Inflasi adalah, pengertian inflasi, penyebab inflasi, contoh inflasi, dampak inflasi, faktor penyebab inflasi, apa itu inflasi, rumus laju inflasi, menghitung laju inflasi
Inflasi adalah suatu
keadaan di mana tingkat harga secara umum (price level) cenderung naik.
Dikatakan tingkat harga umum karena barang dan jasa yang ada di pasaran
mempunyai jumlah dan jenis yang sangat banyak, di mana sebagian besar dari
harga-harga tersebut selalu meningkat sehingga berakibat terjadinya inflasi.
Sedangkan inflasi murni adalah inflasi yang terjadi sebelum ada campur tangan
dari pemerintah, baik berupa kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter.
Inflasi merupakan keadaan yang sangat berat dirasakan
oleh masyarakat dalam suatu negara, karena keadaan inflasi menunjukkan
harga-harga barang secara umum mengalami kenaikan, sehingga masyarakat yang
memiliki pendapatan tetap dan pendapatan yang rendah akan merasakan dampak negatif
atau buruk. Hal ini sangat tidak diinginkan oleh suatu negara, apalagi kondisi
perekonomian di Indonesia belum stabil di masa pandemi korona (Covid-19),
dibarengi dengan kondisi kelangkaan barang dan jasa serta keinginan manusia
yang selalu meningkat. Untuk itu, pemerintah berusaha untuk meminimalisir
kenaikan laju inflasi agar selalu dalam posisi yang rendah, sehingga masyarakat
merasakan adanya kemakmuran dan dapat hidup dengan biaya yang ringan.
Contoh tingkat inflasi di Indonesia yang pernah terjadi
adalah, yang tercatat cukup tinggi pada periode 1958–1968 dapat dikendalikan
dengan baik kecuali pada tahun 1998, di mana inflasi Indonesia akibat krisis ekonomi mencapai 77,6 persen per
tahun. Sejak tahun 2001 rata-rata tingkat inflasi cenderung di bawah 10 persen
per tahun.
Laju inflasi adalah
kenaikan atau penurunan inflasi dari periode ke periode atau dari tahun ke
tahun. Untuk menentukan laju infasi dapat dirumuskan sebagai berikut.
Indeks harga pada bulan Juli 2005 adalah 110% dan inflasi bulan Agustus 2005 adalah 112%, maka laju inflasi dapat dihitung sebagai berikut.
Sebab-sebab
timbulnya inflasi
Inflasi yang terjadi dalam suatu negara akan sangat merugikan masyarakat atau konsumen, karena keadaan harga barang dan jasa selalu mengalami kenaikan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi, akan tetapi secara garis besar timbulnya inflasi disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:
- Kenaikan permintaan melebihi penawaran atau di atas kemampuan berproduksi (demand pull inflation), di mana terjadi inflasi disebabkan oleh naiknya permintaan total terhadap barang dan jasa.
- Kenaikan biaya produksi (cost push inflation), di mana inflasi yang terjadi karena meningkatnya biaya produksi, sehingga harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan.
- Meningkatnya jumlah uang yang beredar dalam masyarakat, artinya terdapat penambahan jumlah uang yang beredar, sehingga para produsen menaikkan harga barang.
- Berkurangnya jumlah barang di pasaran, artinya jumlah barang yang ada di pasar atau jumlah penawaran barang mengalami penurunan, sehingga jumlahnya menjadi sedikit sedangkan permintaan akan barang tersebut banyak yang berakibat harga barang naik.
- Inflasi dari luar negeri (imported inflation), artinya inflasi karena mengimpor barang dari luar negeri, sedangkan di luar negeri terjadi inflasi (kenaikan harga barang di luar negeri, sehingga barang-barang impor mengalami kenaikan harga.
- Inflasi dari dalam negeri (domestic inflation), artinya meningkatnya pengeluaran pemerintah/terjadi defisit anggaran.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar