Katabolisme adalah reaksi pemecahan atau penguraian senyawa kompleks (organik) menjadi senyawa yang lebih sederhana (anorganik). Dalam reaksi penguraian tersebut dapat dihasilkan energi yang berasal dari terlepasnya ikatan-ikatan senyawa kimia yang mengalami penguraian. Tetapi energi yang dihasilkan itu tidak dapat langsung digunakan oleh sel, melainkan harus diubah dalam bentuk senyawa Adenosin Trifosfat (ATP) yang mengandung energi tinggi. Tujuan utama reaksi katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber, yaitu Adenosin Trifosfat (ATP). Reaksi penguraian energi pada katabolisme, secara umum dikenal dengan proses respirasi.
Sel-sel dalam tubuh mendapatkan energi
bukan hanya dari karbohidrat, tetapi berasal juga dari protein dan lemak. Protein
dan lemak yang masuk dalam tubuh harus dipecah terlebih dahulu yang dibantu
oleh suatu enzim untuk digunakan sel. Protein melalui proses hidrolisis diubah
menjadi asam amino. Beberapa asam amino dapat diubah menjadi asam piruvat dan
asetil koenzim A setelah terlepasnya gugus amin dari asam amino yang dilepas,
kemudian gugus amin tersebut akan dibawa ke hati dan akan dirombak menjadi
amoniak (NH3) yang nantinya dibuang bersama dengan urin, 1 gram protein
dapat menghasilkan energi yang setara dengan 1 gram karbohidrat.
Masuknya lemak ke dalam tubuh harus dipecah terlebih
dahulu menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol tersebut merupakan suatu
senyawa yang mempunyai 3 atom C adalah hasil pemecahan lemak kemudian diubah
menjadi gliseraldehid 3-fosfat, selanjutnya gliseraldehid 3-fosfat mengikuti
jalur glikolisis akan menjadi piruvat. Bagaimana dengan asam lemak? Asam lemak
sendiri akan pecah menjadi molekul-molekul yang mempunyai 2 atom C, selanjutnya
akan diubah lagi menjadi asetil koenzim
A. Dengan demikian satu molekul glukosa akan menghasilkan 2 asetil koenzim
A dan 1 molekul lemak yang mempunyai C
sejumlah 18 dapat menghasilkan 10 asetil koenzim A, sehingga kita dapat
mengetahui bahwa selama dalam proses katabolisme, energi yang dihasilkan lemak
jauh lebih besar dibandingkan dengan energi yang dihasilkan karbohidrat.
Perlu Anda ingat bahwa 1 gram karbohidrat dapat menghasilkan energi sebesar 4,1 kalori, sedangkan 1 gram lemak dapat menghasilkan energi sebesar 9 kalori. Simak ulasan terkat karbohidrat, lemak, dan protein pada
-> apakah karbohidrat menghasilkan energi lebih besar daripada protein dan lemak?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar