Persendian manusia
Giovanni Ingrassies (1510 – 1580) adalah ahli tulang
awal. Ia adalah seorang dokter reputasi sebagai Hippocrates Sisillia sesudah
Bapak Kedokteran. Ia merupakan yang pertama-tama mengidentifikasi tulang tubuh
yang terkecil, tulang stapes di telinga dan namanya dipakai untuk bagian dari
rongga mata yang tertulang.
Tulang di dalam tubuh saling berhubungan satu sama lain
sehingga membentuk rangka tubuh. Hubungan antar tulang disebut pula artikulasi.
Untuk dapat bergerak, pada hubungan antar tulang terdapat struktur yang khusus.
Struktur khusus inilah yang disebut sendi. Proses terbentuknya sendi diawali
dengan membengkaknya kartilago. Lalu kedua ujung kartilago itu diliputi jaringan
ikat. Selanjutnya, kedua ujung kartilago itu membentuk sel-sel tulang dan
keduanya diselubungi oleh selaput sendi yang disebut sinovial. Membran sinovial
ini keadaannya liat dan dapat menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut
minyak sinovial.
Jenis sendi pada tulang manusia
Pada rangka tubuh manusia terdapat tiga pola hubungan
antar tulang atau persendian, yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis.
Sinartrosis (sendi mati)
Sinartrosis, yaitu pola hubungan antar tulang yang sama
sekali tidak memiliki celah sendi. Hubungan antar tulang pada pola ini,
dihubungkan dengan erat oleh jaringan serabut, karena itu tidak bisa digerakkan
(sendi mati). Pola hubungan tulang yang disebut sinartrosis dibagi menjadi dua
tipe utama, yaitu suture dan sinkondrosis.
Suture adalah pola hubungan sinartrosis yang dihubungkan
dengan jaringan ikat serabut padat, misalnya pada tulang tengkorak.
Sinkondrosis adalah sinartrosis yang dihubungkan oleh kartilago hialin,
misalnya hubungan antara tulang epifisis dan diafisis pada tulang dewasa,
hubungan tulang yang seperti ini tidak dapat digerakkan.
Amfiartrosis
Pada pola hubungan tulang amfiartrosis, sendi dihubungkan
oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit terjadi gerakan. Pola
hubungan ini dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan sindesmosis. Pada simfisis,
sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang bentuknya pipih. Pola hubungan
ini dapat ditemukan pada sendi intervertebral dan simfisis pubis, sedangkan
pada sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen.
Sindesmosis contohnya pada sendi antara tulang betis dan tulang kering.
Diartrosis (Sendi Gerak)
Pada pola hubungan ini, kedua ujung tulang tidak
dihubungkan oleh jaringan sehingga memungkinkan terjadinya gerakan. Nama lain
untuk pola hubungan diartrosis, yaitu hubungan sinovial. Diartrosis merupakan
hubungan antar tulang yang dicirikan oleh keleluasaannya pada saat digerakkan
dan bersifat fleksibel.
Beberapa ciri khusus dari pola hubungan diartrosis,
yaitu:
- Permukaan sendinya diselubungi oleh selaput atau kapsul yang terbuat dari jaringan ikat fibrosa
- Pada bagian dalam kapsul terdapat pembatas. Pembatas ini merupakan membran jaringan ikat yang disebut pula membran sinovial. Membran ini menghasilkan cairan pelumas yang disebut cairan sinovial yang fungsinya untuk mengurangi gesekan
- Kapsul-kapsul fibrosanya ada yang diperkuat oleh ligamen dan ada pula yang tidak, dan di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan-bantalan serabut tulang rawan. Hubungan tulang yang termasuk ke dalam pola hubungan diartrosis, yaitu sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi pelana, sendi ovoid, dan sendi luncur.
Berikut akan dijelaskan bagaimana mekanisme setiap
persendian melakukan gerakan.
Persendian tubuh manusia
Sendi Peluru
Sendi peluru adalah persendian yang memungkinkan
terjadinya mekanisme gerak ke segala arah. Persendian seperti ini terjadi pada
persendian yang terbentuk oleh hubungan antara tulang-tulang gelang bahu dan
tulang lengan bagian atas, juga terdapat pada persendian yang terbentuk oleh
hubungan antara tulang gelang panggul dan tulang paha.
Sendi Engsel
Sendi engsel merupakan persendian yang terbentuk oleh
hubungan antar tulang yang hanya memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah.
Persendian seperti ini dapat ditemukan pada persendian yang terbentuk oleh
ruas-ruas tulang jari kaki maupun tangan atau persendian yang terbentuk oleh
tulang-tulang yang membentuk siku dan lulut.
Tipe
persendian yang terdapat pada rahang bekerja seperti engsel. Sendi
rahang memegang peran penting dalam proses berbicara dan proses mengunyah makanan.
Tulang sendi (mandibula) dihubungkan ke tulang tengkorak
oleh sendi rahang yang bernama sendi temporomandibular
(temporomandibular joint/TMJ).
Sendi Pelana atau Sela
Sendi pelana merupakan persendian yang terbentuk oleh
hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan kedua arah.
Persendian seperti ini terdapat pada hubungan antara tulang telapak tangan dan
pangkal ibu jari.
Sendi Putar
Sendi putar merupakan persendian di mana ujung tulang
yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Keadaan hubungan yang
demikian memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros, seperti persendian
antara tulang hasta dan pengumpil atau antara tulang atlas dengan tulang
tengkorak.
Sendi Ovoid
Pada persendian ovoid ini, gerakannya berporos dua, yaitu
gerak ke kiri dan ke kanan, maju mundur, dan ke muka ke belakang. Pada
persendian ini salah satu ujung tulangnya berbentuk oval, sedangkan tulang lain
yang merupakan pasangannya memiliki lekukan elips untuk tempat masuknya tulang
yang berbentuk oval tadi. Persendian seperti ini terdapat pada tulang pengumpil
dan tulang pergelangan tangan.
Sendi Luncur
Kedua ujung tulang pada sendi luncur agak rata sehingga
memungkinkan gerakan menggeser dan tidak memiliki poros. Sendi luncur misalnya
terdapat pada sendi antara tulang pergelangan tangan, antar tulang pergelangan
kaki, tulang selangka, dan tulang belikat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar