Rangkaian picu sederahana
Perhatikan gambar berikut ini:
![]() |
| rangakain picu sederhana |
Saat terpenuhinya arus picu (t) dapat dikontrol melalui
pengaturan R2, karena gelombang sinyal pada gate adalah sefasa
dengan tegangan anoda-katoda UAK atau tegangan sumber US.
Rangkaian picu demikian hanya dapat digunakan untuk mengatur daerah (range) sudut
picu antara 0o sampai 90o. Bentuk gelombang arus gate dan
tegangan anoda-katoda diperlihatkan pada gambar diatas.
Misalkan diketahui : tegangan sumber = 115 Vrms,
IG = 15 mA dan R1
= 3 k ohm. Bila dikehendaki sudut picu =
90o, berapakah besarnya R2 ?
Jawaban:
Pada sudut picu = 90o, maka tegangan sesaat (Ut)
: = Up = 115. √2= 162 V
dengan mengabaikan tegangan jatuh pada beban dan pada
dioda gate katoda, agar pada gate mengalir IC = 15 mA diperlukan
tahanan.
R = (R1 + R2) = 162 v / 15 mA = 10,8
𝑘 ohm
R2 = 10,8 k - 3 k = 7,8 k ohm. jadi potensiometer R2
diatur pada harga 7,8 k ohm.
Rangkaian picu penggeser fasa (phasa shift gate controll)
Untuk mendapatkan pengontrolan yang lebih baik, sedapat
mungkin daerah pengaturan sudut konduk/picu diperlebar sampai 180o.Maksud
tersebut dapat diatasi dengan rangkaian RC yang merupakan rangkaian penggeser
phasa, sebagaimana diperlihatkan pada gambar berikut:
Pada rangkaian tersebut terjadi pergeseran phasa antara
gelombang tegangan UAK dengan arus picu IG, besarnya pergeseran tersebut dapat
diatur melalui R2, dengan cara ini secara teoritis sudut konduk atau picu
thyristor dapat diatur dari 0osampai 180o.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar