Transistor secara tradisional telah digunakan sebagai alat-alat amplifikasi (penguat), di mana kontrol basis arus digunakan untuk membuat transistor konduktif hingga derajat yang lebih besar atau lebih kecil. Hingga baru-baru ini, mereka tidak banyak digunakan untuk aplikasi power elektronik . Alasan utama adalah karena sirkuit-sirkuit protektif dan kontrol jauh lebih rumit dan mahal, dan transistor tidak tersedia untuk aplikasi berdaya tinggi. Mereka juga tidak mempunyai kapasitas overload thyristor dan untuk melindungi transistor dengan sekering tidak layak.
Transistor NPN, yang
dikenal sebagai BJT, adalah alat
hemat biaya untuk digunakan dalam konverter elektronika daya. BJT modern
biasanya disuplai dalam sebuah modul yang dipadatkan dan masing-masing BJT
mempunyai dua terminal power, yang dinamakan kolektor (C) dan emitter (E), dan
satu terminal kontrol ketiga yang dinamakan base (B).
Berikut kelebihan-kelebihan BJT sebagai sebuah saklar:
- Memerlukan tegangan driving yang sangat rendah
- Bisa beroperasi pada kecepatan yang sangat tinggi
- Bisa dihidupkan dan dimatikan dari terminal base, yang membuat mereka cocok untuk sirkuit inverter berkomutasi sendiri
- Kapabilitas penanganan power yang baik
- Penurunan teangan konduksi forward rendah.
Berikut ini adalah kelemahan BJT sebagai saklar:
- Dianggap kurang kokoh dan kurang toleran terjadi overload dan spikes dibanding thyristor
- Tidak mentolerir reverse voltage
- Waktu switching relatif lambat dibanding alat lain
- Area operasi aman yang buruk
- Mempunyai persyaratan driver gate terkontrol arus yang kompleks.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar