Kamis, Maret 11, 2021

Langkah-Langkah Mengamankan Sistem Informasi Supaya Tidak Mudah diserang

Memilih Password

Pemilihan password yang tidak tepat juga dapat menjadi salah satu akibat sebuah keamanan sistem informasi dapat dengan mudah diretas. Pemilihan passwword juga menjadi sebuah perhatian tersendiri dalam sebuah keamanan sistem informasi. Password yang mudah ditebak seperti hal atau kata yang lekat pada anda merupakan password yang salah, pemilihan password seperti itu sangat dimungkinkan keamanan sistem anda akan terancam.



Memasang proteksi

Untuk lebih meningkatkan keamanan sistem informasi, proteksi dapat ditambahkan. Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum) dan yang lebih spesifik adalah firewall. Filter dapat digunakan untuk memfilter e-mail, informasi, akses, atau bahkan dalam level packet.

 

Firewall merupakan sebuah perangkat yang diletakkan antara Internet dengan jaringan internal. Tujuan utama dari firewall adalah untuk menjaga (prevent) agar akses (ke dalam maupun ke luar) dari orang yang tidak berwenang (unauthorized access) tidak dapat dilakukan. Konfigurasi dari firewall bergantung kepada kebijaksanaan (policy) dari organisasi yang bersangkutan, yang dapat dibagi menjadi dua jenis:

  1. Apa-apa yang tidak diperbolehkan secara eksplisit dianggap tidak diperbolehkan (prohibitted).
  2. Apa-apa yang tidak dilarang secara eksplisit dianggap diperbolehkan (permitted).

 

Pemantauan integritas sistem

Pemantaun integritas sistem dijalankan secara berkala untuk menguji integratitas sistem.

 

Melakukan backup secara rutin.

Sering kali tamu tak diundang datang dan masuk kedalam sebuah sistem dan merusak bahkan menghapus informasi-informasi yang ada didalam sebuah sestem tersebut. Jika dalam pengoperasian sebuah sistem tidak adanya backup data, dapat dipastikan data yang ada dalam sistem tersebut akan hilang. Maka dari itu backup data harus dilakukan jika ada tamu tak diundang tersebut datang dan merusak sistem dan informasi didalamnya. Kalau dalam sistem tersebut kita telah melakukan backup data, saat ada tamu tak diundang tersebut kita tak perlu takut akan kehilangan data tersebut.

 

Penggunaan enkripsi

Data-data yang dikirimkan diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah disadap. Banyak servis di Internet yang masih menggunakan plain textuntuk authentication, seperti penggunaan pasangan user id dan password. Informasi ini dapat dilihat dengan mudah oleh program penyadap (sniffer). Contoh servis yang menggunakan plain text antara lain:

  • Akses jarak jauh dengan menggunakan telnet dan rlogin
  • Transfer file dengan menggunakan FTP
  • Akses email melalui POP3 dan IMAP4
  • Pengiriman email melalui SMTP
  • Akses web melalui HTTP / HTTPS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar