Akuaponik, panen ikan bonus sayur-sayuran. Ikan yang dipilih untuk metode akuaponik sebaiknya ikan-ikan yang dapat dikonsumsi dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pilihlah ikan yang mudah untuk dipelihara agar bisa meminimalisir resiko. Bagi pemula akan lebih aman jika memilih pembesaran, jadi maksudnya adalah anda membeli bibit ikan ukuran sedang (belum dewasa) yang kemudian anda besarkan, lalu sampai tingkat usia atau bobot tertentu bisa di panen. Jika sudah mahir dan sudah merasa sanggup anda juga bisa melakukan pembiakan. proses pembiakan lebih rumit, memerlukan modal yang cukup besar dan resiko kerugian yang cukup tinggi. Untuk itu, tidak perlu terburu-buru dalam melakukan budidaya ikan. untuk tahap awal, pembesaran sangat di anjurkan karena pada proses pelaksanaannya jauh lebih mudah, modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar, dan jangka waktu pemeliharaan sampai pemanenan lebih cepat. Karena prosesnya yang cepat, maka pemberian pakan pun bisa lebih sedikit, konsumsi energi listrik, bahan bakar juga lebih sedikit. Dan pengeluaran modal uang, waktu dan tenaga bisa diminimalkan.
Berikut adalah beberapa jenis ikan yang mudah untuk di budi dayakan. Perhatikanlah cuaca tempat anda memelihara, jenis kolam dan ukuran kolam yang dipakai, kemudahan untuk mendapat bibit ikan, minat pasar, ketersediaan air, lingkungan sosial. dari penjelasan yang nanti dipaparkan saya harap anda bisa membandingkan dan menentukan jenis ikan apa yang cocok untuk anda.
1. Ikan Mas
Selain dapat di konsumsi, ikan mas juga memiliki keindahan. habitat ikan mas adalah perairan air tawar dengan aliran air yang tidak terlalu deras dan tidak terlalu dalam. Ikan mas dapat hidup pada suhu ideal yaitu antara 20-30 derajat celcius, tingkat keasaman (pH) antara 7-8, ketinggian 150-1000 m, ikan mas mampu hidup di air deras dengan kecepatan air 30-50 cm/detik. Ikan mas termasuk dalam omnivora atau pemakan segalanya baik tumbuhan maupun hewan renik seperti tumbuhan air, lumut, cacing, keong, udang, kerang, larva serangga dan organisme lainnya yang ada diperairan. Cara memangsanya dengan menyedot makana, terkadang mengaduk-aduk dasar air dengan mulut dan badannya.Ikan mas termasuk ikan yang tidak mudah terserang penyakit, memiliki rasa daging yang lezat, gurih dan juga memiliki kandungan protein cukup tinggi. Dibeberapa daerah dibandingkan jenis ikan tawar lainnya, ikan mas memiliki harga yang cukup mahal.
2. Ikan lele Dumbo
Merupakan hasil perkawinan antara lele betina dari Taiwan dan lele jantan dari Afrika. Ikan lele dumbo lebih cepat berkembang dari pada lele lokal. Selain itu lele dumbo mempunyai jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan penyakit. lele dumbo mampu bertahan hidup di air yang bersih maupun kotor. Selain dilengkapi dengan insang untuk bernafas didalam air, lele dumbo juga memiliki labirin sebagai alat bantu pernafasan. Maka dari itu dalam kondisi yang ekstrim pun (air kotor/ lumpur), lele dumbo masih mampu bertahan hidup.Ada dua jenis pengembangan lele dumbo, yaitu lele sangkuriang dan lele pithon. Lele sangkuriang merupakan hasil perkawinan antara lele dumbo betina F2 dengan lele dumbo jantan F6. Lele pithon merupakan hasil perkawinan antara induk betina eks Taiwan dengan induk jantan lele dumbo F6.
Habitat lele dumbo adalah di sungai, perairan air tawar, dengan aliran air yang cukup tenang dan tidak terlalu dalam. Mempunyai kebiasaan beraktivitas dan mencari makan saat malam hari (nocturnal). Ketika siang hari lele dumbo cenderung berdiam diri dan berlindung didaerah yang tenang. Lele dumbo dapat memakan zat-zat renik seperti daphnia, moina, copepoda dan cladocera. Lele dumbo dapat memakan hewan-hewan air yang lebih besar, memakan bangkai dan juga kanibal (pemakan sesama jenis). dalam beberapa kasus lele juga kadang memakan dedaunan atau sayuran.
Lele dumbo dapat hidup dengan ketinggian 1-800 m dpl pada suhu berkisar 20-30 derajat celcius, suhu optimal 27 derajat celcius, kandungan oksigen minimal 3 ppm, tingkat keasaman (pH) 6,5-8, kadar karbon dioksida kurang dari 15 ppm.
Lele dumbo memiliki bentuk fisik yang besar, pertumbuhannya cepat, patil yang tidak beracun. Berbeda dengan lele lokal yang memiliki bentuk fisik yang lebih kecil dan memiliki patil yang beracun. Lele dumbo memilki kepala yang pipih pada bagian mulut dan melebar ke samping atau gepeng ke bawah. bentuk tubuh gilig memanjang dengan kulit halus licin tidak bersisik.
Ikan yang satu ini tergolong mudah dipelihara karena daya tahan tubuhnya yang kuat, berbeda dengan beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Kemudian juga penikmat olahannya juga banyak sehingga membuat lele memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Cocok untuk dibudidayakan. Namun dibalik semua yang terlihat mudah itu, ada beberapa hal yang sulit dan jarang di ketahui banyak orang tentang penanganan seperti perawatan, pengolahan dan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya silahkan klik disni.
Baca juga: Bahaya mengkonsumsi ikan lele
3. Ikan gurami
Ikan ini mudah ditemukan di perairan tropis atau subtropis. habitat asli ikan gurami adalah sungai atau rawa air tawar. sama seperti ikan lele, ikan gurami juga memiliki alat bantu pernafasan berupa labirin. labirin ini merupakan alat pernafasan berupa selaput yang berbentuk tonjolan pada tepi atas lapisan insang pertama. Pada selaput ini terdapat pembuluh darah kapiler, sehingga memungkinkan bagi ikan untuk mengambil oksigen langsung dari udara.Pertumbuhan ikan gurami lebih lambat dari pada ikan air tawar lainnya. Tetapi dalam kondisi lingkungan yang baik, pertumbuhan gurami dapat berlangsung dengan baik. Awal pertumbuhan gurami jantan lebih lambat dibandingkan dengan gurami betina. Namun untuk pertumbuhan selanjutnya gurami jantan lebih memanjang dan melebar, sehingga bentuk tubuh menjadi tampak pipih. Ikan gurami betina akan menebal, dan akan tampak lebih gemuk. Sewaktu ikan mulai matang kelamin, pertumbuhan mengalami perlambatan. Gurami termasuk pemakan segala (omnivora). Benih gurami lebih menyenangi larva serangga, crustaceae, zooplankton dan cacing sutra. Ketika sudah besar, gurami cenderung menjadi pemakan daun dari tumbuhan air. Makanan dan kebiasaan makan ikan gurami dapat berubah sesuai dengan keadaan lingkungan hidupnya. Dalam lingkungan yang berbeda, ikan lebih bergantung atau berkorelasi dengan ketersediaan makanan.
Gurami merupakan penghuni air tenang dan dalam, dengan dasar tidak keras tetapi juga tidak berlumpur. Hal ini ditunjukan dengan kondisi fisik yang pipih dan tinggi, dengan bentuk sirip ekor setengah lingkaran. Kondisi perairan yang cocok pada suhu optimum 24-28 derajat celcius, kandungan oksigen terlarut 3-5 ppm dengan tingkat keasaman (pH) 7-8. Kepekatan karbon dioksida terlarut mencapai 100 ppm sebesar 15 ppm, gurami masih mampu bertahan hidup. Kandungan zat beracun seperti amonia (NH3) atau amonium (NH4) maupun sulfida dalam bentuk asam sulfida (H2S), tidak begitu berpengaruh pada kehidupan ikan gurami.
Itulah beberapa ikan yang memungkinkan untuk di budi dayakan dengan sistem akuaponik. Masih ada lagi beberapa jenis ikan lainnya yang juga bisa diterapkan dengan sistem akuaponik. Nanti akan saya lanjutkan di artikel selanjutnya. Terimakasih, semoga bermanfaat.
Lanjutan Bagian 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar