Rabu, Februari 07, 2018

Alasan kenapa jasad / tubuh orang mati menjadi kaku


dead
Istilah “Rigor mortis” adalah fenomena otot-otot yang menjadi kaku 3 sampai 4 jam setelah seseorang meninggal dunia. Rigor mortis akan mencapai puncaknya setelah kurang lebih 12 jam dan hilang lagi setelah 48–60 jam. Hal ini terjadi karena sel-sel otot pada orang mati tidak lagi menghasilkan ATP. Metabolisme sel masih bisa bekerja beberapa saat dimana Ikatan aktin dan miosis masih dapat terjadi, tetapi pelepasan ikatan tersebut memerlukan ATP yang tidak ada lagi pada orang mati. Akibatnya, pada orang mati, aktin dan miosin dapat tetap melekat kuat dan otot menjadi kaku.

Gangguan dan kelainan pada otot manusia

muscles

Otot sebagai alat gerak aktif dapat mengalami gangguan. Jika mengalami gangguan, maka kinerja otot tidak bisa berfungsi dengan baik. Gangguan pada otot dapat kita analisa dengan percobaan pada diri sendiri, contohnya jika kita menggerakkan salah satu bagian tubuh dan mengalami rasa sakit pada bagian tubuh yang digerakkan tersebut, kemungkinan bagian tubuh tersebut mengalami gangguan otot. Berikut beberapa kelainan dan gangguan yang terjadi pada otot:

  • Atrofi


Atrofi adalah keadaan dimana otot menjadi sangat kecil sehingga tidak mampu berkontraksi. Pada umumnya, atrofi terjadi karena lama tidak menggunakan otot tersebut. Contohnya, tidak dapat berjalan karena terlalu lama terbaring sakit, Contoh lainnya jika seorang binaragawan dengan otot yang kekar sudah lama tidak aktif berlatih lagi, dan akhirnya otot tubuhnya kembali mengecil.

  • Tetanus


Tetanus adalah keadaan otot yang kejang karena terus-menerus menerima rangsang. Penyakit tetanus disebabkan oleh Clostridium tetani, suatu bakteri yang menghasilkan zat serupa asetilkolin sehingga otot terus terangsang untuk berkontraksi.
  • Miastenia Gravis

Penyakit ini belum diketahui penyebabnya. Penderitanya perlahan-lahan mengalami pelemahan pada otot-otot tubuhnya hingga akhirnya tidak berfungsi sama sekali atau lumpuh. Pada umumnya, penderita kelainan ini meninggal karena otot-otot yang berhubungan dengan sistem pernapasan tidak dapat berkontraksi.
  • Kelelahan Otot atau Kram (Otot kaku beberapa saat)

Kelelahan otot terjadi karena otot terus-menerus berkontraksi. Pada akhirnya, otot akan mengalami kejang atau biasa disebut sebagai kram. Hal ini sering terjadi pada atlet yang sedang berlaga, pada saat kita melakukan gerakan secara tiba – tiba atau kurang pemanasan, dan ketika terjadi perubahan suhu secara drastis (mandi menggunakan air dingin setelah lelah beraktifitas).
  • Distrofi

Mirip dengan atrofi, penderita distrofi mengalami otot yang mengecil dan tidak dapat berfungsi normal. Namun, pada distrofi terjadi karena kelainan sejak lahir, diperkirakan kelainan ini bersifat genetis (keturunan).
  • Hernia

Hernia disebabkan selaput peritonial yang membatasi rongga perut melemah sehingga tidak mampu menyangga usus. Akibatnya, usus turun dan terkadang mencapai testis atau sampai ke daerah lipat paha. Rusaknya selaput peritonial bisa disebabkan karena aktifitas ekstrim atau berat.


Itulah sedikit tentang sistem gerak tubuh (otot) dan beberapa kelainan yang terjadi pada otot. Semoga bisa memberi manfaat dan menjadi wawasan baru. Dan jangan lupa untuk share dan komentar dibawah. Saya terbuka untuk kritik dan saran (Dengan bahasa yang baik) guna perbaikan pada penulisan selanjutnya.
Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar