Pengertian Bussines Model Canvas (BMC)
Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam mengembangkan suatu usaha baru atau startup adalah menggunakan Bussines Model Canvas (BMC) yang digabungkan dengan analisa SWOT.
Bussines Model Canvas (BMC) adalah suatu model bisnis
yang memberikan gambaran secara detail dan logis bagaimana memulai sebuah usaha
atau bisnis baru. Bussines Model Canvas (BMC) ini dikembangkan
oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur (1990).
Mengapa harus menggunakan Bussines Model Canvas (BMC)?
- BMC disajikan dalam bentuk visual seperti kanvas lukisan agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah.
- BMC sebagai “materi” untuk menjelaskan, menilai, dan mengubah suatu model bisnis, agar mampu berinovasi atau unggul dalam bersaing.
- BMC dapat digunakan untuk skala bisnis di semua bidang usaha.
- BMC sangat membantu untuk mempercepat proses analisis kekuatan dan kekurangan bisnis (analisis kebutuhan dan profit dapat dilakukan dengan cepat).
- BMC disusun dengan melibatkan semua level manajemen untuk pengembangan bisnis perusahaan.
Bussines Model Canvas di dalamnya terdiri dari 9 buah
komponen utama, yaitu, Customer Segment, Customer Relationship, Customer
Channel, Revenue Structure, Value Proposition, Key Activities, Key Resource,
Cost Structure, dan Key Partners. Berikut uraian penjelasannya:
9 komponen Bussines Model Canvas (BMC)
Customer Segment (segmentasi pasar)
Pada BMC wirausaha diharuskan untuk menentukan segmentasi
pasar dengan detail, sehingga mendapatkan gambaran yang pasti konsumen mana
yang akan dibidik sebagai pengguna barang atau jasa yang ditawarkan.
Customer Relationship (hubungan atau keterikatan dengan konsumen)
Komponen ini bertujuan untuk membentuk bounding dengan
kosnumen, baik pelanggan atau konsumen baru maupun pelanggan atau konsumen
lama. Selain membentuk bounding, komponen ini pun berfungsi untuk mengenalkan dan
menawarkan produk barang maupun jasa baru kepada pelanggan atau konsumen baru
maupun lama. Contoh, diskon, kode promo, member card, dan sebagainya.
Customer Channel
Customer Channel merupakan cara-cara mempromosikan barang atau jasa yang ditawarkan untuk menyampaikan keunggulan atau keunikan produk. Dengan demikian konsumen tertarik untuk membeli atau menggunakannya berdasarkan penilaian konsumen tersebut. Contoh, tester makanan, display baju dan lain-lain. Fungsi channels lainnya, di antaranya sebagai berikut.
- Mengenalkan kepada konsumen, sehingga konsumen sadar dengan produk barang atau jasa yang ditawarkan.
- Membantu konsumen untuk menilai keunikan atau keunggulan produk barang atau jasa.
- Memfasilitasi pelanggan membeli produk atau jasa.
- Menyediakan dukungan pascapenjualan.
Value Proposition (keunggulan atau keunikan produk)
Keunggulan atau keunikan produk menentukan mengapa produk
yang kita tawarkan pantas dipilih oleh konsumen, selain itu keunggulan atau
keunikan produk harus menonjol dari pesaing dan memenuhi keinginan konsumen.
Beberapa aspek yang dapat diunggulkan, yaitu, harga, merek, disain, potongan
harga, pelayanan jika ada kerusakan, dan lain-lain.
Revenue Structure / Revenue Stream (aliran pendapatan)
Aliran pendapatan atau aliran dana masuk, yaitu cara
bagaimana mendapatkan pemasukan dari customer segment, baik berupa pendapatan
transaksional (jual beli secara langsung) maupun pengulangan (repeat order).
Selain itu, dana masuk dapat juga diperoleh dari penjualan produk hasil
pengembangan dari produk yang ada maupun dari bidang usaha yang berhubungan
dengan bidang usaha yang sedang dikembangkan. Contoh, penjualan rendang dalam
kaleng oleh rumah makan padang, penjualan berbagai merchandise, dan sebagainya.
Key Activities
Merupakan kegiatan-kegiatan yang dpat menentukan jalannya
sebuah bisnis atau usaha. Komponen ini berperan penting dalam menonjolkan
keunggulan atau keunikan produk. Jenis key activities, yaitu sebagai berikut.
- Operasi produksi
- Operasi jasa (pelayanan)
- Platform dan jaringan
Key Resource
Merupakan aset-aset penting yang dimiliki perusahaan.
Aset-aset tersebut meliputi, sumber daya manusia (SDM), sumber daya fisik
seperti, bangunan dan peralatan, uang, dan aset intelektual (merek, paten, hak
cipta, database pelanggan, dan lain-lain. Key Resource harus mendukung value
propotions dari produk yang ditawarkan, channel, customer relationship, dan
revenue stream.
Key Partners
Merupakan mitra-mitra yang dapat diajak kerjasama dalam
pengembangan usaha. Tujuan adanya mitra kerjasama adalah optimalisasi
penghematan anggaran, mengurangi resiko dari hal-hal yang tidak terduga, dan
pengambilalihan sumber daya dan kegiatan, sehingga pengelolaan usaha lebih
efektif.
Cost Structure (struktur pembiayaan usaha)
Menggambarkan
semua biaya yang dikeluarkan untuk jalannya bisnis. Pengeloaan keuangan
sangatlah penting, karena jika pengelolaan uang kurang sehat, maka perkembangan
usaha akan lambat bahkan tidak berkembang sama sekali. Jenis cost structure,
yaitu, Cost driven (modal), Value driven (biaya cadangan), biaya tetap, dan
biaya variabel.
- Biaya tetap (Fixed Cost) adalah biaya yang sifatnya tetap, tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya produksi. Contoh, sewa tanah, sewa bangunan, penyusutan alat/bangunan, upah tenaga kerja, dan lain-lain.
- Biaya Variabel (Variable Cost) adalah biaya yang sifatnya berubah, dipengaruhi oleh besar kecilnya produksi. Contoh, benih tanaman, bahan baku, pupuk, pestisida, dan upah tenaga kerja luar atau musiman.
Fokus utama dalam pengembagan usaha menggunakan BMC
adalah customer segmens, customer relationship, revenue stream, channel, value
propotion. Sedangkan komponen lainnya harus dapat mendukung komponen utama yang
dapat terlihat secara langsung oleh konsumen.
Perlu diingat bahwa Bussines Model Canvas bukanlah sebuah
resep yang harus diikuti dengan kaku, tetapi hanya sebuah gambaran dalam
memulai suatu bisnis atau mengembangkan bisnsi baru. Jadi evaluasi terhadap BMC
yang telah dibuat sangatlah penting dan disesuaikan dengan perkembangan zaman
saat ini. Selain itu evaluasi diperlukan untuk menghadapi tantangan dari
kompetitor, berani berinovasi, dan memiliki keunggulan yang berbeda dengan
kompetitor.
9 Bisnis Model Canvas (BMC) untuk Membantu Menjalankan Bisnis
Apa sih bisnis model canvas itu?
contoh business model canvas
business model canvas pdf
software business model canvas
business model canvas makanan
business model canvas online
business model canvas template ppt
business model canvas word
business model canvas template
9 Elemen Penting Penerapan Bisnis Model Canvas
9 Elemen yang Harus Ada Dalam Bisnis Model Canvas
contoh business model canvas
9 elemen bisnis model canvas dan contohnya
business model canvas adalah
9 elemen bisnis model canvas pdf
urutan bisnis model canvas
contoh bisnis model canvas online shop
contoh bmc
contoh bisnis model canvas makanan
business model canvas adalah
contoh business model canvas
9 elemen bisnis model canvas pdf
contoh bisnis model canvas online shop
urutan bisnis model canvas
contoh bmc
9 business model canvas components
9 block business model canvas ppt
business model canvas 9 steps
9 box business model canvas
9 element business model canvas
9 point business model canvas
9 elemen business model canvas
the business model canvas 9 steps to creating a successful business model
business model canvas - 9 steps to a successful business
9 building blocks of business model canvas pdf
9 components of business model canvas
9 steps business model canvas
9 blocs du business model canvas
9 bagian business model canvas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar