Sabtu, Juni 19, 2021

Rangkaian Picu Sederhana dan Rangkaian Picu Penggeser Fasa (phasa shift gate controll)

Rangkaian picu sederahana

Perhatikan gambar berikut ini:

rangakain picu sederhana


Saat terpenuhinya arus picu (t) dapat dikontrol melalui pengaturan R2, karena gelombang sinyal pada gate adalah sefasa dengan tegangan anoda-katoda UAK atau tegangan sumber US. Rangkaian picu demikian hanya dapat digunakan untuk mengatur daerah (range) sudut picu antara 0o sampai 90o. Bentuk gelombang arus gate dan tegangan anoda-katoda diperlihatkan pada gambar diatas.

 

Misalkan diketahui : tegangan sumber = 115 Vrms, IG = 15 mA dan  R1 = 3 k ohm.  Bila dikehendaki sudut picu = 90o, berapakah besarnya R2 ?

Jawaban:

Pada sudut picu = 90o, maka tegangan sesaat (Ut) : = Up = 115.  2= 162 V

dengan mengabaikan tegangan jatuh pada beban dan pada dioda gate katoda, agar pada gate mengalir IC = 15 mA diperlukan tahanan.

R = (R1 + R2) = 162 v / 15 mA = 10,8 𝑘 ohm

R2 = 10,8 k - 3 k = 7,8 k ohm. jadi potensiometer R2 diatur pada harga 7,8 k ohm.

 

Rangkaian picu penggeser fasa (phasa shift gate controll)

Untuk mendapatkan pengontrolan yang lebih baik, sedapat mungkin daerah pengaturan sudut konduk/picu diperlebar sampai 180o.Maksud tersebut dapat diatasi dengan rangkaian RC yang merupakan rangkaian penggeser phasa, sebagaimana diperlihatkan pada gambar berikut:



Pada rangkaian tersebut terjadi pergeseran phasa antara gelombang tegangan UAK dengan arus picu IG, besarnya pergeseran tersebut dapat diatur melalui R2, dengan cara ini secara teoritis sudut konduk atau picu thyristor dapat diatur dari 0osampai 180o.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar