Jaringan overhead lebih banyak digunakan, karena dengan menggunakan udara sebagai isolasi kabel, kabel lebih murah serta biaya instalasi lebih sederhana dan mudah. Dibanyak negara berkembang kabel tanpa isolasi lebih banyak tersedia daripada kabel underground (bawah tanah). Kabel tanpa isolasi lebih beresiko terhadap petir dan pohon yang tumbang. Daerah sepanjang jalur kabel harus bebas dari tumbuhan dan harus diperiksa secara periodik. Tiang listrik mungkin memiliki usia yang terbatas dan harus diganti mungkin sekitar 15 tahun sekali.
Selain itu jaringan overhead kurang efisien daripada
underground untuk ukuran konduktor yang ditentukan, hal ini karena jarak yang
lebar antara konduktor meningkatkan kerugian induktif. Kabel underground harus
disolasi dengan baik dan terlindungi dari pergerakan tanah, penggalian tanah,
bangunan baru, dll. Sekali dipasang, seharusnya jaringan harus bekerja tanpa
perawatan sampai material isolasi rusak, biasanya lebih lama dari 50 tahun.
Perhitungan untuk jaringan overhead dan underground pada dasarnya sama. Tetapi
implikasi biaya dan perawatan harus benar-benar diperhatikan. Berdasarkan
pengalaman dan beberapa aspek teknis serta ekonomis, untuk di Indonesia lebih
baik dipakai jaringan overhead (udara).
Jaringan transmisi udara pada dasarnya mempunyai komponen
utama penghantar, tiang dan isolator. Pertimbangan yang pertama dalam merancang
bangun jaringan adalah listriknya. Penghantar yang dipakai harus sesuai,
sehingga jika jaringan dipakai untuk menyalurkan tenaga listrik tidak timbul
panas yang berlebihan atau rugi tegangan yang besar. Isolasinya juga harus
sesuai dengan sistem tegangan yang digunakan, semakin besar sistem tegangan
yang dipakai menuntut pula isolasi yang lebih besar. Rancang bangun mekanik
juga harus dipertimbangkan, sebagai contoh penghantar dan tiang jaringan yang
dipakai harus cukup kuat untuk menahan beban mekanik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar