Senin, September 03, 2018

7 Ilmuwan atau ahli fisika dengan teori-teorinya


Dr. Stephen Hawking, a professor of mathematics at the University of Cambridge, delivers a speech entitled "Why we should go into space" during a lecture that is part of a series honoring NASA's 50th Anniversary, Monday, April 21, 2008, at George Washington University's Morton Auditorium in Washington. Photo Credit: (NASA/Paul. E. Alers)
Banyak ilmuwan fisika yang telah berjasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sebut saja Stephen Hawking, pakar kosmologi yang telah meninggal pada bulan Maret 2018 lalu, kemudian ada juga Archimedes, Albert Einstein, Tesla, Max Planck dan masih banyak yang lainnya. Pada kesempatan kali ini, sedikit akan dibahas tentang biografi dan penemuan-penemuan dari para ilmuwan fisika.

1. Galileo Galilei (1564-1642) – Tentang gerak mekanik

Galileo_Galilei,_1636
Galileo lahir di Pisa, Italia. Pada umur 19 tahun, ia mempelajari matematika dan mengembangkan penelitiannya tentang gerak mekanik, terutama mengenai gerak di bidang miring, gerak pendulum, dan gerak jatuh bebas. Saat mengajar di Universitas Padua, ia menjadi penyokong teori Copernicus mengenai sistem Matahari, yang bertentangan dengan teori yang diakui saat itu. Saat menerbitkan karyanya, ia disidang untuk menyangkal hasil penelitiannya, namun ia tetap yakin dengan penelitiannya dan tidak mau menyerah. Setelah ia dijatuhi hukuman tahanan rumah, ia meninggal pada umur 78 tahun. Walaupun begitu, ia menyelesaikan penelitiannya mengenai gerak. Karya tulisnya, kemudian diselundupkan dari Italia dan diterbitkan di Belanda.

Ahli-ahli astronomi tentang model alam semesta

2. Ptolomeus – tentang model alam semesta

Sebuah model alam semesta yang dikenalkan oleh Ptolomeus sekitar 140 Masehi, menyatakan bahwa Bumi berada di pusat alam semesta. Matahari dan bintang-bintang bergerak mengelilingi Bumi dalam lintasan lingkaran besar yang terdiri atas lingkaran lingkaran kecil (epicycle). Model alam semesta Ptolomeus ini berdasarkan pada pengamatan langsung gerakan relatif bintang dan planet-planet yang teramati dari Bumi. Model alam semesta Ptolomeus ini disebut juga model geosentris.

3. Copernicus – tentang model alam semesta

Pada 1543 Masehi, Copernicus mengenalkan model alam semesta yang disebut model Copernicus. Pada model ini, Matahari dan bintang-bintang lainnya diam, sedangkan planet-planet (termasuk Bumi) bergerak mengelilingi Matahari. Hal ini dituliskannya melalui buku yang berjudul Derevolutionibus orbium coelestium (Mengenai revolusi orbit langit). Model Copernicus ini disebut juga model heliosentris.

4. Tycho Brahe – tentang model alam semesta

Model alam semesta selanjutnya berkembang dari model heliosentris. Tycho Brahe, seorang astronom Denmark, berhasil membuat atlas bintang modern pertama yang lengkap pada akhir abad ke–16. Model alam semesta yang dibuat oleh Tycho Brahe ini dianggap lebih tepat dibandingkan dengan model-model yang terdahulu karena model ini berdasarkan pada hasil pengamatan dan pengukuran posisi bintang-bintang yang dilakukannya dobservatorium. Observatorium yang dibangun oleh Tycho Brahe ini merupakan observatorium pertama di dunia.
Penelitian Tycho Brahe ini, kemudian dilanjutkan oleh Johannes Kepler. Melalui data dan catatan astronomi yang ditinggalkan oleh Tycho Brahe, Kepler berhasil menemukan tiga hukum empiris tentang gerakan planet.

5. Johannes Kepler (1571-1630) – Tentang gerakan planet

Kepler bukanlah orang pertama yang meneliti tentang astronomi. Ia berhasil menemukan teori-teorinya berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya dilakukan oleh orang lain. Kemudian ia mengujinya kembali dan berhasil mendapatkan hukum yang sekarang disebut dengan hukum kepler.
Johannes Kepler adalah seorang pakar matematika dan astronomi yang berasal dari Jerman. Berkat kesungguhannya dalam melakukan penelitian, ia berhasil menemukan Hukum Kepler mengenai bentuk lintasan atau orbit planet-planet. Hukum kepler pertama berbunyi “Setiap planet bergerak pada lintasan elips dengan matahari berada pada salah satu titik fokusnya” Hukum kedua kepler berbunyi “Garis yang menghubungkan matahari dengan planet dalam selang waktu yang sama mengahasilkan luas yang sama” dan yang ketiga berbunyi “Kuadrat waktu edar planet (periode) berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak planet itu dari matahari”.

6. Isaac Newton (1642-1727) – tentang gaya gravitasi

Newton lahir di Woolsthrope, Lincolnshire pada 25 Desember 1642. Banyak teori yang telah dihasilkannya melalui kerja keras, ketekunan, dan ketelitiannya dalam menyelidiki fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Salah satu teorinya yang paling terkenal adalah teori tentang gerak, yaitu Hukum Newton dan teori tentang gaya gravitasi universal. Bukunya yang sangat terkenal adalah Principia. Ia meninggal di Kengsinton pada 20 Maret 1727 dan dimakamkan secara kenegaraan di Westminster Abbey.
IsaacNewton-1689
Isaac Newton adalah orang pertama yang mengemukakan gagasan tentang adanya gaya gravitasi. Menurut cerita, gagasan tentang gaya gravitasi ini diawali dari pengamatan Newton pada peristiwa jatuhnya buah apel dari pohonnya. Kemudian, melalui penelitian lebih lanjut mengenai gerak jatuhnya benda-benda, ia menyimpulkan bahwa apel dan setiap benda jatuh
karena tarikan Bumi.

Menurut Newton, gaya gravitasi antara dua benda merupakan gaya tarik-menarik yang berbanding lurus dengan massa setiap benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara benda tersebut.

7. Robert Hooke – tentang elastisitas

Hooke lahir di Freshwater Kepulauan Wight, Inggris. Ia banyak melakukan percobaan mengenai sifat elastis benda. Salah satu teorinya yang terkenal adalah Hukum Hooke yang menjadi dasar teori elastisitas. Ia juga terkenal sebagai pembuat alat/ mesin sehingga namanya diabadikan sebagai nama sebuah versi mikroskop. Bukunya yang terkenal adalah Micrographia.
Melalui percobaannya, Hooke menyimpulkan bahwa sifat elastis pegas tersebut ada batasnya dan besar gaya pegas sebanding dengan pertambahan panjang pegas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar