Secara umum, tujuan yang ingin dicapai melalui kebijakan fiskal adalah kestabilan ekonomi yang lebih mantap, artinya tetap mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi yang layak tanpa adanya pengangguran yang berarti, dan terjaganya (kestabilan) harga-harga umum.
Stabilitas Harga
Penurunan yang tajam dari dalam harga-harga umum
(deflasi) jelas akan mendorong timbulnya pengangguran karena sektor usaha
swasta akan kehilangan harapan untuk mendapat keuntungan. Demikian pula
sebaliknya, harga-harga umum yang meningkat terus (inflasi) juga mempunyai
akibat yang tidak baik bagi perekonomian. Karena penghasilan yang diterima oleh
masyarakat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang harganya terus naik.
Inflasi yang berkepanjangan akan melemahkan perekonomian karena para memilik
modal akan beralih dari investasi produktif
ke investasi dalam bentuk barang-barang tahan lama seperti rumah, tanah, dan
gedung karena hal ini lebih menguntungkan daripada investasi produktif.
Untuk mengatasi kondisi deflasi maupun inflasi, kebijakan
fiskal dilaksanakan melalui kebijakan
berikut ini:
- Mengubah Pengeluaran Pemerintah Dalam kondisi inflasi, uang yang beredar melebihi dari yang diperlukan dalam perekonomian. Untuk itu pemerintah mengurangi pengeluaran sehingga mengakibatkan tabungan (pendapatan lebih besar daripada pengeluaran).
- Mengubah Tingkat Pajak Menaikkan tarif pajak pendapatan masyarakat sehingga mengakibatkan turunnya tingkat konsumsi masyarakat.
- Pinjaman Paksa Pemerintah memotong gaji pegawai negeri sebagai pinjaman pemerintah untuk mengurangi jumlah uang yang beredar.
Mencegah Pengangguran
Pencegahan timbulnya pengangguran merupakan tujuan yang
paling utama dari kebijakan fiskal. Mengapa? Karena suatu perekonomian dapat
mencapai laju pertumbuhan yang dikehendaki melalui tingkat penggunaan tenaga
kerja penuh (full employment). Full employment dapat diartikan sebagai suatu
keadaan yang menunjukkan seluruh angkatan kerja mendapat pekerjaan. Kondisi ini
dapat terwujud bila pemerintah mampu menambah lapangan kerja sehingga dapat menampung
seluruh tenaga kerja.
Kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah, dalam hal
ini, antara lain, dengan mengundang investor asing untuk berinvestasi di
Indonesia. Dari dalam negeri, pemerintah penambah pengeluaran untuk membuka
lapangan kerja padat karya melalui proyek-proyek pembangunan fisik, di bidang
moneter pemerintah mempermudah kredit usaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar