Lihat sebelumnya Part 1
Asam
Abisat
Asam absisat merupakan hormon yang dapat menghambat
pertumbuhan tanaman (inhibitor) yaitu bekerja berlawanan dengan hormon
auksin dan giberelin dengan jalan mengurangi atau memperlambat kecepatan
pembelahan dan pembesaran sel. Asam absisat akan aktif pada saat tumbuhan berada
pada kondisi yang kurang baik, seperti pada musim dingin, musim kering, dan
musim gugur.
Mengapa asam absisat justru berperan pada saat tanaman
berada dalam kondisi yang kurang baik? Pada saat tumbuhan mengalami kondisi
yang kurang baik, misalnya ketika kekurangan air di musim kering, maka tumbuhan
tersebut mengalami dormansi yaitu daun-daunnya akan digugurkan dan yang tertinggal
adalah tunas-tunasnya. Dalam keadaan demikian asam absisat terkumpul atau terakumulasi
pada tunas yang terletak pada sel penutup stomata, hal ini menyebabkan stomata
menutup, sehingga penguapan air berkurang dan keseimbangan air di dalam tubuh
tumbuhan terpelihara sehingga pertumbuhan tunasnya terhambat yang disebabkan
melambatnya kecepatan pembelahan dan pembesaran sel-sel tunasnya.
Fungsi asam absisat yaitu dapat mengurangi kecepatan
pertumbuhan dan pemanjangan sel pada daerah titik tumbuh, macam pengguguran
daun dan mendorong dormansi biji agar tidak berkecambah.
Gas Etilen
Gas etilen adalah suatu gas yang dihasilkan oleh buah yang
sudah tua sehingga buah menjadi matang. Jika buah tua yang masih berwarna hijau
disimpan dalam tempat tertutup dan dibiarkan beberapa hari, akhirnya menjadi
matang dan berwarna kuning sampai merah. Dalam hal ini terjadi perubahan warna
dari hijau menjadi kuning sampai merah pada buah karena keluarnya gas etilen
dari buah tersebut.
Salah satu cara mencegah terjadinya pembusukan atau
kerusakan pada saat pemeraman buah adalah pada saat buah tua dipetik/dipanen
masih berwarna hijau, kemudian dikemas atau disimpan pada tempat yang berventilasi
untuk mencegah buah tidak cepat masak/matang, sehingga sesampainya di tempat
tujuan buah tersebut baru matang dan tidak rusak atau busuk.
Fungsi etilen adalah menyebabkan buah menjadi masak,
menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dan tebal, dapat memacu
pembungaan, yang bekerja bersamaan dengan auksin dan bersama giberelin dapat mengatur
perbandingan bunga betina dan jantan pada tumbuhan berumah satu.
Asam Traumalin
Asam traumalin disebut sebagai hormon luka atau kambium
karena hormone ini berperan apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan. Jika
terluka, tumbuhan akan merangsang sel-sel di daerah luka menjadi bersifat
meristem lagi sehingga mampu mengadakan pembelahan sel untuk menutup luka tersebut.
Perlu diketahui bahwa selain hormon, vitamin dapat
berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan, misalnya vitamin B12, vitamin
B1, Vitamin B6, vitamin C (asam askorbat). Vitamin-vitamin tersebut berfungsi dalam
proses pembentukan hormon dan berfungsi sebagai koenzim.
Kalin
Kalin merupakan hormon yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan
organ tumbuhan, di antaranya:
1) rhizokalin, dapat memacu pertumbuhan akar.
2) kaulokalin, dapat memacu pertumbuhan batang.
3) fitokalin, dapat memacu pertumbuhan daun.
4) anthokalin, dapat memacu pertumbuhan bunga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar