Secara umum masalah ekonomi adalah kebutuhan manusia yang
tidak terbatas, sedangkan alat pemuas untuk memenuhi kebutuhan sifatnya
terbatas, sehingga manusia harus dapat menentukan kebutuhan mana yang harus
didahulukan agar seluruh kebutuhannya dapat terpenuhi.
Masalah ekonomi modern
Seiring berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan dan
teknologi, muncul masalah ekonomi modern yang menekankan pada 3 hal yaitu:
1. Barang apa yang akan diproduksi dan berapa banyak (what)
Manusia tidak mungkin memproduksi semua barang yang
dibutuhkan karena adanya keterbatasan sumber daya yang disediakan oleh alam
kita. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, manusia harus pandai dalam membuat
prioritas barang apa saja yang akan diproduksi dan berapa jumlah yang sesuai.
2. Bagaimana cara memproduksi barang tersebut (how)
Memilih cara dan teknologi yang dipakai sangatlah penting
dalam proses produksi. Pertimbangan teknologi modern atau padat modal maupun
teknologi manual atau padat karya tentu harus melalui proses penghitungan yang
detail. Hal ini berkaitan dengan efektifitas dan efisiensi dalam produksi.
3. Untuk siapa barang-barang tersebut diproduksi (for whom)
Masalah ekonomi ini menyangkut pasar mana yang dibidik,
didasarkan pada penghasilan, daerah, gender atau usia. Masalah ini sangat dipengaruhi oleh
distribusi barang tersebut.
Masalah Ekonomi Klasik
Masalah ekonomi klasik adalah masalah yang dilihat dari
sudut pandang yang sangat sederhana dengan tujuan memperoleh kemakmuran, dan
kemakmuran ini adalah suatu keadaan dimana barang dan jasa sebagai pemuas
kebutuhan tersedia dan mencukupi kebutuhan. Dan cara pemecahan masalah ekonomi
klasik ini dengan cara melakukan kegiatan yang dapat mencapai tingkat
kemakmuran tersebut yaitu: produksi, distribusi dan konsumsi.
1. Masalah Produksi
Bagaimana memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan
oleh orang banyak, menggunakan tenaga kerja, dan bagaimana cara memproduksi
barang dan jasa tersebut sehingga bisa memenuhi kebutuhan semua masyarakat.
Contoh saat pandemi covid-19, terjadi kelangkaan masker. Harga masker mengalami
kenaikan karena permintaan masker bertambah, sedangkan produsen tidak dapat
memproduksi masker dengan jumlah banyak sesuai dengan permintaan pasar.
1. Masalah Distribusi
Bagaimana menyalurkan barang dan jasa dari produsen
sampai ke konsumen serta saluran distribusi apa yang akan digunakan. Distribusi
dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut:
- Distribusi langsung, artinya menyalurkan barang dari produsen langsung kepada konsumen tanpa melewati perantara, seperti seorang penjual nasi goreng memproduksi sendiri dan langsung menjual dagangannya kepada pembeli (konsumen).
- Distribusi tidak langsung, artinya menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen melalui perantara, seperti pedagang besar (grosir), pedagang kecil (retailer), agen, makelar, komisioner, eksportir, importir, dan penyalur-penyalur yang lainnya. Contoh kelangkaan Gas Elpiji, karena adanya kendala dalam penyaluran gas Elpiji dari produsen ke konsumen.
3. Masalah Konsumsi
Apakah barang yang diproduksi dan telah didistribusikan
ke konsumen tersebut benar-benar bermanfaat untuk konsumen atau malah terbuang
siasia. Untuk melakukan kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu
sebagai berikut:
- Faktor intern, meliputi sikap, kepribadian, motivasi diri, pendapatan seseorang, selera, dan watak (karakter).
- Faktor ekstern, meliputi kebudayaan, adat istiadat, lingkungan masyarakat, status sosial, keluarga, dan pemerintah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar