Kus kus merupakan salah satu mamalia
berkantung yang ada di Indonesia. seperti kanguru dari Australia, kus kus
betina melahirkan anaknya kemudian merawat dan membawa anaknya dalam kantung
yang terdapat di perutnya. Mungkin inilah asal mula ide pembuatan gendongan
bayi. Kus kus merupakan spesies paling menarik di Indonesia terutama di
Sulawesi. Hewan berkantung atau disebut juga marsupial biasanya dianggap
merupakan spesies khusus Australia dan Amerika Selatan, akan tetapi ini adalah
pengecualian.
Kus kus adalah satu-satunya marsupial di
Asia dan merupakan bangsa bajing paling primitif di dunia. Di Indonesia,
tepatnya di Sulawesi, terdapat dua spesies kus kus yaitu kus kus kerdil dan kus
kus beruang. Mereka hidup di bagian atas kanopi hutan, menyantap dedaunan,
bersama berbagai monyet dan tarsius (sejenis primata Asia). Masyarakat Sulawesi
menyebut kus kus dengan sebutan memu.
Ditempat tinggalnya yaitu hutan Sulawesi, merupakan hutan tropis dataran rendah paling besar di seluruh dunia, dan sebagian belum di eksplorasi. Sebagian dari spesies-spesies di Sulawesi yang unik seperti kus kus bisa saja punah sebelum pernah ditemukan orang.
Kus kus
berbeda dengan Kukang
Kus kus merupakan nama yang diberikan untuk spesies untuk empat genus
possum Australia. Genus yang termasuk spesies kus kus yaitu: Ailurops,
Phalanger, Spilocuscus, Stringocuscus. Kus kus sering dianggap hewan yang sama
dengan kukang, padahal keduanya memang berbeda.
Kukang merupakan merupakan jenis hewan yang pemalu, sering kali ia berada
di pohon pada ketinggian yang cukup tinggi. Kukang bergerak lambat, namun pada
malam hari dia aktif dan bergerak dengan sepat, memiliki warna rambut yang
menutupi kulit cukup beragam. Mulai dari warna keabu keputihan, kecoklatan
hingga kehitam-hitaman. Kukang memiliki bisa atau racun dan barisan gigi yang
tajam. Memiliki berat badan sekitar 0,375 hingga 0,9 kilogram, panjang sekitar
19 sampai 30 cm.
Di Indonesia kukang banyak ditemukan di kawasan satwa liar hutan Sumatra,
Jawa dan Kalimantan. Kukang merupakan binatang langka dan di lindungi di
Indonesia, sama seperti kus kus.
Ciri utama kus kus selain kantong yang terdapat pada perutnya adalah bentuk muka
yang bundar dengan daun telinga yang kecil, serta bulu yang lebat. selain itu
kus kus memiliki ekor yang panjang dan kuat. Ekor tersebut sangat berguna bagi
kus kus sebagai alat pertahanan diri dan alat untuk berpegangan saat berpindah
dari satu dahan pohon ke dahan pohon lainnya. Kus kus betina memiliki sebuah
kantung pada perutnya dengan 4 buah puting susu.
Kus kus
merupakan hewan yang pendiam, aktivitas yang disukainya adalah tidur untuk
membantunya lebih cepat dalam mencerna makanan. Habitatnya di pohon-pohon yang
tinggi dan rimbun seperti pohon Matoa (Pometia, sp.), kus kus beraktivitas pada
malam hari (nocturnal) dan beristirahat pada siang hari di pepohonan yang
rimbun atau pada lubang-lubang di dalam tanah. Makanan kus kus adalah dedaunan
seperti daun kayu bugis, daun pohon kayu kambing, buah-buahan seperti buah
pohon Rao, buah pepaya dan buah jeruk, bunga dan kulit pohon.
Kus kus
merupakan hewan mamalia, yaitu hewan yang berkembang biak dengan cara
melahirkan dan menyusui anaknya. Kus kus tidak memiliki musim kawin tertentu,
namun ia memiliki banyak pasangan untuk kawin. Lama kehamilan pada kus kus
adalah sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Seekor kus kus betina dapat melahirkan
2 sampai 3 anak Saat dilahirkan , bayi kus kus masih berbentuk Embrio yang
secara alami akan merayap menuju kantung induknya, ia akan berdiam didalam
kantong tersebut dan menghisap puting susu induknya selama 6 hingga 7 bulan.
setelah melewati masa itu, bayi kus kus akan memulai belajar memakan apa yang
dimakan oleh induknya. Salah satu spesies kus kus terbesar adalah kus kus
beruang. panjang tubuhnya bisa mencapai 110 cm, panjang badan 56 cm dan panjang
ekor 54 cm.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar