Thyristor (SCR)
Thyristor kadang-kadang disebut sebagai SCR
(silicon-controlled rectifiers). Ini adalah nama yang awalnya diberikan pada
piranti ini ketika ditemukan oleh General Electric (USA) sekitar tahun 1957.
Tetapi nama ini tidak pernah diterima dan digunakan secara universal. Nama thyristor adalah istilah generik, yang
dipakai pada satu keluarga piranti semikonduktor yang mempunyai
karakteristik-karakteristik switching regeneratif.
Ada banyak piranti dalam keluarga Thyristor termasuk
thyristor power, GTO, field controlled thyristor (FCT), Triac, dll. Yang
mempunyai dua terminal, yang dinamakan anoda (A) dan katoda (K), serupa dengan
sebuah dioda, dan sebuah terminal kontrol ketiga yang dinamakan Gate (G), yang
digunakan untuk mengontrol sudut konduk (penyalaan) thyristor. Secara operasional
sama dengan dioda, kecuali diperlukan satu pulsa tegangan positif sementara
(momentary), pada terminal gate, untuk konduksi bila disambungkan dalam arah
maju.
Sebuah thyristor terdiri dari sebuah layer (wafer) silikon empat lapisan dengan tiga junction P-N. Thyristor bertegangan tinggi dan ber-daya tinggi kadang juga mempunyai sebuah terminal keempat, yang dinamakan katoda pembantu (auxiliary). Ini digunakan untuk sambungan ke sirkuit pemicu. Ini mencegah sirkuit untuk mengganggu sirkuit gate. Penampilan dan konstruksi thyristor sangat mirip dengan dioda, kecuali bahwa terminal gate diperlukan untuk memicu thyristor ke dalam mode konduksi.
Thyristor Ideal:
- Forward conduction, lebih sedikit resistansi
- Forward blocking, Lebih sedikit kerugian (tidak ada arus bocor)
- Reverse-blocking, lebih sedikit kerugian (tidak ada arus bocor)
- Switch on/off time, Sesaat
Thyristor dimatikan (turn off) bila menjadi
reverse-biased dan/atau arus forward jatuh di bawah arus holding. Ini harus
dikontrol secara eksternal dalam sirkuit power. Sebagian besar SCRs mempunyai
sebuah heat sink untuk mendissipasi panas yang dihasilkan selama operasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar