibagi menjadi pekerjaan pengadaan atau pembelian, grading, penyimpanan atau pergudangan, kontrol kualitas, pengemasan, penyaluran, bagian yang menangani keuangan, dan lain sebagainya.
- Pengelompokan pekerjaan (departementalization), adalah proses pembagian dan penamaan bagian atau kelompok pekerjaan berdasarkan kriteria tertentu. hal Ini dapat dilakukan apabila jenis-jenis pekerjaan telah di spesifik-kan. Sebagai contoh, untuk perusahaan perdagangan hasil pertanian, pekerjaan pengadaan atau pembelian dan grading dikelompokkan menjadi Bagian Pengadaan Bahan, pekerjaan penyimpanan atau pergudangan dan kontrol kualitas dikelompokkan menjadi bagian Processing, bagian pengemasan dan penyaluran dikelompokkan menjadi bagian pemasaran, dan seterusnya.
- Penentuan relasi antar-bagian dalam organisasi atau hirarki (hierarchy), merupakan proses penentuan relasi antar bagian dalam organisasi, baik secara vertikal maupun secara horisontal. Terdapat dua konsep penting dalam hal ini, yaitu: 1) Span of management terkait dengan jumlah orang atau bagian di bawah suatu bagian yang akan bertanggung jawab kepada bagian tertentu, dan 2) Chain of command yang menunjukkan garis perintah dalam sebuah organisasi dari hierarki yang paling tinggi hingga hirarki yang paling rendah, dan juga menjelaskan bagaimana batasan kewenangan dibuat dan siapa dan bagian mana akan melapor ke bagian mana.
- Kordinasi (coordination), proses dalam mengintegrasikan atau menghubungkan seluruh aktifitas dari berbagai bagian dalam organisasi agar tujuan organisasi atau perusahaan dapat tercapai secara efektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar