Sabtu, Maret 20, 2021

Penerapan Reaksi Redoks pada Dunia Industri

#reaksi #redoks #reduksi #oksidasi #penerapan redoks #belajardarirumah

Teori Reaksi Redoks

Seiring dilakukannya berbagai percobaan, konsep atau teori redoks telah mengalami perkembangan. Muncullah teori yang lebih modern yang hingga saat ini masih dipakai. Dalam teori ini disebutkan bahwa:

Oksidasi adalah proses yang menyebabkan hilangnya satu atau lebih elektron dari dalam zat. Zat yang mengalami oksidasi menjadi lebih positif.

Reduksi adalah proses yang menyebabkan diperolehnya satu atau lebih elektron oleh suatu zat. Zat yang mengalami reduksi akan menjadi lebih negatif.



Konsep reaksi redoks banyak digunakan dalam proses industri. Beberapa industri yang sering menggunakan reaksi redoks di antaranya sebagai berikut.

Industri pelapisan logam

Industri pelapisan logam adalah industri pelapisan logam dengan unsur-unsur lain yang meningkatkan kualitas logam tersebut. Sebagai contoh pelapisan besi dengan seng atau krom untuk menjaga besi dari perkaratan, melapisi tembaga dengan emas.

 

Industri aki dan baterai

Aki dan baterai merupakan sumber energi listrik searah yang bekerja menggunakan prinsip reaksi redoks.

Reaksi yang terjadi pada aki:

Pb(s) + PbO2(s) + 4H+(aq) + 2SO42–(aq) ® 2PbSO4(s) + 2H2O( l )

Reaksi yang terjadi pada baterai:

Zn(s)+ 2MnO2(s)+2NH4+(aq) ® Zn2+(aq)+ Mn2O3(s)+2NH3(aq)+ H2O( l )

 

Industri pengolahan logam

Bijih-bijih logam umumnya terdapat dalam bentuk senyawa oksida, sulfida, dan karbonat. Bijih-bijih sulfida dan karbonat diubah terlebih dahulu menjadi oksida melalui pemanggangan. Setelah itu bijih oksida direduksi menjadi logam. Contoh: Besi diperoleh dengan cara mereduksi bijih besi Fe2O3 dengan reduktor kokas (C) dalam tanur tinggi. C akan teroksidasi menjadi CO dan CO akan mereduksi Fe2O3 menjadi Fe.

2C + O2 ® 2CO

Fe2O3 + 3CO ® 2Fe + 3CO2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar