Jumat, April 23, 2021

Tipe Sendi Pada Tubuh Manusia, Contoh dan Gambar

Persendian manusia

Giovanni Ingrassies (1510 – 1580) adalah ahli tulang awal. Ia adalah seorang dokter reputasi sebagai Hippocrates Sisillia sesudah Bapak Kedokteran. Ia merupakan yang pertama-tama mengidentifikasi tulang tubuh yang terkecil, tulang stapes di telinga dan namanya dipakai untuk bagian dari rongga mata yang tertulang.

 

Tulang di dalam tubuh saling berhubungan satu sama lain sehingga membentuk rangka tubuh. Hubungan antar tulang disebut pula artikulasi. Untuk dapat bergerak, pada hubungan antar tulang terdapat struktur yang khusus. Struktur khusus inilah yang disebut sendi. Proses terbentuknya sendi diawali dengan membengkaknya kartilago. Lalu kedua ujung kartilago itu diliputi jaringan ikat. Selanjutnya, kedua ujung kartilago itu membentuk sel-sel tulang dan keduanya diselubungi oleh selaput sendi yang disebut sinovial. Membran sinovial ini keadaannya liat dan dapat menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut minyak sinovial.

 

Jenis sendi pada tulang manusia

Pada rangka tubuh manusia terdapat tiga pola hubungan antar tulang atau persendian, yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis.

 

Sinartrosis (sendi mati)

Sinartrosis, yaitu pola hubungan antar tulang yang sama sekali tidak memiliki celah sendi. Hubungan antar tulang pada pola ini, dihubungkan dengan erat oleh jaringan serabut, karena itu tidak bisa digerakkan (sendi mati). Pola hubungan tulang yang disebut sinartrosis dibagi menjadi dua tipe utama, yaitu suture dan sinkondrosis.


sendi manusia


Suture adalah pola hubungan sinartrosis yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, misalnya pada tulang tengkorak. Sinkondrosis adalah sinartrosis yang dihubungkan oleh kartilago hialin, misalnya hubungan antara tulang epifisis dan diafisis pada tulang dewasa, hubungan tulang yang seperti ini tidak dapat digerakkan.

 

Amfiartrosis

Pada pola hubungan tulang amfiartrosis, sendi dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit terjadi gerakan. Pola hubungan ini dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan sindesmosis. Pada simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang bentuknya pipih. Pola hubungan ini dapat ditemukan pada sendi intervertebral dan simfisis pubis, sedangkan pada sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Sindesmosis contohnya pada sendi antara tulang betis dan tulang kering.


sendi manusia


Diartrosis (Sendi Gerak)

Pada pola hubungan ini, kedua ujung tulang tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga memungkinkan terjadinya gerakan. Nama lain untuk pola hubungan diartrosis, yaitu hubungan sinovial. Diartrosis merupakan hubungan antar tulang yang dicirikan oleh keleluasaannya pada saat digerakkan dan bersifat fleksibel.


sendi manusia


Beberapa ciri khusus dari pola hubungan diartrosis, yaitu:

  • Permukaan sendinya diselubungi oleh selaput atau kapsul yang terbuat dari jaringan ikat fibrosa
  • Pada bagian dalam kapsul terdapat pembatas. Pembatas ini merupakan membran jaringan ikat yang disebut pula membran sinovial. Membran ini menghasilkan cairan pelumas yang disebut cairan sinovial yang fungsinya untuk mengurangi gesekan
  • Kapsul-kapsul fibrosanya ada yang diperkuat oleh ligamen dan ada pula yang tidak, dan di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan-bantalan serabut tulang rawan. Hubungan tulang yang termasuk ke dalam pola hubungan diartrosis, yaitu sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi pelana, sendi ovoid, dan sendi luncur.

 

Berikut akan dijelaskan bagaimana mekanisme setiap persendian melakukan gerakan.

Persendian tubuh manusia


sendi gerak

Sendi Peluru

Sendi peluru adalah persendian yang memungkinkan terjadinya mekanisme gerak ke segala arah. Persendian seperti ini terjadi pada persendian yang terbentuk oleh hubungan antara tulang-tulang gelang bahu dan tulang lengan bagian atas, juga terdapat pada persendian yang terbentuk oleh hubungan antara tulang gelang panggul dan tulang paha.

 

Sendi Engsel

Sendi engsel merupakan persendian yang terbentuk oleh hubungan antar tulang yang hanya memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah. Persendian seperti ini dapat ditemukan pada persendian yang terbentuk oleh ruas-ruas tulang jari kaki maupun tangan atau persendian yang terbentuk oleh tulang-tulang yang membentuk siku dan lulut.


Tipe persendian yang terdapat pada rahang bekerja seperti engsel. Sendi rahang memegang peran penting dalam proses berbicara dan proses mengunyah makanan. Tulang sendi (mandibula) dihubungkan ke tulang tengkorak oleh sendi rahang yang bernama sendi temporomandibular (temporomandibular joint/TMJ).

 

Sendi Pelana atau Sela

Sendi pelana merupakan persendian yang terbentuk oleh hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan kedua arah. Persendian seperti ini terdapat pada hubungan antara tulang telapak tangan dan pangkal ibu jari.

 

Sendi Putar

Sendi putar merupakan persendian di mana ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Keadaan hubungan yang demikian memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros, seperti persendian antara tulang hasta dan pengumpil atau antara tulang atlas dengan tulang tengkorak.

 

Sendi Ovoid

Pada persendian ovoid ini, gerakannya berporos dua, yaitu gerak ke kiri dan ke kanan, maju mundur, dan ke muka ke belakang. Pada persendian ini salah satu ujung tulangnya berbentuk oval, sedangkan tulang lain yang merupakan pasangannya memiliki lekukan elips untuk tempat masuknya tulang yang berbentuk oval tadi. Persendian seperti ini terdapat pada tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan.

 

Sendi Luncur

Kedua ujung tulang pada sendi luncur agak rata sehingga memungkinkan gerakan menggeser dan tidak memiliki poros. Sendi luncur misalnya terdapat pada sendi antara tulang pergelangan tangan, antar tulang pergelangan kaki, tulang selangka, dan tulang belikat.


#sendi manusia #macam-macam sendi #persendian #fungsi sendi #contoh sendi #belajardarirumah #belajardariinternet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar