Unsur-unsur transisi dalam sistem periodik dikelompokkan
sebagai unsurunsur golongan B. Unsur-unsur ini berada pada periode keempat
mulai dari scandium (Sc) hingga tembaga (Zn). Di antara unsur golongan IIA dan
IIIA terdapat sepuluh kolom unsur-unsur golongan B. Unsur-unsur tersebut
dinamakan unsur transisi. Istilah transisi artinya peralihan, yaitu peralihan
dari blok s ke blok p. Dari unsur-unsur transisi periode keempat
yang memiliki sifat magnet adalah: Ti, V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni.
Scandium (Sc)
Scandium adalah unsur yang jarang terdapat di alam. Walaupun
ada, umumnya terdapat dalam bentuk senyawa dengan biloks +3. Misalnya, ScCl3,
Sc2O3, dan Sc2(SO4)3. Sifat-sifat
senyawa skandium semuanya mirip, tidak berwarna dan bersifat diamagnetik. Hal
ini disebabkan dalam semua senyawa scandium memiliki konfigurasi elektron ion
Sc3+, sedangkan sifat warna dan kemagnetan ditentukan oleh
konfigurasi elektron dalam orbital d. Logam skandium dibuat melalui
elektrolisis lelehan ScCl3. Dalam jumlah kecil, scandium digunakan sebagai
filamen lampu yang memiliki intensitas tinggi.
Titanium (Ti)
Titanium merupakan unsur yang tersebar luas dalam kulit bumi
(sekitar 0,6% massa kulit bumi). Oleh karena kerapatan titanium relatif rendah dan
kekerasan tinggi. Titanium memiliki sifat tahan panas (titik leleh 1.668°C),
dan memiliki densitas rendah (4,51 g cm–3). Titanium seperti baja,
tetapi 45% lebih ringan. Titanium dua kali lebih kuat dari pada aluminium,
tetapi 60% lebih berat. Titanium akan menjadi lebih kuat jika membentuk alloi
dengan aluminium dan vanadium.
Karena karakteristiknya tersebut, titanium banyak dipakai
untuk bahan struktural, terutama pesawat terbang bermesin jet, seperti Boeing
747. Mesin pesawat terbang memerlukan bahan yang bermassa ringan, keras, dan
stabil pada suhu tinggi. Selain ringan dan tahan suhu tinggi, logam titanium
tahan terhadap cuaca sehingga banyak digunakan untuk material, seperti pipa, pompa,
tabung reaksi dalam industri kimia, dan mesin mobil. Umumnya, senyawa titanium
digunakan sebagai pigmen warna putih. Titanium(IV) oksida merupakan material
padat yang digunakan sebagai pigmen putih dalam kertas, cat, plastik, fiber
sintetik, dan kosmetik.
Vanadium (V)
Vanadium tersebar di kulit bumi sekitar 0,02% massa kulit
bumi. Sumber utama vanadium adalah vanadit, Pb3(VO4)2.
Vanadium umumnya digunakan untuk paduan dengan logam besi dan titanium.
Vanadium(V) oksida digunakan sebagai katalis pada pembuatan asam sulfat. Logam
vanadium murni diperoleh melalui reduksi elektrolitik leburan garam VCl2.
Logam vanadium menyerupai baja berwarna abu-abu dan bersifat
keras serta tahan korosi. Untuk membuat paduan tidak perlu logam murninya.
Contohnya, ferrovanadium dihasilkan melalui reduksi campuran V2O5
dan Fe2O3 oleh aluminium, kemudian ditambahkan besi untuk
membentuk baja vanadium, baja sangat keras yang digunakan pada bagian mesin dan
poros as.
Kromium (Cr)
Bijih kromium paling murah adalah kromit, FeCr2O4,
yang dapat direduksi oleh karbon menghasilkan ferrokrom. Logam kromium banyak
digunakan untuk membuat pelat baja dengan sifat keras, getas, dan dapat
mempertahankan permukaan tetap mengkilap dengan cara mengembangkan lapisan film
oksida.
Kromium dapat membentuk senyawa dengan biloks +2, +3, +6. Kromium(II)
dalam air merupakan reduktor kuat. Kromium(VI) dalam larutan asam tergolong
oksidator kuat. Misalnya Ion Cr3+ yang menyebabkan warna hijua
emerald pada batu perhiasan.
Campuran krom(VI) oksida dan asam sulfat pekat digunakan
sebagai pembersih untuk menghilangkan bahan organik pada alat-alat laboratorium.
Akan tetapi, larutan ini berbahaya karena bersifat karsinogen (berpotensi menimbulkan
kanker).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar