Rabu, Maret 01, 2017

kus kus, si marsupial Indonesia


kus kus

Kus kus merupakan salah satu mamalia berkantung yang ada di Indonesia. seperti kanguru dari Australia, kus kus betina melahirkan anaknya kemudian merawat dan membawa anaknya dalam kantung yang terdapat di perutnya. Mungkin inilah asal mula ide pembuatan gendongan bayi. Kus kus merupakan spesies paling menarik di Indonesia terutama di Sulawesi. Hewan berkantung atau disebut juga marsupial biasanya dianggap merupakan spesies khusus Australia dan Amerika Selatan, akan tetapi ini adalah pengecualian.

 

Kus kus adalah satu-satunya marsupial di Asia dan merupakan bangsa bajing paling primitif di dunia. Di Indonesia, tepatnya di Sulawesi, terdapat dua spesies kus kus yaitu kus kus kerdil dan kus kus beruang. Mereka hidup di bagian atas kanopi hutan, menyantap dedaunan, bersama berbagai monyet dan tarsius (sejenis primata Asia). Masyarakat Sulawesi menyebut kus kus dengan sebutan memu.

 

Ditempat tinggalnya yaitu hutan Sulawesi, merupakan hutan tropis dataran rendah paling besar di seluruh dunia, dan sebagian belum di eksplorasi. Sebagian dari spesies-spesies di Sulawesi yang unik seperti kus kus bisa saja punah sebelum pernah ditemukan orang.


Kus kus berbeda dengan Kukang

Kus kus merupakan nama yang diberikan untuk spesies untuk empat genus possum Australia. Genus yang termasuk spesies kus kus yaitu: Ailurops, Phalanger, Spilocuscus, Stringocuscus. Kus kus sering dianggap hewan yang sama dengan kukang, padahal keduanya memang berbeda.

 

Kukang merupakan merupakan jenis hewan yang pemalu, sering kali ia berada di pohon pada ketinggian yang cukup tinggi. Kukang bergerak lambat, namun pada malam hari dia aktif dan bergerak dengan sepat, memiliki warna rambut yang menutupi kulit cukup beragam. Mulai dari warna keabu keputihan, kecoklatan hingga kehitam-hitaman. Kukang memiliki bisa atau racun dan barisan gigi yang tajam. Memiliki berat badan sekitar 0,375 hingga 0,9 kilogram, panjang sekitar 19 sampai 30 cm.

 

Di Indonesia kukang banyak ditemukan di kawasan satwa liar hutan Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Kukang merupakan binatang langka dan di lindungi di Indonesia, sama seperti kus kus.


kukang

Ciri utama kus kus selain kantong yang terdapat pada perutnya adalah bentuk muka yang bundar dengan daun telinga yang kecil, serta bulu yang lebat. selain itu kus kus memiliki ekor yang panjang dan kuat. Ekor tersebut sangat berguna bagi kus kus sebagai alat pertahanan diri dan alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan pohon ke dahan pohon lainnya. Kus kus betina memiliki sebuah kantung pada perutnya dengan 4 buah puting susu.


Kus kus merupakan hewan yang pendiam, aktivitas yang disukainya adalah tidur untuk membantunya lebih cepat dalam mencerna makanan. Habitatnya di pohon-pohon yang tinggi dan rimbun seperti pohon Matoa (Pometia, sp.), kus kus beraktivitas pada malam hari (nocturnal) dan beristirahat pada siang hari di pepohonan yang rimbun atau pada lubang-lubang di dalam tanah. Makanan kus kus adalah dedaunan seperti daun kayu bugis, daun pohon kayu kambing, buah-buahan seperti buah pohon Rao, buah pepaya dan buah jeruk, bunga dan kulit pohon.


kuskus 2

Kus kus merupakan hewan mamalia, yaitu hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan dan menyusui anaknya. Kus kus tidak memiliki musim kawin tertentu, namun ia memiliki banyak pasangan untuk kawin. Lama kehamilan pada kus kus adalah sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Seekor kus kus betina dapat melahirkan 2 sampai 3 anak Saat dilahirkan , bayi kus kus masih berbentuk Embrio yang secara alami akan merayap menuju kantung induknya, ia akan berdiam didalam kantong tersebut dan menghisap puting susu induknya selama 6 hingga 7 bulan. setelah melewati masa itu, bayi kus kus akan memulai belajar memakan apa yang dimakan oleh induknya. Salah satu spesies kus kus terbesar adalah kus kus beruang. panjang tubuhnya bisa mencapai 110 cm, panjang badan 56 cm dan panjang ekor 54 cm.


kus kus beruang

Referens; bbc.com, wikipedia, cintasians.com, inspirasisukses.com, pecintasatwa.com

#kuskus #kukang #satwadilindungi #bedakuskusdankukang #biologi #mamalia #marsupial #indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar