Selasa, Februari 21, 2017

Masalah dan Solusi Baterai Smart Phone


Baterai merupakan salah satu komponen utama pada smart phone yang jarang di perhatikan atau di pertanyakan. Saat membeli smart phone baru kebanyakan orang cenderung lebih memperhatikan tentang kualitas kamera, memori dan processor yang digunakan. Padahal baterai merupakan sumber energi utama dan satu-satunya pada smart phone. Kebanyakan orang baru akan menilai begitu sudah ada permasalahan dengan baterai smart phone yang mereka gunakan. “Kenapa baterai smart phone saya cepat habis? kenapa baterai tidak bisa penuh saat di cas? kenapa baterai hp saya bunting atau menggelembung?” dan berbagai pertanyaan lainnya akan masalah dari baterai handphone, Baru kemudian menilai buruk brand atau merk smart phone yang diguakan. Padahal belum tentu kualitas baterai dari smart phone tersebut yang buruk! Bisa saja karena penggunaan yang ekstrim, intens dan tidak sesuai pada smart phone. Simak penjelasan berikut.
Baterai kembung/bunting/menggelembung/hamil
hp kembung, Elbaihaki blog
Yang seperti ini bisa kita terima sebagai baterai yang sudah tidak normal lagi.
Diagnosa: Cara mendiagnosanya dengan meraba bagian belakang ponsel, jika mudah sekali panas kemungkinan baterai akan menggelembung. jika sudah terasa tonjolan pada bagian cover belakang tempat baterai, maka sudah positif baterai ponsel anda hamil. Jika kurang yakin, copot baterai ponsel anda dan coba putarkan dengan posisi terbaring. Putar seperti biasa memutar gangsing, jika bisa berputar maka baterai sudah hamil dan akan membesar beberapa waktu kemudian jika terus digunakan.
Diagnosa berikutnya dengan melihat status baterai. Jika status baterai tiba-tiba turun drastis dan cepat habis, maka baterai anda berpotensi akan menggelembung. Proses pengisian daya baterai yang lama juga merupakan indikasi adanya masalah pada baterai anda.
Penyebab: Charger yang tidak sesuai. Beberapa charger berkualitas buruk bisa membahayakan ponsel. Namun bukan berarti harus selalu menggunakan charger bawaan ponsel. Charger USB manapun bisa digunakan, hanya saja kinerja dan performanya berbeda-beda. Seperti charger yang menyalurkan arus 2 ampere akan akan lebih cepat dibandingkan dengan charger dengan arus 1 ampere. Untuk charger bawaan ponsel dengan jenis smart phone kebanyakan sudah menggunakan yang 2 ampere atau lebih.
Penyebab lainnya bisa karena penggunaan yang intens dan ekstrim, contoh, bermain game berat seperti game 3D bersamaan dengan menjalankan aplikasi lainnya, semisal mendengarkan musik, radio, chatting dan lain-lain.
Solusi: Solusinya adalah dengan mengganti jenis charger, Sesuaikan dengan kapasitas ponsel. mengurangi penggunaan yang intens seperti bermain game. Karena aktifitas yang banyak menguras baterai adalah bermain game, terutama game 3D. Lalu aplikasi GPS atau aplikasi lainnya yang mengaktifkan fitur GPS. Jika sudah terlanjur menggelembung, ganti baterai dengan yang baru namun sesuaikan juga dengan kapasitas ponsel.
Ada cara untuk mengembalikan baterai yang sudah menggelembung (untuk baterai Lithium-Ion modern mungkin tidak akan berhasil). Caranya yaitu dengan membungkus baterai yang bunting tadi dengan plastik serapat mungkin, kemudian bekukan di dalam freezer selama 1 malam atau seharian penuh sampai beku, ambil baterai, jika baterai masih menggelembung berarti metode ini tidak berhasil pada baterai anda, tapi jika kempes (tidak menggelembung) langsung buka pembungkus plastiknya, keringkan baterai dari uap air yang menempel terutama pada bagian kutub + dan – dengan kain, pastikan sudah tidak ada uap air yang keluar lagi dari baterai. Jika sudah, pasang baterai pada ponsel dan isi dayanya. Pada beberapa kasus, metode ini berhasil dan ada juga yang gagal.
Baterai tidak penuh penuh saat pengisian
shutterstock_161330822-min, Ini-TekIn
Ini juga merupakan sebuah indikasi yang mengarah pada kerusakan bateri yang mungkin akan menggelembung. Namun ketika pengisian baterai memakan waktu lama dan tidak penuh penuh padahal kondisi baterai sebelumnya masih bagus dan tidak menggelembung, cobalah untuk me restart ponsel anda dan coba sambungkan kembali dengan pengisi daya. Akan lebih baik jika anda mengisi baterai dalam kondisi mati atau off. cara-cara tersebut bisa mengurangi potensi akan kerusakan baterai seperti bateri menggelembung.
Charger yang digunakan menyalurkan arus yang sedikit. Untuk ponsel jenis smart phone umumnya membutuhkan charger yang mengalirkan arus yang lebih besar semisal 2 ampere.
penyebab-baterai-smartphone-lama-terisi-penuh-ketika-dicas-3, Info Tekno    kdk, Kepo Info
Bagaimana jika menggunakan charger yang amperenya lebih rendah? metode ini sangat tidak dianjurkan. efeknya adalah pengisian daya yang lama dan ketidak seimbangan arus yang diterima. Beberapa smart phone sudah memakai fitur Fallback, yang akan mematikan arus listrik jika terdeteksi smart phone yang berusaha mengambil arus lebih.
Menggunakan charger kodok atau charger universal juga tidak dianjurkan, hal ini dikarenakan tidak bisa mengendalikan arus listrik yang masuk ke baterai dan tidak diketahui kapan baterai penuh dan harus dicabut. efeknya adalah kebocoran pada baterai, bahkan bisa menyebabkan baterai meledak dan terbakar.
Baterai ponsel rusak bahkan meledak jika diisi terlalu lama
Untuk jenis ponsel pintar, umumnya sudah bisa memutus arus listrik secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh walaupun masih tersambung ke charger.
baca juga: Petir | Proses, Bahaya dan Antisipasi
Bahayanya adalah jika ponsel tidak bisa memutus arus listrik secara otomatis ketika baterai sudah penuh, dan anda tidak mencabutnya ditambah anda menaruhnya di sofa atau kasur atau ditempat yang menghambat sirkulasi udara ponsel maka ponsel akan cepat panas dan bisa saja meledak. Salah satu pemicunya adalah overheating dan korsleting listrik.
Menggunakan ponsel sambil di-charge
Tidak dianjurkan menjalankan aplikasi yang berat dalam waktu yang lama sambil melakukan pengisian daya baterai, karena beresiko overheating atau terjdi arus pendek.
Beberapa pendapat mengungkapkan menggunakan ponsel saat sedang di-charge tidak berpengaruh buruk pada baterai. Digunakan atau tidak, baterai ponsel akan terisi seperti yang seharusnya. Lagi pula, ponsel sering kali aktif secara otomatis ketika sedang di-charge untuk mengunduh update software lewat Wi-Fi atau sinkronisasi data. Dalam kondisi hujan petir sebaiknya jangan lakukan aktifitas tersebut.

teknologi layar smartphone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar