Senin, Juni 13, 2022

FAKTOR-FAKTOR KEGAGALAN USAHA BARU (STARTUP) / PERUSAHAAN RINTISAN

Sebuah usaha dapat dikembangkan menjadi sebuah startup. Istilah startup sering dikaitkan dengan usaha atau bisnis yang baru saja dimulai atau usaha yang baru berkembang. Menurut Steve Blank, startup adalah organisasi yang dibentuk untuk mencari model bisnis yang dapat diulang dan terukur. Sedangkan menutut Eric reis, startup adalah aturan atau norma-norma yang dirancang manusia untuk menyampaikan produk atau layanan baru dalam ketidak pastian.

 

Kunci dari memulai sebuah usaha atau membuat suatu startup adalah memiliki kemampuan untuk tumbuh. Karena startup adalah sebuah perusahaan yang memang dirancang untuk terus tumbuh secara cepat. Pertumbuhan startup tidak terbatas secara geografis yang berbeda dengan usaha kecil atau small bussines. Dalam pertumbuhan dan perkembangan startup, internet merupakan salah satu faktor yang penting. Namun pengembangan usaha berupa startup tidak semudah yang dibayangkan, banyak startup yang akhirnya gagal berkembang.

 

Beberapa faktor kegagalan dari pengembangan usaha dengan membentuk startup, di antaranya sebagai berikut:

  • Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang model bisnis yang dapat membantu dalam pengembangan usaha.
  • Masalah keuangan, bisa berupa modal atau kurangnya kemampuan dalam menentukan harga jual sehingga sulit bersaing dengan produk lain yang sama dengan harga yang lebih terjangkau oleh pasar.
  • Pengembangan produk barang atau jasa yang kurang inovatif dan kreatif, sehingga tidak dapat menonjolkan keunggulan atau keunikan produk barang atau jasa yang ditawarkan. Hal tersebut dapat berdampak pada perkembangan usaha yang sangat lambat bahkan tidak dapat berkembang sama sekali.
  • Kesalahan dalam melakukan strategi perdagangan. Hal tersebut sangatlah fatal bagi usaha yang baru mulai dirintis atau baru berkembang. Oleh karena itu, seorang wirausaha harus memiliki kejelian dan kepekaan dalam melihat pangsa pasar. Misalnya, adanya perubahan kebiasaan konsumen dalam membeli sebuah produk barang atau jasa sebelum adanya internet dengan setelah adanya internet. Jika perubahan kebiasaan belanja konsumen tersebut tidak dapat diantisipasi oleh seorang wirausaha dalam proses perdagangan produknya, maka perkembangan usahanya akan sangat lambat bahkan akan ditinggalkan oleh konsumen.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar