Dalam komunikasi data harus dibedakan antara data dan sinyal. Data didefinisikan sebagai besaran yang mempunyai atau membawa pengertian sedangkan sinyal adalah representasi data tersebut dalam bentuk besaran listrik seperti tegangan atau arus. Besaran listrik inilah yang dapat diolah, diukur ataupun dikirimkan ke tempat lain. Pengembalian sinyal menjadi data kembali memungkinkan penyebarluasan dari data tersebut. Data bila dirangkai akan menghasilkan informasi. Baik data maupun sinyal dapat berbentuk analog ataupun digital. Data digital bukan berarti bahwa sinyalnya harus digital. Representasi data menjadi sinyal merupakan proses yang tidak saling bergantung akan tetapi ditentukan oleh pertimbangan teknik dan ekonomik.
Data analog adalah data yang mempunyai nilai yang kontinu untuk selang waktu tertentu.
Contoh data analog misalnya temperatur, tekanan, kecepatan, suara, video dan
lain sebagainya. Data digital akan mempunyai nilai diskrit yang besarnya
tertentu dan tetap untuk selang waktu tertentu misalnya jumlah huruf dalam satu
kata, bilangan, dan sebagainya.
Sinyal
analog merupakan sinyal listrik yang besarnya berubah-ubah setiap saat misalnya
tegangan yang berubah tiap saat. Sinyal analog dapat digambarkan sebagai sinyal
yang mempunyai bentuk gelombang sinus.
Sinyal
digital adalah sinyal yang besaran listriknya berbentuk pulsa yaitu gelombang
yang misalnya tegangannya tetap selama jangka waktu tertentu. Sinyal digital
biasanya merepresentasikan bilangan biner 1 dan ditandai dengan kehadiran pulsa
serta bilangan biner 0 yang ditandai dengan tidak adanya pulsa atau pulsa yang
lain bentuknya dari pulsa untuk bilangan biner 1.
Secara
teknik data analog akan direpresentasikan dengan sinyal analog melalui
transducer yang sesuai demikian pula data digital akan direpresentasikan ke
dalam sinyal digital melalui proses yang dikenal sebagai encoding. Bilamana
data analog ingin direpresentasikan dengan sinyal digital ia harus melalui
proses coding, sedangkan data digital yang ingin direpresentasikan ke dalam
sinyal analog akan mengalami proses modulasi.
Dalam
penyalurannya baik sinyal analog maupun sinyal digital dapat mengalami beberapa
kali konversi dari analog ke digital dan sebaliknya. Konversi ini sedapat
mungkin harus sesedikit mungkin karena kualitas sinyal akan menurunkarena
adanya gangguan alami yang tidak dapat dihilangkan. Jaringan telekomunikasi
sekarang ini sebagian besar menggunakan sinyal digital sehingga gangguan dapat
diperkecil.
Dalam
dunia elektronika dikenal dua jenis sinyal listrik yaitu analog dan digital.
Sinyal listrik analog adalah sinyal yang sifatnya seperti gelombang, jadi dapat
dikatakan sinyalnya selalu sambung menyambung atau tidak ada perubahan yang
tiba-tiba antara bagian-bagian sinyal tersebut. Sinyal listrik digital adalah sinyal yang sifatnya seperti pulsa, jadi
dapat dikatakan sinyal tersebut terputus-putus atau terjadi perubahan yang
tiba-tiba antara bagian-bagian sinyal tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar