#reaksi #redoks #reduksi #oksidasi #penerapan redoks #belajardarirumah
Teori Reaksi Redoks
Seiring dilakukannya berbagai percobaan, konsep atau teori redoks telah mengalami perkembangan. Muncullah teori yang lebih modern yang hingga saat ini masih dipakai. Dalam teori ini disebutkan bahwa:
Oksidasi adalah proses yang menyebabkan hilangnya satu
atau lebih elektron dari dalam zat. Zat yang mengalami oksidasi menjadi lebih
positif.
Reduksi adalah proses yang menyebabkan diperolehnya satu
atau lebih elektron oleh suatu zat. Zat yang mengalami reduksi akan menjadi
lebih negatif.
Konsep reaksi redoks banyak digunakan dalam proses
industri. Beberapa industri yang sering menggunakan reaksi redoks di antaranya
sebagai berikut.
Industri pelapisan logam
Industri pelapisan logam adalah industri pelapisan logam
dengan unsur-unsur lain yang meningkatkan kualitas logam tersebut. Sebagai
contoh pelapisan besi dengan seng atau krom untuk menjaga besi dari perkaratan,
melapisi tembaga dengan emas.
Industri aki dan baterai
Aki dan baterai merupakan sumber energi listrik searah
yang bekerja menggunakan prinsip reaksi redoks.
Reaksi yang terjadi pada aki:
Pb(s) + PbO2(s) + 4H+(aq) + 2SO42–(aq) ® 2PbSO4(s) + 2H2O( l )
Reaksi yang terjadi pada baterai:
Zn(s)+ 2MnO2(s)+2NH4+(aq) ® Zn2+(aq)+
Mn2O3(s)+2NH3(aq)+ H2O( l )
Industri pengolahan logam
Bijih-bijih logam umumnya terdapat dalam bentuk senyawa oksida, sulfida, dan karbonat. Bijih-bijih sulfida dan karbonat diubah terlebih dahulu menjadi oksida melalui pemanggangan. Setelah itu bijih oksida direduksi menjadi logam. Contoh: Besi diperoleh dengan cara mereduksi bijih besi Fe2O3 dengan reduktor kokas (C) dalam tanur tinggi. C akan teroksidasi menjadi CO dan CO akan mereduksi Fe2O3 menjadi Fe.
2C + O2 ® 2CO
Fe2O3 + 3CO ® 2Fe + 3CO2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar