Iklim menjadi pembatas pertumbuhan dan persebaran jenis
tanaman di muka Bumi karena itu pula iklim membatasi hasil panen. Hasil tananam
tiap negara berbeda-beda tiap wilayahnya. Persebaran fauna juga dipengaruhi
oleh iklim, baik secara fisik maupun dari jenis makanannya. Namun, pola iklim
yang sekarang ada, bisa terjadi perubahan, baik secara lokal maupun global.
Perubahan iklim secara global disebabkan meningkatnya konsentrasi gas di dalam
atmosfer. Hasil pembakaran batu bara,
minyak bumi, serta gas buangan seperti karbon dioksida, metana, dan nitrous
oksida akan menyelimuti Bumi sehingga radiasi yang berlebihan akan tertahan di
Bumi. Akibatnya, suhu Bumi naik dan semakin panas, akhirnya terjadi pemanasan
global.
Perubahan iklim yang diperkirakan akan menyertai pemanasan
global sebagai berikut.
- Mencairnya bongkahan es di kutub sehingga permukaan laut naik.
- Muka air laut akan naik dan menenggelamkan pulau serta menimbulkan banjir di wilayah pesisir dan dataran rendah sekitarnya.
- Berubahnya pola iklim, terutama yang mengandalkan musim hujan seperti pertanian padi. Suhu Bumi yang panas menyebabkan mengeringnya air permukaan sehingga ketersediaan air menjadi langka.
- Meningkatnya risiko kebakaran hutan.
Perubahan iklim sangat dirasakan penduduk Indonesia
akibat dampak dari El Nino dan La Nina. Sekitar setiap 2–10 tahun, iklim di Samudra
Pasifik bagian selatan mengalami perubahan yang ekstrem. Wilayah Asia Timur
yang biasanya menerima banyak hujan menjadi kering, sedangkan pantai barat
Amerika Selatan yang biasanya kering menerima hujan yang lebat. Fenomena alam
ini disebut dengan El Nino (bahasa Spanyol) dan biasanya terjadi pada bulan
Desember.
Gejala El Nino menyebabkan pergeseran iklim. Wilayah Asia
tidak mendapat hujan karena hujan beralih ke bagian barat Amerika Selatan.
Terjadinya hujan lebat di bagian barat Amerika Selatan menimbulkan banjir dan
tanah longsor. Sebaliknya, El Nino menyebabkan musim kemarau yang
berkepanjangan di daerah Asia, Australia, dan Afrika, termasuk di Indonesia. Di
Indonesia, gejala El Nino menyebabkan keterlambatan musim tanam atau panen.
Tanaman padi menjadi kering dan mati. Petani banyak yang gagal panen karena
sawahnya mengalami puso.
Gejala iklim ekstrem yang lain adalah La Nina.
Sifat-sifat La Nina berkebalikan dengan El Nino. La Nina terbentuk apabila arus
udara dan air laut di Samudra Pasifik dekat pantai barat Amerika Selatan saling
memperkuat sehingga angin bertiup sangat kencang. Air laut hangat banyak
mengalir ke arah barat sehingga wilayah Asia, termasuk Indonesia mengalami
hujan lebat, sedangkan wilayah Amerika Selatan mengalami kekeringan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar