Proses produksi dapat diartikan sebagai proses urutan kegiatan yang harus dilaksanaan dalam usaha untuk menghasilkan barang maupun jasa. Agar proses produksi mencapai titik optimum, maka diperlukan adanya peningkatan produktivitas dengan jalan menambah faktor-faktor produksi.
Akan tetapi
menurut David Ricardo penambahan faktor produksi tidak selalu dapat memberikan
hasil yang sebanding, seperti yang digambarkan dalam hukum hasil lebih yang
semakin berkurang atau the law of diminishing returns yang berbunyi “Dengan
suatu teknik tertentu, maka mulai titik tertentu penambahan faktor produksi
tidak lagi memberikan penambahan hasil produksi yang sebanding”. Atau dengan kata
lain tambahan hasil lama[1]kelamaan
akan menurun, meskipun faktor produksi terus bertambah.
Sebidang
tanah yang diolah 1 tenaga kerja dan satuan modal lainnya menghasilkan 10
kwintal beras. Selanjutnya Anda bisa lihat tabel.
|
Pekerja |
Hasil Total (Total Product) |
Produksi Marjinal (Marginal Product) |
|
1 |
10 |
10 |
|
2 |
21 |
11 |
|
3 |
34 |
13 |
|
4 |
42 |
8 |
|
5 |
48 |
6 |
|
6 |
50 |
2 |
|
7 |
50 |
0 |
Tabel di
atas menunjukkan bahwa penambahan tenaga dari 2 hingga penambahan 3 memberikan
tambahan hasil yang semakin meningkat. Pada penambahan tenaga kerja dari 4
sampai selanjutnya mulai mengalami penurunan, dan hukum penambahan hasil yang
makin menurun berlaku pada penambahan tenaga kerja ke 4. Untuk lebih jelasnya
Anda perhatikan kurva yang menggambarkan hubungan antara satuan tenaga dan
modal dengan tambahan hasil
Jika penambahan tenaga kerja sudah memberikan tambahan hasil yang menurun, sebaiknya perluasan produksi dengan menambah tenaga kerja dihentikan. Perluasan produksi dilakukan dengan cara lain seperti penggunaan teknologi, di bidang pertanian menggunakan bibit unggul dan pemupukan. Dengan cara demikian penambahan faktor produksi akan mempertahan peningkatan jumlah produksi, dengan demikian hukum tambahan hasil yang menurun tidak berlaku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar