Minggu, Februari 05, 2017
Bisnis/usaha yang menurun dan tidak potensial naik di tahun ini
Tidak semua jenis usaha bisa bertahan lama. Ada kalanya pada momen tertentu beberapa jenis usaha tidak bisa untuk bertahan. Kenaikan secara drastis pada bidang usaha tertentu selain bisa meningkatkan jenis usaha yang terkait, kenaikan tersebut juga bisa berimbas buruk pada bidang usaha lain. Seperti naiknya bidang usaha skala industri di bidang teknologi yang juga meningkatkan jenis usaha jasa atau sewa, namun di sisi lain merugikan jenis usaha yang sejenis atau yang lainnya. Contoh, peningkatan kualitas teknologi mobile yang kemudian dengan kreatif di manfaatkan untuk melejitkan jenis usaha jasa seperti ojek online, situs belanja online dan lain sebagainya, tapi disisi lain juga menurunkan jenis usaha jasa lainnya, seperti jasa transportasi umum, kios atau toko di pasar.
Dari analogi diatas, bisa disimpulkan bahwa hampir semua jenis usaha atau bisnis yang di integrasikan dengan teknologi terkini berpeluang besar untuk lahir, bertahan dan berkembang pesat. Sedangkan yang tidak bisa terintegrasi dengan teknologi terkini juga berpeluang besar untuk sepi atau turun dan bahkan gulung tikar. Berikut beberapa bisnis atau usaha yang hilang atau berpotensi turun di tahun 2017.
1. Bisnis WarTel dan telepon umum
Jelas yang ini sudah tenggelam oleh jaman. Wartel terus menurun dan lenyap di bumi pertiwi. Jika masih ada, mungkin juga sudah sekarat atau sepi. Bisnis yang yang menjadi trend di era 90-an ini sering dijadikan tempat untuk mengais rezeki, namun seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, peminat dan pelanggan bisnis ini mulai surut dan hilang. Bisnis wartel ini mungkin masih bisa di bangun dan eksis di daerah tertentu.
Telepon umum juga bernasib hampir sama dengan wartel, namun saat ini masih bisa berdiri dan bertahan dengan tiang penyangganya yang berkarat. Hanya menunggu bom waktu saja untuk bisa senasib dengan wartel.
Bagaimana dengan opini anda? sebagai generasi penikmat teknologi kekinian, apakah bisnis WarTel dan telepon umum bisa kembali di bangkitkan dan bergairah di era teknologi komunikasi mobile saat ini?
Jika masih ada yang melihat wartel ataupun telepon umum yang masih beroprasi, mungkin bisa membagi informasi dan fotonya di kolom komentar dibawah.
2. Rental atau penjualan buku dan kaset
Buku sebagai sumber ilmu dan media informasi kini sudah mulai tergantikan dengan kehadiran artikel dan berita dalam bentuk digital seperti website, blog, program televisi dan lain sebagainya. Peminatnya masih ada, dan rental buku pun masih bisa eksis di tengah persaingan dunia bisnis yang padat. Beberapa jenis buku seperti novel, buku panduan dan komik masih berpotensi untuk bisa naik, namun untuk jenis buku umum diperkirakan akan mulai menurun dan sepi.
Begitupun dengan rental kaset, dibeberapa pasar modern dan pinggiran jalan masih bisa ditemui toko dan penjual kaset. Menurunnya minat pembeli, membuat para pengusaha kaset mulai menjajakan dagangannya dengan ala kaki lima, berpindah kesana kemari mengikuti keramaian dan pasar dadakan.
3. Warung Internet (Warnet)
Omset jasa penyewaan internet kini mulai menurun. Penyebabnya adalah pertumbuhan teknologi dan budaya masayarakat kekinian. Untuk mencari sebuah informasi atau sekedar mengupdate sebuah status di akun media sosial, kini bisa dengan mudah dilakukan dengan sebuah perangkat mobile atau smartphone. Tingkat pertumbuhan ekonomi dan terjangkaunya perangkat mobile tersebut membuat semakin menurunnya omset para pengusaha warnet. Jika tidak ada perubahan, usaha ini tidak berpotensi naik di tahun ini.
Untuk bisa bertahan, bisnis warnet perlu di modifikasi dan diintegrasikan dengan bisnis lainnya, entah itu sesama bidang jasa atau jenis bisnis lainnya. Misal, warnet juga menyediakan jasa pembayaran tagihan listrik dan air, jasa kursus komputer, percetakan dan lain-lain.
4. Jasa pelayanan antar jemput (transportasi umum)
Bisnis jasa ini menurun hanya dibeberapa kota besar saja. Banyak keluhan dari para tukang ojek pangkalan, juragan angkot, sopir bus akan penurunan penghasilan mereka. Beberapa penyebabnya adalah kemudahan pembelian alat transportasi, terutama sepeda motor. Hampir setiap kepala keluarga memiliki sedikitnya satu sepeda motor. Kemudian jasa angkutan online, entah itu taksi maupun sepeda motor. Pembangunan dan peraturan pemerintah yang menganjurkan dan menyediakan transportasi umum yang lebih nyaman dan murah seperti bus TransJakarta.
Alasan utama masyarakat hijrah jenis transportasi diantaranya adalah faktor kenyamanan dan biaya yang lebih murah. Alasan tersebut bisa dijadikan acuan pengembangan bagi para pengusaha jasa transportasi umum untuk bisa bersaing dengan transportasi modern.
5. Bisnis properti dan perdagangan internasional
Jenis usaha yang banyak digeluti pebisnis kelas atas ini yang cenderung naik, kali ini berpotensi akan turun, termasuk juga dengan perdagangan eksport dan import. Penyebabnya adalah terpilihnya presiden Amerika Serikat “Donald Trump”. Beberapa konsulat meyakini kebijakan Donald Trump akan membuat penguatan Dolar terhenti dan berbalik melemah. Imbasnya bagi indonesia bisa secara langsung ataupun tidak langsung. Dampak secara tidak langsung maksudnya adalah beberapa negara yang menjalin hubungan kerja sama dengan Indonesia yang terkena langsung dampak dari Amerika Serikat, seperti Cina dan beberapa negara timur tengah. Jika perekonomian negara-negara tersebut terganggu, maka akan berimbas pula kepada negara yang sepayung dengannya.
Untuk jenis usaha yang bergerak di sektor kebutuhan pokok juga bisa terganggu. Salah satu penyebabnya adalah tingkat persaingan yang semakin padat. Bagi para usahawan yang baru mau memulai bisnisnya, bijaklah dalam memilih jenis usaha, perhatikan minat dan kebutuhan pasar dan juga kemampuan pribadi dalam menjalankan suatu usaha. Seperti yang diuraikan di atas, bahwa banyak jenis usaha yang lahir, tumbuh, bertahan dan bahkan naik ketika terintegrasi dengan perkembangan teknologi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar