Pasar Oligopsoni
Pasar Oligopsoni menunjukkan pada suatu kondisi pasar di
mana dalam pasar hanya terdapat beberapa pembeli yang menghadapi banyak
penjual. Penjual atau produsennya biasanya para petani kecil atau industri
kecil sedangkan para pembelinya adalah pedagang/produsen yang relatif besar.
Masing-masing pembeli memiliki peran cukup besar untuk mempengaruhi harga
produk/barang yang dibelinya.
Contoh kongkrit pasar ini, misalnya pasar tembakau di
daerah sentra-sentra tembakau di Pulau Jawa seperti daerah kabupaten
Temanggung, Wonosobo, Kendal, Bojonegoro dan lainnya. Produsen atau penjualnya
para petani kecil yang sangat banyak jumlahnya sementara pembelinya hanya
beberapa pabrik rokok besar seperti Djarum, Sampurna, Gudang Garam, Bentoel dan
sebagainya.
Pasar Monopsoni
Pengertian pasar monopsoni menunjuk pada kondisi
permintaan akan suatu produk di mana penawaran produk tersebut dari banyak
pihak/penjual, tetapi permintaan akan produk tersebut dalam pasar dikuasai oleh
pembeli tunggal. Atau secara singkat dapat dikatakan bahwa pasar monopsoni
adalah suatu pasar yang dikuasai oleh satu orang/ badan/ lembaga sebagai pihak
pembeli, sehingga pembentukan harga pada pasar ini akan dikuasai oleh pembeli
(pembeli sebagai price maker).
Adapun contoh pasar bentuk ini yang pernah berlaku,
misalnya ketika Bulog (Badan Urusan Logistik) sebagai satu-satunya pembeli
tunggal produksi gula pasir milik petani tebu yang dihasilkan melalui
pabrik-pabrik gula diseluruh Indonesia. Contoh lain ketika Badan Penyangga
Cengkeh Nasional (BPCN) sebagai satu-satunya badan yang ditunjuk sebagai
pembeli cengkeh dari petani.
Dalam pasar monopsoni peran pemerintah dalam penentuan
harga menjadi penting. Bentuk campur tangan pemerintah dalam pasar ini
bertujuan untuk melindungi produsen dari tekanan harga oleh pembeli (pembeli
price maker = pembuat harga). Ujud kongkrit perlindungan terhadap produsen
adalah dengan penentuan harga minimum atau harga bawah (floor price) yaitu
dengan menentukan harga terendah untuk harga jual suatu produk agar produsen
tetap masih bisa berproduksi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar