Rabu, Agustus 12, 2020

Penyakit SARS dan MERS dan Gejala-gejalanya

Apa itu Sars? Apa itu Mers? Virus apa yang membawa SARS dan MERS? Dan apa gejala dari penyakit tersebut?. Berikut ini ulasan singkat tentang penyakit Sars dan penyakit Mers.

 

Severe acute respiratory syndrome (SARS)


SARS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV. Gejala utama SARS termasuk demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot, dan gejala infeksi pernapasan lainnya. Sebagian besar pasien SARS sembuh dengan atau tanpa perawatan medis. Tingkat fatalitasnya sekitar 10%; mereka yang berusia di atas 40 tahun atau mempunyai penyakit bawaan (seperti penyakit jantung koroner, diabetes, asma, dan penyakit paru-paru kronis) paling berisiko terkena penyakit yang berakibat fatal.

 

Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

MERS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus MERS-CoV. Penyakit ini pertama kali dilaporkan di negara-negara timur tengah termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan lain-lain. Orang yang terinfeksi oleh MERS-CoV dapat menderita sindrom gangguan pernapasan akut (acute respiratory distress syndrome/ARDS), sedangkan manifestasi yang paling umum adalah demam dengan tremor, batuk, sesak napas, otot yang sakit, dan gejala gastrointestinal seperti diare, mual, muntah, atau sakit perut.

 

Kasus yang parah ditandai oleh kegagalan pernapasan yang membutuhkan ventilasi mekanis dan perawatan suportif di ICU. Beberapa pasien mengalami kegagalan organ, terutama gagal ginjal dan syok septik (sceptic shock), yang akhirnya menyebabkan kematian. Case Fatality Rate MERS adalah sekitar 40%. Sejak kasus pertama MERS pada bulan September 2012 hingga Mei 2015, kasus MERS telah dilaporkan di 25 negara di seluruh dunia, yang merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

 

Demikian sedikit ulasan tentang penyakit SARS dan MERS, semoga bisa membantu dan juga bermanfaat. Terimakasih sudah berkunjung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar