1. Management by System
Teknik manajemen
ini mengembangkan struktur organisasi menjadi suatu tata sistem, dimana setiap
sistem akan merupakan suatu kelompok aktifitas perusahaan yang diikat satu sama
lain melalui metode dan prosedur tata urutan dalam mengerjakan atau menjalankan
aktifitas tertentu. Keuntungan yang dapat diperoleh dengan cara ini adalah
prosedur aktifitas organisasi dapat dikuasai dan ditertibkan. Begitu pula
efisiensi dapat ditingkatkan melalui penyeragaman normalisasi dan
standardisasi.
2. Management by Participation
Teknik manajemen
ini menekankan unsur partisipasi seluruh pihak yang ada pada perusahaan. Teknik
ini sering dikenal dengan istilah Total Quality Control (TQC), karena dalam
penerapannya banyak berorientasi pada perbaikan kualitas.
Manajemen
partisipatif ini dapat dirumuskan sebagai suatu sistem untuk mengikutsertakan
seluruh pihak secara gotong royong dan musyawarah untuk mufakat dalam rangka
meningkatkan kualitas proses dan hasil kerja. Wujud nyata dari teknik ini
adalah dibentuknya gugus kendali mutu QCC (Quality Control Circle) di tiap-tiap
unit kerja yang ada dalam perusahaan. Dengan adanya kelompok gugus tersebut,
karyawan dapat berpartisipasi secara langsung dalam setiap pertemuan untuk
membahas dan memecahkan permasalahan yang menyangkut perbaikan kualitas dan
peningkatan produktivitas, kemudian hasilnya dipresentasikan kepada pimpinan
perusahaan.
3. Management by Objective
Cara yang
ditempuh dalam penerapan teknik manajemen ini adalah manajer berunding dengan
para bawahannya mengenai tujuan yang akan dicapai hingga dapat ditetapkan
sebagai sasaran perusahaan. Sasaran tersebut dapat berupa target penjualan atau
produksi yang selanjutnya dapat dipakai sebagai pedoman yang harus dicapai oleh
para manajer bawahan dan sekaligus dapat pula dipakai oleh manajer untuk
menilai prestasi bawahannya.
Ada 3 (tiga) hal
yang biasanya menjadi ukuran prestasi, yaitu produktivitas kerja bawahan secara individu, efisiensi
perusahaan dan efektivitas pimpinan. Penerapan teknik manajemen ini biasanya
akan menghasilkan prestasi yang meningkat karena tujuan yang telah diterapkan
jelas dan diketahui dengan baik oleh para manajer bawahan, namun dengan
peningkatan prestasi, timbul pula masalah yang menyangkut penghargaan
(remunerasi) yang tidak sesuai dengan prestasi yang tentunya akan menimbulkan
kekecewaan dari bawahan yang bersangkutan.
4. Management by Results
Teknik manajemen
ini dapat dilakukan oleh perusahaan dalam bentuk apa pun, asalkan pimpinan perusahaan secara sadar
menghadapkan dirinya pada tri tugas ekonomi, yaitu: Perusahaan yang sekarang harus dibuat
seefektif mungkin gaya prestasinya harus ditingkatkan secara maksimal. Hal-hal yang
potensial harus ditemukan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Perusahaan harus
menjadi unggulan di masa yang akan datang. Disamping itu, wirausahawan harus benar-benar
memahami bahwa perusahaannya sebagai suatu sistem ekonomi yang mampu
berprestasi ekonomi, dan hubungan antara sumber-sumber yang tersedia dan hasil yang
dimungkinkan.
5. Management by Delegation
Teknik manajemen
ini digunakan bila perusahaan semakin berkembang, dimana jumlah tenaga kerja
sudah cukup banyak, Bagian-bagian perusahaan agak banyak, telah memiliki banyak
cabang yang tidak hanya melayani pasar lokal saja. Kondisi ini memungkinkan
wirausahawan akan menghadapi kesulitan untuk melakukan pengawasan secara
langsung, meskipun pengawasan dan pengaturan perusahaan harus tetap dilakukan.
Teknik manajemen ini dapat dilakukan dengan prinsip-prinsip pendelegasian dan
pengawasan pekerjaan dengan menggunakan asas perimbangan antara tugas, kekuasaan
dan tanggung jawab yang pendelegasiannya jelas dan tegas. Kaderisasi pimpinan
sangat diperlukan, karena apabila berhasil, maka perusahaan akan memiliki tim
manajemen yang efektif.
Beberapa syarat
operasional yang harus dipenuhi untuk menjalankan teknikmanajemen ini, yaitu:
• Penugasan yang
jelas dan tegas, agar tidak terjadi keragu-raguan
• Pelimpahan
kekuasaan (delegation authority) yang jelas batasannya, terutama yang berkaitan
dengan pengambilan keputusan
• Pelimpahan
tanggung jawab yang jelas, dalam artian bahwa bidang usaha apa dan hasil yang
bagaimana yang diinginkan oleh pemberi delegasi.
6. Management by Exception
Teknik ini
merupakan kelanjutan dari management by delegation namun penekanannya
pada penguasaan teknis pekerjaan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu,
manajer bagian harus mampu memimpin, memiliki mentalitas dan tanggung jawab,
memenuhi syarat teknis keahlian. Pengembangan struktur organisasi perusahaan
ditekankan pada prinsip komunikasi dan pada asas pertukaran informasi, karena dalam
menjalankan teknik manajemen ini, biasanya yang menjadi masalah pelik adalah
komunikasi dan kontrol.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar