Resistor KSN
Resistor KSN adalah resistor yang besarnya hambatan akan
mengecil jika suhunya bertambah besar, sering disebut juga dengan thermistor
ataupun thernewid. Koefisien suhu dari resistor KSN terletak antara kira- kira
-2 % dan -5 % tiap derajad celcius. Resistor KSN yang pada suhu 25 derajad
celcius memiliki nilai hambatan 50 ohm dan koefisien suhu -5 % tiap derajad
celcius akan mempunyai nilai hambatan 47,5 ohm pada suhu 26 derajad celcius.
Nilai hambatan pada suhu 27 derajad celcius ialah 95 % dari 47,5 ohm dan seterusnya.
Resistor-resistor KSN dipakai pada alat-alat elektronik
untuk membatasi arus penghidup dan untuk membuat titik suai dari tangga-tangga
akhir transistor tidak tergantung dari suhu sekitarnya. Beberapa jenis KSN atau
thermistor yang biasa dipakai yaitu : Koefisien temperatur positif (positif
temperature coefficient /(p.t.c.) dan koefisien temperatur negatif/ negatif
temperature coefisien (n.t.c.). Simbol thermistor dalam sirkuit adalah seperti
berikut:
Thermistor PTC dan NTC mempunyai karakter yang berlawanan.
PTC akan mengalami kenaikan nilai tahanan apabila temperatur disekitarnya naik.
Sebaliknya NTC akan mengalami pengurangan nilai tahanan bila temperature sekitarnya
mengalami kenaikan.
Aplikasi pemakaian pada kendaraan untuk jenis resistor
ini banyak dimanfaatkan untuk mendeteksi temperature air pendingin mesin.
Misalkan pada sistem pendingin yang menggunakan thermistor jenis NTC (yang
paling banyak diaplikasikan), naiknya suhu air pendingin akan menurunkan nilai
tahanan termistor, menyebabkan arus lebih banyak mengalir, dan hasil penunjukan
meteran akan bertambah
Resistor LDR
Resistor LDR Adalah sebuah resistor yang nilai
hambatannya akan menurun jika terkena cahaya, dapat juga disebut fotoresistor.
Bahan LDR termasuk pada semikonduktor yang dalam keadaan gelap mempunyai
tahanan yang besar sekali, sedangkan apabila terkena cahaya atau disinari,
tahanannya akan menurun sebanding dengan intensitas cahaya itu. Berikut simbol resistor LDR
Resistor VDR
VDR adalah sejenis resistor yang nilai hambatannya
tergantung dari besarnya tegangan yang dipasang pada kedua ujungnya, artinya
apabila bertambah besar tegangan di
kedua ujungnya, maka nilai hambatannya
akan mengalami penurunan dan arus yang melaluinya akan bertambah besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar