Kebijakan Pemerintah di Bidang Ekonomi
Permasalahan perekonomian negara sangat beragam diantaranya
laju inflasi, pengangguran pertumbuhan ekonomi, dan lain-lain. Untuk mengatasi
masalah tersebut pemerintah menyiapkan kebijakan-kebijakan sebagai solusi,
antara lain:
Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang mengatur
tentang penerimaan dan pengeluaran negara. Sumber-sumber penerimaan negara
antara lain dari pajak, penerimaan bukan pajak serta bantuan atau pinjaman dari
luar negeri. Selain itu, pengeluaran dibagi menjadi dua kelompok besar yakni
pengeluaran yang bersifat rutin seperti membayar gaji pegawai, belanja barang
serta pengeluaran yang bersifat pembangunan. Dengan demikian, kebijakan fiskal
merupakan kebijakan pengelolaan keuangan negara dan terbatas pada sumber-sumber
penerimaan dan alokasi pengeluaran negara yang tercantum dalam APBN.
Kebijakan Moneter
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun
1999 tentang Bank Indonesia, Bab 1 Pasal 10 yang dimaksud dengan Kebijakan
Moneter adalah kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh Bank Indonesia untuk mencapai dan memelihara
kestabilan nilai rupiah yang dilakukan antara lain melalui pengendalian jumlah
uang beredar dan atau suku bunga. Beberapa kebijakan fiskal dan moneter yang
diambil pemerintah pada saat krisis untuk merespons turunnya nilai rupiah
adalah sebagai berikut (Mar’ie M. 2004, hal. 111):
- Kontraksi rupiah secara besar-besaran melalui kebijakan fiskal (APBN) dengan cara menekan pengeluaran dan menunda pembayaran-pembayaran yang tidak mendesak.
- Bank Indonesia meningkatkan suku bunga, sehingga suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) mencapai 70% dengan maksud membatasi ekspansi kredit perbankan yang dikonversikan ke dalam SBI pada Bank Indonesia.
- Bank Indonesia melakukan intervensi pasar dengan menjual dollar pada saat diperlukan jika rupiah menunjukkan tanda-tanda yang benar-benar mengkhawatirkan.
- Pembatalan dan penundaan berbagai mega proyek pemerintah guna memperketat pengeluaran melalui APBN serta menguarangi laju impor barang agar cadangan devisa tidak semakin terkuras. Demikian pula pihak swasta dihimbau untuk menunda berbagai proyek yang bernilai besar agar impor dapat dikurangi guna menolong cadangan devisa nasional.
Kebijakan Ekonomi Internasional
Dalam hal ini pemerintah dan BI dapat mengintervensi
kegiatan perdagangan internasional. Kebijakan-kebijakan tersebut biasanya juga bisa digunakan untuk
mempertahankan keseimbangan pasar valuta asing. Hal ini tercermin dari
kebijakan pemerintah untuk mengatur nilai tukar mata uang asing terhadap nilai
mata uang di dalam negeri. Hal ini cuma sebagai bentuk intervensi pemerintah,
namun mekanisme tetap mengikuti mekanisme pasar.
Kebijakan Segi Penawaran
Kebijakan fiskal dan moneter dapat dipandang sebagai
kebijakan yang memengaruhi pengeluaran agregat. Dengan demikian kebijakan
fiskal dan moneter merupakan kebijakan dari segi permintaan. Di samping melalui
permintaan, kegiatan perekonomian juga dapat dipengaruhi dari segi penawaran.
Kebijakan segi penawaran bertujuan untuk mempertinggi
efisiensi kegiatan perusahaan sehingga dapat menawarkan barang dengan harga
yang lebih murah atau dengan mutu yang lebih baik. Kebijakan segi penawaran
lebih menekankan pada peningkatan kegairahan tenaga kerja untuk bekerja (dengan
mengurangi pajak pendapatan rumah tangga) dan peningkatan usaha para pengusaha
untuk mempertinggi efisiensi kegiatan produksinya.
Cara ini dilakukan pemerintah dengan memberi insentif
kepada perusahaan yang melakukan inovasi, menggunakan teknologi yang canggih,
dan pengembangan mutu barang yang diproduksikan.
Kebijakan pendapatan oleh pemerintah
Kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah untuk
mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Misalnya melalui ketentuan upah
minimum dan harga produk tertentu untuk menaikkan pendapatan ataupun untuk
menekan laju inflasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar