Rabu, Februari 05, 2020

Pengertian dan Faktor-Faktor Pendorong Perdagangan Internasional


Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan antara negara yang satu dengan negara yang lain. Perdagangan internasional sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu, namun dalam ruang lingkup dan jumlah yang terbatas. Pemenuhan kebutuhan setempat yang tidak dapat diproduksi sendiri, dilakukan dengan cara barter, yaitu pertukaran barang dengan barang yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak. Lama kelamaan, atas dasar kebutuhan yang saling menguntungkan dan saling percaya, terjadilah proses pertukaran dalam skala luas yang sering disebut perdagangan internasional. Hal ini terus berkembang mulai dari barter hingga transaksi jual beli antara para pedagang (trader) dari dan di berbagai belahan wilayah hingga di luar batas negara. Mengapa berbagai negara melakukan perdagangan? Karena setiap negara tidak dapat menghasilkan semua kebutuhan sehingga suatu negara akan membutuhkan negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

Selain atas dasar kebutuhan yang saling menguntungkan, perdagangan internasional dipengaruhi oleh beberapa faktor pendorong, diantarnaya adalah:

Sumber Daya Alam (SDA)

Ketersediaan sumber daya alam merupakan factor penting yang mendorong timbulnya perdagangan internasional. Indonesia yang mempunyai letak strategis, tanahnya subur, dan kaya ragam flora dan fauna menjadi modal tersendiri bagi negara Indonesia dalam mengadakan hubungan perdagangan dengan negara lain. Hal ini karena tidak semua negara memiliki potensi alam seperti yang dimiliki Indonesia.


Sumber daya alam seperti minyak bumi, bijih besi, Nikel yang diperlukan industri-industri negara maju banyak terdapat di Indonesia. Untuk itulah kita semua patut berbangga dengan potensi alam yang dimiliki bangsa kita dan yang membedakan dengan negara lain. Perbedaan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara inilah yang menyebabkan adanya hubungan perdagangan dengan negara lain. Misalnya, Indonesia penghasil tekstil, sedangkan Rusia penghasil besi baja. Indonesia sangat membutuhkan besi baja dari Rusia. Sebaliknya Rusia sangat membutuhkan tekstil. Dengan demikian Indonesia dan Rusia dapat mengadakan hubungan dagang yang saling menguntungkan dari masing-masing sumber daya yang mereka miliki.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IpTek)

Di negara-negara maju penguasaan Iptek lebih tinggi dibandingkan di negara-negara yang masih berkembang. Hal ini akan menyebabkan perbedaan hasil produksi. Biasanya, negara yang lebih maju teknologinya akan banyak menghasilkan barang-barang industri. Sedangkan negara yang penguasaan Ipteknya masih kurang, barang-barang agraris menjadi produk dominan di negara tersebut.


Misalnya pada negara maju, Industri perakitan Kendaraan bermotor, Komputer, Alutsista, dan yang lainnya merupakan dampak dari hasil penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan negara-negara maju tersebut mempu mengekspansi dan membuat industri-industri baru di negara-negara lain untuk menghasilkan produknya secara luas.


Biaya Produksi

Salah satu alasan negara berkembang untuk tidak memproduksi barang-barang teknologi tinggi adalah karena masalah efisiensi. Meskipun sebenarnya banyak ahli Indonesia yang mampu membuat barang-barang industri seperti misalnya mobil, sepeda motor, dan sebagainya. Akan tetapi karena industri barang-barang teknologi tinggi tersebut belum berkembang, dan jika diproduksi sendiri akan mengakibatkan biaya produksi tinggi, maka Indonesia lebih baik mengimpor barangbarang tersebut dari luar negeri.


Di era Kepemimpinan bapak presiden Jokowi saat ini, Indonesia tengah mengembangkan produksi mobil dalam negeri karya anak bangsa sendiri yaitu “esemka”, harapannya program ini dapat sukses dan bisa diterima dipasaran, terutama bagi para masyarakat Indonesia sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar