Kurs valuta asing atau kurs mata uang menunjukkan harga atau
nilai mata uang suatu negara dinyatakan dalam nilai mata uang negara lain. Kurs
valuta asing dapat juga didefinisikan sebagai jumlah uang domestik yang
dibutuhkan untuk memperoleh satu unit mata uang.
Kurs valas antara negara satu dengan negara lain kerap kali berbeda
dari waktu ke waktu yang lain. Apakah yang menentukan kurs valas suatu negara
dengan negara lain? Mengapa nilainya dapat berubah dari satu waktu ke waktu
lainnya? Apa faktor-faktor yang memengaruhi perubahan kurs? Berikut ini
faktor-faktor yang menyebabkan perubahan.
Pertumbuhan Ekonomi
Efek yang akan diakibatkan oleh suatu kemajuan ekonomi
kepada nilai mata uangnya tergantung kepada corak pertumbuhan ekonomi yang
berlaku. Apabila kemajuan itu terutama diakibatkan oleh perkembangan ekspor,
maka permintaan ke atas mata uang negara itu bertambah lebih cepat dari
penawarannya sehingga nilai mata uang negara itu naik. Akan tetapi, apabila
kemajuan tersebut menyebabkan impor berkembang, lebih cepat dari ekspor,
penawaran mata uang negara itu lebih cepat bertambah dari permintaannya
sehingga nilai mata uang negara tersebut akan merosot.
Perubahan Minat Masyarakat
Cita rasa dan minat masyarakat memengaruhi corak konsumsi
mereka. Perubahan cita rasa masyarakat akan mengubah corak konsumsi mereka atas
barang-barang yang diproduksi di dalam negeri maupun yang diimpor. Perbaikan kualitas
barang-barang dalam negeri menyebabkan keinginan mengimpor berkurang dan
menaikkan ekspor. Adapun perbaikan kualitas barang-barang impor menyebabkan
keinginan masyarakat untuk mengimpor bertambah besar. Perubahan-perubahan ini akan
memengaruhi permintaan dan penawaran valas.
Harga Barang Ekspor dan Impor
Harga suatu barang merupakan salah satu faktor penting yang
menentukan apakah sesuatu barang akan diimpor atau diekspor. Barang-barang
dalam negeri yang dapat dijual dengan harga yang relatif murah akan menaikkan ekspor
dan apabila harganya naik maka ekspornya akan berkurang. Pengurangan harga
barang impor akan menambah jumlah impor dan sebaliknya kenaikan harga barang
impor akan mengurangi impor. Dengan demikian perubahan harga-harga barang
ekspor dan impor akan menyebabkan perubahan dalam penawaran dan permintaan atas
mata uang negara tersebut.
Invlasi atau Menaikan Harga Umum
Inflasi sangat besar pengaruhnya pada kurs valas. Inflasi
yang berlaku pada umumnya cenderung untuk menurunkan nilai suatu valas. Inflasi
menyebabkan harga-harga di dalam negeri lebih mahal dari harga-harga di luar
negeri sehingga inflasi berkecenderungan menambah impor. Keadaan tersebut
menyebabkan permintaan atas valas bertambah. Inflasi menyebabkan harga-harga
barang ekspor menjadi lebih mahal sehingga inflasi berkecenderungan mengurangi
ekspor. Kondisi ini menyebabkan penawaran atas valas berkurang, maka harga
valas akan bertambah (berarti harga mata uang negara yang mengalami inflasi
merosot).
Perubahan suku bunga dan Tingkat
Pengembalian Investasi
Suku bunga dan tingkat pengembalian investasi yang rendah
cenderung akan menyebabkan modal dalam negeri mengalir ke luar negeri.
Sebaliknya apabila suku bunga dan tingkat pengembalian investasi yang tinggi
akan menyebabkan modal luar negeri masuk ke negara itu. Jika lebih banyak modal
mengalir ke suatu negara, permintaan ke atas uangnya bertambah sehingga nilai
mata uang tersebut bertambah. Nilai mata uang suatu negara akan merosot apabila
lebih banyak modal negara dialirkan ke luar negeri karena suku bunga dan tingkat
pengembalian investasi yang lebih tinggi di negara lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar