Pemantulan (Refleksi)
Refleksi gelombang adalah peristiwa pengembalian seluruh
atau sebagian dari suatu berkas partikel atau gelombang bila berkas tersebut
bertemu dengan bidang batas antara dua medium. Suatu garis atau permukaan dalam
medium dua atau tiga dimensi yang dilewati gelombang disebut muka gelombang.
Muka gelombang ini merupakan tempat kedudukan titik-titik yang mengalami
gangguan dengan fase yang sama, biasanya tegak lurus arah gelombang dan dapat
mempunyai bentuk, misalnya muka gelombang melingkar dan muka gelombang lurus.
Pada jarak yang sangat jauh dari suatu sumber dalam
medium yang seragam, muka gelombang merupakan bagian-bagian kecil dari bola
dengan jari-jari yang sangat besar, sehingga dapat dianggap sebagai bidang
datar. Misalnya, muka gelombang sinar matahari, yang tiba di Bumi merupakan
bidang datar.
Pembiasan (Refraksi)
Pembiasan adalah perubahan arah gelombang saat gelombang
masuk ke medium baru yang mengakibatkan gelombang bergerak dengan kelajuan yang
berbeda. Pada pembiasan terjadi perubahan laju perambatan. Panjang gelombangnya
bertambah atau berkurang sesuai dengan perubahan kelajuannya, tetapi tidak ada
perubahan frekuensi.
Difraksi
Difraksi merupakan peristiwa penyebaran atau pembelokan
gelombang pada saat gelombang tersebut melintas melalui bukaan atau
mengelilingi ujung penghalang. Besarnya difraksi bergantung pada ukuran
penghalang dan panjang gelombang. Makin kecil panghalang dibandingkan panjang
gelombang dari gelombang itu, makin besar pembelokannya.
Interferensi
Interferensi terjadi pada dua gelombang koheren, yaitu
gelombang yang memiliki frekuensi dan beda fase sama. Interaksi antara dua
gerakan gelombang atau lebih yang memengaruhi suatu bagian medium yang sama
sehingga gangguan sesaat pada gelombang paduan merupakan jumlah vektor
gangguan-gangguan sesaat pada masing-masing gelombang merupakan penjelasan
fenomena interferensi.
Contoh peristiwa interferensi adalah pada gelombang tali,
jika dua buah gelombang tali merambat berlawanan arah, saat bertemu keduanya
melakukan interferensi. Setelah itu, masing-masing melanjutkan perjalanannya
seperti semula tanpa terpengaruh sedikit pun dengan peristiwa interferensi yang
baru dialaminya. Sifat khas ini hanya dimiliki oleh gelombang.
Jika dua buah gelombang bergabung sedemikian rupa
sehingga puncaknya tiba pada satu titik secara bersamaan, amplitudo gelombang
hasil gabungannya lebih besar dari gelombang semula. Gabungan gelombang ini
disebut saling menguatkan (konstruktif). Titik yang mengalami interferensi
seperti ini disebut perut gelombang. Akan tetapi, jika puncak gelombang yang
satu tiba pada suatu titik bersamaan dengan dasar gelombang lain, amplitudo
gabungannya minimum (sama dengan nol). Interferensi seperti ini disebut
interferensi saling melemahkan (destruktif).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar