Penting bagi kita sebagai peternak atau pengusaha sapi ataupun sebagai calon pembeli sapi untuk setidaknya memahami tentang kondisi-kondisi kesehatan sapi secara fisik. Berikut ini beberapa penyakit yang menyerang ternak sapi, kerbau atau sejenisnya dan gejala-gejala yang ditimbulkan dari si penyakit tersebut.
Penyakit antraks (Anthrax)
Penyebab dari penyakit ini adalah Bacillus anthracis yang
menular melalui kontak langsung, makanan/minuman atau pernafasan. Gejala: demam tinggi, badan lemah dan gemetar, gangguan
pernafasan, pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin dan badan
penuh bisul, kadang-kadang darah berwarna merah hitam yang keluar melalui
hidung, telinga, mulut, anus dan vagina, kotoran ternak cair dan sering
bercampur darah, limpa bengkak dan berwarna kehitaman.
Pengendalian: Lakukan vaksinasi, pengobatan antibiotika,
mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur/membakar sapi yang mati.
Penyakit mulut dan kuku (PMK) atau penyakit Apthae
epizootica (AE)
Penyebab dari penyakit ini yaitu virus. Virus ini menular
melalui kontak langsung melalui air kencing, air susu, air liur dan benda lain yang
tercemar AE. Gejala: rongga mulut,
lidah, dan telapak kaki atau tracak melepuh serta terdapat tonjolan bulat
berisi cairan yang bening, demam atau panas, suhu badan menurun drastis, nafsu
makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali, air liur keluar berlebihan.
Pengendalian: Vaksinasi dan sapi yang sakit diasingkan
dan diobati secara terpisah.
Penyakit radang kuku atau kuku busuk (foot rot)
Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandang
yang basah dan kotor. Gejala: mula-mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan
cairan putih keruh, kulit kuku mengelupas, tumbuh benjolan yang menimbulkan
rasa sakit, sapi pincang dan parahnya bisa lumpuh.
Penyakit ngorok atau mendengkur atau penyakit Septichaema
epizootica (SE)
Penyebab: bakteri Pasturella multocida. Penularannya
melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri. Gejala, kulit kepala dan
selaput lendir lidah membengkak, berwarna merah dan kebiruan, leher, anus, dan
vulva membengkak, paru-paru meradang, selaput lendir usus dan perut masam dan
berwarna merah tua, demam dan sulit bernafas sehingga mirip orang yang ngorok
atau mendengkur. Dalam keadaan sangat parah, sapi akan mati dalam waktu antara
12-36 jam.
Pengendalian: Vaksinasi anti SE dan diberi antibiotika
atau sulfa.
Pencegahan Penyakit Secara Umum
Pengendalian penyakit sapi yang paling baik adalah dengan
menjaga kesehatan sapi dengan tindakan pencegahan. Tindakan pencegahan
meliputi: Menjaga kebersihan kandang beserta peralatannya, termasuk memandikan
sapi. Sapi yang sakit dipisahkan dengan sapi sehat dan segera dilakukan
pengobatan. Mengusahakan lantai kandang selalu kering. Memeriksa kesehatan sapi
secara teratur dan dilakukan vaksinasi sesuai petunjuk ahli / dokter hewan atau
anjuran minum obat tertentu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar