Senin, Maret 01, 2021

Kromosom: Fungsi, Struktur, Susunan, Bentuk, Macam, Ukuran dan Jumlah Kromosom

Fungsi Kromosom adalah  membawa sifat individu dan membawa informasi genetika, karena di dalam kromosom mengandung gen. Gen-gen pada kromosom terdapat pada tempatnya yang disebut dengan lokus.

 

Susunan Kromosom

Kromosom pada organisme prokariotik ada yang berupa RNA saja. Ini dapat dijumpai pada virus mozaik (tembakau). Kromosom dapat pula berupa DNA saja misalnya pada virus T dan dapat pula mengandung keduanya yaitu DNA dan RNA seperti pada bakteri Escherichia coli. Kromosom pada organisme eukariotik tersusun dari bagian-bagian berikut.

  1. DNA, menyusun kromosom sekitar 35% dari keseluruhan kromosom.
  2. RNA, menyusun kromosom sekitar 5% dari keseluruhan kromosom.
  3. Protein, protein ini terdiri atas histon yang bersifat basa dan nonhiston yang bersifat asam. Kedua macam protein ini berfungsi untuk menggulung benang kromosom sehingga menjadi pudar dan berperan sebagai enzim pengganda DNA dan pengkopi DNA.

 

Struktur Kromosom

Sentromer

merupakan bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang merupakan pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan. Bagian ini merupakan daerah penyempitan pertama pada kromosom yang khusus dan tetap. Daerah ini disebut juga kinetokor atau tempat melekatnya benang-benang gelendong (spindle fober). Elemen-elemen ini berfungsi untuk menggerakkan kromosom selama mitosis atau sebagian dari mitosis. Pembelahan sentromer ini akan memulai gerakan kromatid pada masa anafase.



Lengan

Bagian lengan ini merupakan bagian badan utama kromosom yang mengandung kromosom dan gen. Umumnya jumlah lengan pada kromosom dua, tetapi ada juga beberapa yang hanya berjumlah satu. Lengan dibungkus oleh selaput tipis dan di dalamnya terdapat matriks yang berisi cairan bening yang mengisi seluruh bagian lengan. Cairan ini mengandung benang-benang halus berpilin yang disebut kromonema. Bagian kromonema yang mengalami pembelahan disebut kromomer yang berfungsi untuk membawa sifat keturunan sehingga disebut sebagai lokus gen. Pada bagian ujung kromosom terdapat suatu tambahan yang disebut satelit.

 

Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut:

  1. Telosentrik. Telosentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu memiliki lengan hanya satu, memiliki bentuk seperti batang, dan letak sentromernya berada di ujung.
  2. Metasentrik. Metasentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang sama panjang, dan letak sentromer berada di tengah memiliki bentuk seperti huruf V.
  3. Akrosentrik. Akrosentrik memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang tidak sama panjang, letak sentromernya dekat ujung, dan memiliki bentuk seperti huruf J.
  4. Submetasentrik. Kedua lengan hampir sama panjang, letak sentromer hampir di tengah, memiliki bentuk seperti huruf L.


Berdasarkan tipenya, kromosom dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Autosom (Kromosom Tubuh). Autosom adalah kromosom tubuh dan tidak menentukan jenis kelamin. Autosom ini mempunyai bentuk pasangan antara jantan dan betina, dan memiliki jumlah n – 1 atau 2n – 2 dengan sifatnya diploid. Autosom biasanya disimbolkan dengan A.
  2. Gonosom (Kromosom Seks). Gonosom adalah kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin. Gonosom ini mempunyai bentuk pasangan tidak sama antara jantan dan betina, berjumlah satu pasang dan bersifat haploid.

 

Ukuran dan Jumlah Kromosom

Ukuran dan jumlah kromosom sangat bervariasi dari berbagai spesies. Sel tubuh kromosom selalu berada dalam keadaan berpasang-pasangan. Kromosom yang berpasangan dengan memiliki bentuk, ukuran dan komposisi sama disebut kromosom homolog. Hal ini dapat dijumpai pada sel tubuh lalat buah yang memiliki 4 macam kromosom homolog, sedangkan manusia mempunyai 23 macam kromosom homolog.

 

Perangkat kromosom disebut genom, pada sel tubuh terdapat sepasang kromosom yang disebut diploid (2n), sedangkan pada sel gamet hanya terdapat satu pasang kromosom saja yang disebut dengan haploid (n). Seseorang yang mengalami penyakit kanker maka set kromosomnya lebih dari dua, kemungkinan terjadi triploid, tetraploid, dan poliploid.

 

Tabel Organisme Diploid

No.

Organisme

Jml Kromosom

No.

Organisme

Jml Kromosom

1

Manusia

46

23

Jamur kapang

2

2

Simpanse

48

24

Ragi

4

3

Kera

48

25

Bawang

34

4

Cacing tanah

36

26

Beras

16

5

Kecoa

23, 24

27

Jagung

24

6

Nyamuk

6

28

Barley

20

7

Drosophila melanogaster

8

29

Gandum untuk air

14

8

Lalat rumah

12

30

Gandum untuk roti

42

9

Ulat sutera

56

31

Tembakau

48

10

Binatang laut

36

32

Tomat

24

11

Ikan mas

94

33

Kentang

48

12

Katak

26

34

Kapas

52

13

kalkun

82

35

Ketimun

14

14

Ayam

78

36

Buncis

22

15

Merpati

80

37

Kacang polong

14

16

Tikus sawah

42

38

Lobak

18

17

Tikus rumah

40

39

Kubis

18

18

Kucing

38

40

Ceri

32

19

Anjing

78

41

Cemara

24

20

Keladai

62

42

Hydra

32

21

Sapi

60

 

 

 

22

kuda

64

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar