Kamis, September 13, 2018

Stadion Sepak Bola Dengan Teknologi Canggih


Perkembangan teknologi yang sangat cepat, sangat berdampak pada berbagai aspek atau bidang kehidupan lainnya. Saya sendiri mengakui kalau salah satu bidang kehidupan yang berkembang pesat adalah dari bidang teknologi. Opini ini dikuatkan dengan pembuktian yang sekarang bisa kita lihat dan rasakan sendiri, dimana peranan teknologi telah menyentuh hampir semua lini kehidupan seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan, transportasi, militer dan yang lainnya tak terkecuali pada bidang olahraga. Aktifitas olahraga yang kelihatannya klasik dan tidak ada perubahan, kini berubah drastis menjadi lebih segar dan mengundang daya tarik banyak orang setelah aspek teknologi digabungkan dengan dunia olahraga.
Tiga stadion sepak bola di Jerman berikut ini, Telah menerapkan kreatifitas teknologi yang sangat keren. Masing-masing teknologi yang mereka terapkan mungkin satu-satunya didunia yang mereka terapkan atau tidak ada yang menyamai. Berikut ulasan masing-masing dari tiga stadion tersebut yang saya kutip dari DW Indonesia. Sebelumnya saya sampaikan bahwa penomoran dibawah tidak mengartikan peringkat atau kualitas dari stadion. Karena masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahannya.

1. Veltins Arena, Shalke FC

atap-roof-Veltins Arena-Shalke

Entah harus saya sebut apa ini stadion, karena di sini, selain digunakan untuk sepak bola, stadion Veltins Arena juga digunakan untuk cabang olah raga lain seperti American Football dan juga untuk acara konser musik. “Ah itu biasa aja kali, di GBK juga bisa kyak gitu, malah buat orasi parpol juga bisa”, Eits… nanti dulu. Stadion Shalke FC, ini diklaim sebagai stadion paling modern se Eropa. Alasannya adalah jelas karena teknologi yang diterapkan di stadion ini. Atap stadion Veltins Arena bersifat dinamis alias bisa dibuka tutup, fleksibilitas atap stadion ini dibagi dua sisi yang bisa saling bertemu (menutup) atau berpisah (terbuka), karena itu, atap dari jaringan serat gelas tembus cahaya ini bisa disetel dan menyesuaikan kebutuhan. Jika cuaca buruk, atap bisa ditutup sehingga acara bisa berlangsung dengan baik, atau jika sedang diadakan konser musik, atap bisa juga ditutup supaya perangkat elektronik terlindung dari hujan, dan penonton juga bisa terlindung, Intinya menyesuaikan kebutuhan penggunaan saja. Atap fleksibel dengan berat hingga 2000 ton dengan luas 4000 meter persegi ini, memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk menutup atau membuka. Jadi jika terjadi hujan yang sangat lebat dan cepat, tentu bagian dalam stadion tetap bisa terkena hujan dan terjadi sedikit genangan air.
Veltins Arena-Shalke

Selain atap yang fleksibel, lapangan rumput sepak bola juga bersifat fleksibel. Bukan karena menggunakan rumput sintetis atau bahkan karpet yang bisa digulung dan di gelar kembali, tetapi rumput stadion ini adalah benar-benar rumput asli. Terus bagaimana alas stadion bisa diganti-ganti?. Lapangan sepak bola di Veltins Arena ini seperti laci lemari yang bisa masuk dan keluar dari lemari. jadi lapangannya ibarat laci, dan stadionnya ibarat lemarinya. Lapangan rumput ditaruh diatas penampang yang bergerak di rel baja berlapis teflon. Dengan teknologi hidrolik, cukup dengan menekan tombol, lapangan bola bisa diatur untuk masuk atau keluar stadion. 4 penggerak hidrolik menggeser lapangan rumput sebesar 11000 ton dalam waktu sekitar 30 menit hingga masuk ke arena, setelah laga telah selesai, lapangan kembali digeser keluar arena. mekanisme pergerakannya seperti ulat, 4 silinder hidrolik dari instalasi penggerak seberat 8 ton, melepas lapangan rumput  dari pengunci ditanah dan menggesernya sedikit demi sedikit dalam jarak 75 cm. Langkah ini diulang terus menerus sepanjang 180 meter hingga lapangan rumput sampai diposisi akhir. Dengan lapangan yang berada diluar stadion ini, memudahkan juga dalam proses perawatannya, lapangan bisa disirami lebih leluasa dan juga mendapat penyinaran matahari lebih merata, jika ada penggantian rumput, para pekerja juga tidak perlu susah payah keluar masuk stadion.
stadion-multifunction-shalke-veltins

Dalam 1 minggu, di Veltins Arena pernah diadakan 3 acara yang berbeda, yaitu untuk konser musik, kemudian untuk pertandingan sepak bola dan kemudian di gunakan untuk pertandingan American Football. Selain untuk acara berumput, stadion juga bisa disetel untuk acara balapan. Dengan kemampuan atap dan alas stadion yang fleksibel ini, tentu sudah dilengkapi dengan fitur keselamatan yang sangat baik pula.

2. Allianz Arena, Buyern Munich FC

Stadion yang pada malam hari bisa bercahaya warna-warni ini, dibangun selama 3 tahun dengan biaya mencapai 340 juta euro. Uang segitu kalo dipake buat beli kuaci…!!! . Cahaya yang ditampilkan stadion ini berwarna putih, merah dan biru yang dimungkinkan dari konstruksi 1000 bantalan udara yang mengeliling stadion (sebagai pelapis dinding stadion). Bantalan udara yang memiliki luas sekitar 2 kali lapangan sepak bola itu, jika saat malam cerah cahayanya bisa dilihat sampai jarak 100 km. Bisa dibayangkan betapa besar dan tingginya stadion ini. Dibelakang bantalan udara, terdapat lebih dari 25 ribu lampu tabung berwarna putih, merah dan biru yang dipasang sejajar yang menghasilkan pencahayaan luar biasa stadion.
Allianz Arena Munich

Untuk mengatur pencahayaan dinding stadion ini, telah dibuat software untuk mengaturnya. Lebih kerennya lagi, sudah dibuat software untuk perangkat mobile-nya yang bisa mengatur pencahayaan tersebut, jadi operator cukup dengan mengklik dari layar ponsel pintar untuk bisa merubah sistem pencahayaan dinding stadion. Aplikasi ini tentu tidak di berikan kepada sembarang orang. Hanya orang tertentu saja yang mendapat hak eksklusif untuk aplikasi mobile ini.
Aplikasi-Allianz


3. Signal Iduna Park, Borrussia Dortmund (BvB)

Signal Iduna Park-Dortmund

Stadion terbesar di Jerman ini di miliki oleh klab ber-jersey kuning hitam, Dortmund. Kapasitas tribun-nya mencapai 80 ribu kursi penonton. Bangunan ini sudah berusia hampir 40 tahun, dan terus dilakukan peremajaan. Karena stadion yang megah dan luas ini, cahaya sinar matahari menjadi tidak bisa masuk dengan baik kedalam stadion, al hasil perawatan rumput lapangan menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Willi Droste perawat lapangan. Untuk mengatasi hal tersebut, dibuatlah teknologi sistem pencahayaan buatan yang digunakan untuk menyinari rumput lapangan. Pencahayaan buatan ini mirip dengan sinar UV dari matahari, sehingga berguna untuk mengendalikan pertumbuhan rumput lapangan baik disaat mendung atau pada musim dingin.
teknologi-UV-lapangan-signal iduna park-dortmund-bvb

Teknologi pencahayaan matahari buatan ini membentang selebar lapangan sepak bola dengan berat 2 setengah ton dan menyinari rumput untuk bisa tumbuh. Penggunaan teknologi ini, beberapa kali dalam sehari digerakkan untuk menerangi lapangan rumput. Cahaya yang dihasilkan tidak hanya mengeluarkan sinar, tetapi juga menghasilkan panas (hangat) 12o c, ditambah dengan pengaplikasian penghangat suhu 12o c yang diterapkan di bawah rumput, menghasilkan lingkungan yang cukup baik untuk pertumbuhan rumput, walaupun saat terjadi musim dingin. Teknologi penghangat lapangan rumput ini sangat berguna, jadi para pemain atau pihak perawat rumput lapangan bisa merasakan kehangatan saat berada dilapangan pada waktu musim dingin. Sistem penghangat ini sayangnya tidak terpasang dibangku stadion, jadi para penonton tetap akan merasakan kedinginan saat menyaksikan pertandingan dimusim dingin.
Demikian ulasan tentang pengaplikasi-an teknologi pada bidang olah raga. Semoga bermanfaat, Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar