Sabtu, April 18, 2020

Kelainan Pada Sistem Regulasi Manusia


Pada masa lalu, kelainan sistem koordinasi sulit mencari pengobatan dan penyembuhannya. Namun, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak kelainan dan penyakit dapat disembuhkan. Kemajuan bioteknologi modern dengan teknik rekayasa genetika, semakin memberikan harapan cerah bagi penyembuhan berbagai kelainan. Teknik pembuatan DNA rekombinan telah berhasil menemukan cara memproduksi berbagai hormon secara massal, di antaranya hormon insulin dan hormon pertumbuhan (Growth Hormon). Penemuan ini berhasil mengurangi jumlah penderita diabetes dan cebol atau pendek.

Dengan perannya yang begitu luas bagi berbagai kerja tubuh, gangguan atau kelainan pada sistem regulasi dengan sendirinya akan menimbulkan penyakit atau kelainan pada organ-organ tubuh. Berikut ini contoh-contohnya:

  • Ketidakmampuan pankreas menghasilkan hormon insulin menyebabkan timbulnya penyakit Diabetes mellitus.
  • Ketidakmampuan tubuh menghasilkan hormon antidiuretik (ADH), menyebabkan penderita tidak mampu mengendalikan mekanisme kencing, disebut penyakit Diabetes insipidus.
  • Kekurangan hormon tumbuh (Growth Hormon), penderita bertubuh cebol atau pendek.
  • Jika saraf-saraf otonom rusak, akan timbul kelainan pada kerja jantung, kerja paru-paru, lambung, usus, ginjal dan hampir semua organ tubuh.
  • Kerusakan pada otak menyebabkan kelumpuhan otot-otot rangka.
  • Kekurangan hormon tiroksin menyebabkan penyakit gondok.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar