Menurut Sadono Sukirno (2011), pembangunan ekonomi adalah
pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak
kegiatan ekonomi. Berikut ini adalah penjabaran dari beberapa masalah
pembangunan ekonomi atau faktor penghambat pembangunan ekonomi:
Pengangguran
pengangguran telah menjadi masalah yang begitu serius,
terutama bagi para negara-negara berkembang. Pengangguran bisa menyebabkan
masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal
ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil
(nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah dari pada pendapan potensial
(pendapatan yang seharusnya).
Adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat
berkurang, sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi juga akan
berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan investor untuk melakukan
perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian, tingkat investasi
menurun sehingga pertumbuhan ekonomi pun tidak akan terpacu.
Kemiskinan
Herlan Firmansyah (2016) menyatakan bahwa kemiskinan
seringkali menjadi masalah yang tidak pernah terselesaikan dalam setiap tahapan
pembangunan ekonomi negara berkembang. Hal tersebut diakibatkan adanya siklus
yang terjadi secara berulang dan sulit terselesaikan, yang sering diistilahkan
dengan lingkaran kemiskinan yang merupakan serangkaian kekuatan yang saling
mempengaruhi secara sedemikian rupa, sehingga menimbulkan keadaan dimana suatu
negara akan tetap miskin dan akan tetap mengalami banyak kesukaran untuk
mencapai tingkat pembangunan yang lebih tinggi.
Ketimpangan dalam distribusi pendapatan
Leni Permana (2009) menyatakan bahwa masalah kemiskinan
seringkali dihubungkan dengan masalah ketidakmerataan distribusi pendapatan.
Pertumbukan ekonomi yang terus-menerus tidak selalu dapat mengurangi tingkat
kemiskinan atau pertumbuhan ekonomi tidak berkorelasi positif dengan distribusi
pendapatan. Ketimpangan distribusi pendapatan membuat jurang si kaya dan si
miskin semakin curam yang mengakibatkan terjadinya kecemburuan sosial dan
berpotensi untuk memicu terjadinya berbagai tindak kriminal.
Ketimpangan dapat disebabkan oleh ketidaksetaraan Sumber
Daya Alam (SDA), keahlian, bakat, dan kapital (sistem ekonomi dimana
perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta
dengn tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar, pemilik modal dalam
melakukan usahanya berusaha untuk meraih keuntungan sebasarbesarnya), serta
strategi pembangunan yang tidak tepat yang berorientasi pada pertumbuhan.
Tingginya angka pertumbuhan penduduk
Tingginya angka pertumbuhan penduduk disebabkan karena
tingginya angka kelahiran di suatu negara, tingginya angka kelahiran disebabkan
karena pada saat ini banyaknya atau maraknya pernikahan dini dan pergaulan bebas yang mengakibatkan
kehamilan dini pula. Banyak pula orang-orang yang beranggapan bahwa banyak anak
banyak rezeki, dan ada pula yang beranggapan bahwa penerus dalam sebuah
keluarga adalah anak laki-laki, sehingga apabila dalam pernikahannya belum
memiliki anak laki-laki maka mereka akan berusaha sampai mendapatkan anak
laki-laki.
Untuk itu, perlu adanya pembelajaran atau sosialisasi terhadap
warga masyarakat, khususnya para remaja (menginjak dewasa) terkait hubungan
suami istri (seksual). Disamping itu, peran orang tua dalam mendidik dan
menjaga anak-anaknya, kemudian aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan lingkungan, pemerintah dengan program KB dan peran para tokoh
masyarakat dalam kehidupan sosial bernegara perlu ditingkatkan. Terutama bagi orang
tua dan juga tokoh masyarakat, yang berada dekat dan berpengaruh secara langsung pada kehidupan
para remaja dilingkungan sekitarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar