Pada masa lalu, kelainan sistem koordinasi sulit mencari
pengobatan dan penyembuhannya. Namun, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi, banyak kelainan dan penyakit dapat disembuhkan. Kemajuan
bioteknologi modern dengan teknik rekayasa genetika, semakin memberikan harapan
cerah bagi penyembuhan berbagai kelainan. Teknik pembuatan DNA rekombinan telah
berhasil menemukan cara memproduksi berbagai hormon secara massal, di antaranya
hormon insulin dan hormon pertumbuhan (Growth Hormon). Penemuan ini berhasil
mengurangi jumlah penderita diabetes dan cebol atau pendek.
Dengan perannya yang begitu luas bagi berbagai kerja tubuh,
gangguan atau kelainan pada sistem regulasi dengan sendirinya akan menimbulkan
penyakit atau kelainan pada organ-organ tubuh. Berikut ini contoh-contohnya:
- Ketidakmampuan pankreas menghasilkan hormon insulin menyebabkan timbulnya penyakit Diabetes mellitus.
- Ketidakmampuan tubuh menghasilkan hormon antidiuretik (ADH), menyebabkan penderita tidak mampu mengendalikan mekanisme kencing, disebut penyakit Diabetes insipidus.
- Kekurangan hormon tumbuh (Growth Hormon), penderita bertubuh cebol atau pendek.
- Jika saraf-saraf otonom rusak, akan timbul kelainan pada kerja jantung, kerja paru-paru, lambung, usus, ginjal dan hampir semua organ tubuh.
- Kerusakan pada otak menyebabkan kelumpuhan otot-otot rangka.
- Kekurangan hormon tiroksin menyebabkan penyakit gondok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar