Secara umum perhitungan harga perolehan persediaan barang dagang dapat dihitung berdasarkan metode FIFO, LIFO, dan average. Berikut ini sedikit ulasan tentang metode fifo, metode lifo, dan metode rata-rata (average cost).
Metode FIFO (First In – First Out)
Secara umum fifo adalah yang “pertama masuk, itulah yang
pertama keluar”. Bisa dikatakan seperti antrian (queue), urut sesuai nomer
antrian. Penerapan metode ini terutama diterapkan pada barang-barang yang tidak
tahan lama atau produk-produk yang modelnya cepat berubah. Oleh karena
penerapan metode ini maka saldo akhir menunjukkan barang yang dibeli terakhir
sebab barang yang dibeli lebih awal akan dikeluarkan lebih awal juga.
Penggunaan metode ini dalam menghitung nilai persediaan barang akan
menghasilkan laba yang besar namun penghitungan labanya kurang akurat. Contoh
penerapan metode ini yaitu pada produk-produk makanan olahan di supermarket.
Metode LIFO (Last In – First Out)
Secara umum lifo adalah yang “terakhir masuk masuk,
itulah yang pertama keluar”. Bisa digambarkan seperti tumpukan (stack),
barang pertama yang masuk akan tertumpuk paling bawah, dan yang terakhir akan
berada ditumpukan paling atas, sehingga yang terakhir ini, yang pertama keluar.
Metode lifo ini merupakan metode yang lebih rumit sehingga biaya pembukuan
untuk menjadi lebih mahal. Metode ini menerapkan penjualan terhadap barang yang
paling akhir masuk yang akan dijual terlebih dahulu. Laba dan rugi yang
dihasilkan dari penerapan metode ini cenderung menghasilkan laba dan rugi yang
lebih rendah. Contoh bidang penerapan metode ini dalam perusahaan dagang yaitu
dalam bidang pakaian, teknologi, elektronik dan toko buku.
Metode Rata-rata (Average Cost)
Ini merupakan metode tengah-tengah antara metode FIFO dan
metode LIFO. Metode Rata-rata (average) dibagi menjadi dua metode yaitu metode
rata-rata sederhana (simple average method) dan metode
rata-rata tertimbang (weighted average method). Dalam
metode rata-rata sederhana (simple average method), nilai
persediaan barang ditentukan melalui hasil perkalian dari harga rata-rata
barang dagang per-unit dengan sisa barang dagang. Sedangkan dalam metode
rata-rata tertimbang (weighted average method), nilai
persediaan barang dagang ditentukan berdasarkan perhitungan pada perkalikan
dari jumlah barang dagang yang tersedia dengan harga barang dagang rata-rata
persatuan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar