Fungsi Kromosom adalah membawa sifat individu dan membawa informasi
genetika, karena di dalam kromosom mengandung gen. Gen-gen pada kromosom
terdapat pada tempatnya yang disebut dengan lokus.
Susunan Kromosom
Kromosom pada organisme prokariotik ada yang berupa RNA saja. Ini dapat dijumpai pada virus mozaik (tembakau). Kromosom dapat pula berupa DNA saja misalnya pada virus T dan dapat pula mengandung keduanya yaitu DNA dan RNA seperti pada bakteri Escherichia coli. Kromosom pada organisme eukariotik tersusun dari bagian-bagian berikut.
- DNA, menyusun kromosom sekitar 35% dari keseluruhan kromosom.
- RNA, menyusun kromosom sekitar 5% dari keseluruhan kromosom.
- Protein, protein ini terdiri atas histon yang bersifat basa dan nonhiston yang bersifat asam. Kedua macam protein ini berfungsi untuk menggulung benang kromosom sehingga menjadi pudar dan berperan sebagai enzim pengganda DNA dan pengkopi DNA.
Struktur Kromosom
Sentromer
merupakan bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang
merupakan pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan. Bagian ini
merupakan daerah penyempitan pertama pada kromosom yang khusus dan tetap.
Daerah ini disebut juga kinetokor atau tempat melekatnya benang-benang
gelendong (spindle fober). Elemen-elemen ini berfungsi untuk menggerakkan
kromosom selama mitosis atau sebagian dari mitosis. Pembelahan sentromer ini
akan memulai gerakan kromatid pada masa anafase.
Lengan
Bagian lengan ini merupakan bagian badan utama kromosom
yang mengandung kromosom dan gen. Umumnya jumlah lengan pada kromosom dua,
tetapi ada juga beberapa yang hanya berjumlah satu. Lengan dibungkus oleh
selaput tipis dan di dalamnya terdapat matriks yang berisi cairan bening yang
mengisi seluruh bagian lengan. Cairan ini mengandung benang-benang halus
berpilin yang disebut kromonema. Bagian kromonema yang mengalami pembelahan
disebut kromomer yang berfungsi untuk membawa sifat keturunan sehingga disebut
sebagai lokus gen. Pada bagian ujung kromosom terdapat suatu tambahan yang
disebut satelit.
Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dibagi menjadi
empat, yaitu sebagai berikut:
- Telosentrik. Telosentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu memiliki lengan hanya satu, memiliki bentuk seperti batang, dan letak sentromernya berada di ujung.
- Metasentrik. Metasentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang sama panjang, dan letak sentromer berada di tengah memiliki bentuk seperti huruf V.
- Akrosentrik. Akrosentrik memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang tidak sama panjang, letak sentromernya dekat ujung, dan memiliki bentuk seperti huruf J.
- Submetasentrik. Kedua lengan hampir sama panjang, letak sentromer hampir di tengah, memiliki bentuk seperti huruf L.
Berdasarkan tipenya, kromosom dibagi menjadi dua, yaitu:
- Autosom (Kromosom Tubuh). Autosom adalah kromosom tubuh dan tidak menentukan jenis kelamin. Autosom ini mempunyai bentuk pasangan antara jantan dan betina, dan memiliki jumlah n – 1 atau 2n – 2 dengan sifatnya diploid. Autosom biasanya disimbolkan dengan A.
- Gonosom (Kromosom Seks). Gonosom adalah kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin. Gonosom ini mempunyai bentuk pasangan tidak sama antara jantan dan betina, berjumlah satu pasang dan bersifat haploid.
Ukuran dan Jumlah Kromosom
Ukuran dan jumlah kromosom sangat bervariasi dari
berbagai spesies. Sel tubuh kromosom selalu berada dalam keadaan
berpasang-pasangan. Kromosom yang berpasangan dengan memiliki bentuk, ukuran
dan komposisi sama disebut kromosom homolog. Hal ini dapat dijumpai pada sel
tubuh lalat buah yang memiliki 4 macam kromosom homolog, sedangkan manusia
mempunyai 23 macam kromosom homolog.
Perangkat kromosom disebut genom, pada sel tubuh terdapat
sepasang kromosom yang disebut diploid (2n), sedangkan pada sel gamet hanya
terdapat satu pasang kromosom saja yang disebut dengan haploid (n). Seseorang yang
mengalami penyakit kanker maka set kromosomnya lebih dari dua, kemungkinan
terjadi triploid, tetraploid, dan poliploid.
Tabel Organisme Diploid
|
No. |
Organisme |
Jml Kromosom |
No. |
Organisme |
Jml Kromosom |
|
1 |
Manusia |
46 |
23 |
Jamur kapang |
2 |
|
2 |
Simpanse |
48 |
24 |
Ragi |
4 |
|
3 |
Kera |
48 |
25 |
Bawang |
34 |
|
4 |
Cacing tanah |
36 |
26 |
Beras |
16 |
|
5 |
Kecoa |
23, 24 |
27 |
Jagung |
24 |
|
6 |
Nyamuk |
6 |
28 |
Barley |
20 |
|
7 |
Drosophila melanogaster |
8 |
29 |
Gandum untuk air |
14 |
|
8 |
Lalat rumah |
12 |
30 |
Gandum untuk roti |
42 |
|
9 |
Ulat sutera |
56 |
31 |
Tembakau |
48 |
|
10 |
Binatang laut |
36 |
32 |
Tomat |
24 |
|
11 |
Ikan mas |
94 |
33 |
Kentang |
48 |
|
12 |
Katak |
26 |
34 |
Kapas |
52 |
|
13 |
kalkun |
82 |
35 |
Ketimun |
14 |
|
14 |
Ayam |
78 |
36 |
Buncis |
22 |
|
15 |
Merpati |
80 |
37 |
Kacang polong |
14 |
|
16 |
Tikus sawah |
42 |
38 |
Lobak |
18 |
|
17 |
Tikus rumah |
40 |
39 |
Kubis |
18 |
|
18 |
Kucing |
38 |
40 |
Ceri |
32 |
|
19 |
Anjing |
78 |
41 |
Cemara |
24 |
|
20 |
Keladai |
62 |
42 |
Hydra |
32 |
|
21 |
Sapi |
60 |
|
|
|
|
22 |
kuda |
64 |
|
|
|


Tidak ada komentar:
Posting Komentar