Faktor Keberhasilan Kewirausahaan
a. Kerja
keras. Dalam menjalankan usaha kita perlu menyadari bahwa setiap orang yang
menekuni bidang usaha, usaha apapun itu, dituntut untuk memiliki pemikiran
untuk selalu bekerja keras dan tekun.
b. Kerja
sama dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial, yang mau tidak mau kita musti
bergantung kepada orang lain, maka dari itu semestinyalah kita belajar bergaul
dan membawa diri pada orang lain.
c.
Penampilan yang baik. Penampilan adalah cerminan kebersihan hati dan perilaku
seseorang, oleh karena itu, untuk menunjang usaha yang kita lakukan maka penampilan
juga sangat berperan.
d. Yakin,
keyakinan. Segala sesuatu yang dilakukan wujudkan dalam diri kita bahwa kita
bisa.
e. Pandai
membuat keputusan.
f. Mau
menambah pengetahuan. Seorang wirausahawan dituntut untuk selalu belajar dari
sekelilingnya, lingkungan sekitarnya dan dari produk-produk yang dibuat.
g. Pandai
berkomunikasi. Belajarlah mengeluarkan kalimat yang baik (sesuai).
Faktor Kegagalan Kewirausahaan
a. Kurangnya dana untuk modal. Tidak semua kegagalan disebabkan
karena modal yang tidak ada, akan tetapi sebagian besar kegagalan itu ada
karena kurangnya dana
b. Kurangnya pengalaman dalam bidang bisnis. Berikan
suatu jabatan kepada ahlinya, dengan kata lain tempatkan sesuatu pada
tempatnya. termasuk tempatkan minat dan bakat dimana orang itu berminat dan
berbakat agar usaha atau pekerjaan yang dilakukan menjadi sahabat dan dapat
ditekuni dengan baik.
c. Tidak adanya perencanaan yang tepat dan matang. Dalam
berwirausaha, merencanakan sesuatu, atau menyusun sesuatu perlu disiapkan
sebelumnya.
d. Tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha yang sedang
digeluti (diteliti).
Sebab-sebab kegagalan dalam menjalankan kewirausahaan
- Kurang ulet dan cepat putus asa, sedangkan kita harus dituntut untuk rajin, tekun, sabar, dan jangan putus asa.
- Kurang tekun dan teliti.
- Kurangnya pengawasan.
- Kemacetan yang sering terjadi.
- Pelayanan yang kurang baik.
- Tidak jujur dan kurang cekatan.
- Kurang inisiatif dan kurang kreatif.
- Kekeliruan dalam memilih lapangan usaha.
- Menyamakan perusahaan sebagai badan sosial, karena salah satu ciri-ciri kalau orang berbisnis harus kikir, kalau badan sosial, ikhlas beramal, karena apabila perusahaan jadi kikir maka ia jelas irit.
- Banyak pemborosan dan penyimpangan.
- Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen.
- Sulit memisahkan antara harta pribadi dengan harta perusahaan.
- Mengambil kredit tanpa pertimbangan yang matang.
- Memulai usaha tanpa pengalaman dan modal pinjaman.
- Banyaknya piutang ragu-ragu.
- Kekeliruan menghitung harga pokok. Dalam melakukan suatu usaha penjualan harus menghitung berapa banyak harga pokok.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar