Sistem Pertahanan Tubuh
Kekebalan tubuh atau imunitas adalah reaksi tubuh terhadap zat asing yang masuk. Umumnya, zat asing itu adalah makromolekul. Semua zat yang direspons melalui imunitas disebut antigen atau imunogen. Apabila antigen masuk ke dalam jaringan tubuh, protein tubuh yang disebut antibodi atau imunoglobulin segera dikeluarkan, dan sel-sel khusus yang disebut sel T dibentuk. Mikroorganisme dan virus yang berhasil memasuki jaringan tubuh mengandung sejumlah antigen, kemudian terjadi respons imunisasi untuk mencegah dan mengendalikan munculnya penyakit.Pada kasus terjangkitnya influenza misalnya, virus penyebab influenza merupakan antigen. Ketika virus melakukan invasi jaringan tubuh, antibodi diproduksi oleh limfosit untuk menghancurkan virus. Jika antibodi tidak mampu mencegah invasi tersebut, terjadilah penyakit influenza. Harus kita ketahui bahwa imunisasi terjadi jika antibodi dapat “mengenali” antigennya.
Menurut penjelasan dari seorang guru biologi yang saya ingat waktu SMA dulu, Tubuh manusia memilki sistem pertahanan atau imunitas yang bisa berkembang (tidak statis). Tubuh kita bisa membuat antibodi untuk menangkal virus atau mikroba yang masuk kedalam tubuh. Tapi, untuk bisa membuat antibodi tersebut, tubuh kita harus terserang virus atau mikroba terlebih dahulu. Ketika virus atau mikroba itu masuk, barulah tubuh kemudian mengenalinya dan kemudian membuat antibodi sebagai penangkal dari zat asing tersebut.
Guru saya juga pernah bercerita bahwa dulu, waktu anaknya masih kecil, Ia memberikan kebebasan cukup lebar kepada anaknya untuk melakukan aktifitas yang Ia sukai, seperti bermain hujan-hujan an, bermain bola, bermain tanah dan aktifitas lainnya. Hal ini dilakukan dengan alasan untuk membangun sistem pertahanan tubuhnya agar mengenali dan membangun antibodi untuk melawan virus atau mikroba yang menyerang. Dan nanti ketika zat asing itu masuk lagi, tubuh si-anak sudah bisa mengenalinya dan memberikan reaksi, apakah untuk membiarkannya (jika dianggap zat tersebut tidak berbahaya) atau untuk melawannya (jika zat tersebut berbahaya).
Ketika Ia sakit, ayahnya tidak langsung memberikan obat. Obat hanya diberikan ketika memang dirasa sudah diperlukan saja. Jika belum, obat tidak perlu diberikan. Jadi misalnya setelah satu hari ketika terdeteksi gejala sakit atau sekitar waktu yang diperlukan untuk tubuh mengenal, membangun antibodi dan melakukan perlawanan terhadap zat asing yang masuk, barulah diberikan obat untuk membantu sistem pertahanan tubuhnya melawan zat asing yang masuk.
Saya sendiri tidak menganjurkan untuk melakukan hal tersebut, kecuali kalian memahami betul ilmunya dan juga kondisi yang sedang terjadi. Kalau guru biologi saya kan sudah paham tentang ilmunya dan juga memahami situasi yang sedang terjadi pada anaknya sendiri. Hal yang dilakukan guru saya ini, konsepnya kurang lebih hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh Edward Jenner, ilmuwan berkebangsaan Inggris. Penjelasannya bisa kalian baca pada bagian “Imunitas Khusus” dibagian bawah artikel ini.
Perlu diperhatikan bahwa pada kasus lain, terjadi ketidaksesuaian sistem pertahanan tubuh atau kelainan, yaitu dimana tubuh tidak bisa mengenali zat asing yang masuk, apakah zat tersebut termasuk zat yang baik, atau zat yang berbahaya bagi tubuh.
Imunodefisiensi
Apabila respons kekebalan sangat rendah atau bahkan hilang, seseorang dikatakan mengalami imuniodefisiensi. Imunodefisiensi menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi bibit penyakit. Orang yang mengalami imunodefisiensi tiba-tiba mudah terinfeksi mikroba.Imunodefisiensi terjadi mungkin karena dirusaknya sel B atau sel T, atau keduanya. Sel B dan sel T adalah sel-sel yang dihasilkan oleh limfosit yang berperan dalam merusak antigen.
Melalui percobaan terhadap hewan, didapati apabila sel T dan sel B dipulihkan, fungsi kekebalan tubuh pun pulih kembali. Banyak penderita imunodefisiensi ditransplantasi kelenjar thymus dan sumsum tulang, kemampuan imunitasnya pulih. Tentu kita semua memahami tentang penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom). Mereka menjadi salah satu fokus dan prioritas utama masyarakat untuk disembuhkan. Penderita AIDS dapat terjangkit segala macam penyakit. Penyakit ringan pun dapat menjadi pembunuh mereka.
Imunitas Khusus
Menghadapi kenyataan terjangkitnya cacar, demam kuning, dan berbagai penyakit menular lainnya, timbul upaya para ahli dan dokter untuk melakukan imunisasi buatan. Edward Jenner, berkebangsaan Inggris merintisnya pada akhir abad ke-18. Caranya dengan melemahkan bibit cacar, kemudian menyuntikkan-nya ke dalam tubuh orang-orang sehat. Tujuan imunisasi ini untuk memancing antibodi bekerja melawan bibit penyakit. Diharapkan jika bibit penyakit yang sebenarnya masuk, antibodi yang sudah terlatih ini mampu melumpuhkan-nya.Langkah Edward Jenner diikuti oleh Louis Pasteur (1822 - 1895) dengan membuat vaksin anthrax dan rabies. Untuk menghormati Jenner, Pasteur memberi nama “vaksin” untuk setiap zat yang dibuat dengan cara melemahkan bibit penyakit. Melakukan injeksi vaksin disebut vaksinasi, dengan tujuan membangkitkan kekebalan terhadap suatu penyakit secara sengaja.
Imunitas khusus atau imunisasi buatan dibedakan menjadi imunitas aktif dan imunitas pasif. Imunitas
yang dilakukan Edward Jenner adalah imunitas aktif. Imunitas pasif dilakukan dengan cara memasukkan serum atau antibodi, yaitu plasma darah yang sudah tidak mengandung fibrinogen. Serum diperoleh dari plasma darah hewan, sedangkan antibodi diperoleh dari plasma darah manusia. Kekebalan yang diperoleh hanya beberapa minggu sampai beberapa bulan. Imunisasi pasif dilakukan untuk mencegah beberapa penyakit, di antaranya difteri, campak, gondong, dan cacar. Pencegahannya dengan menyuntikkan antibodi. Selain itu juga untuk mencegah anthrax, tetanus, dan rabies dengan cara menyuntikkan serum.
Secara alami, imunitas pasif dapat terjadi ketika ibu mentransfer antibodi kepada bayi yang sedang dikandung melalui plasenta. Antibodi dapat pula diberikan ibu kepada bayi melalui ASI yang mengandung kolostrum. Kolostrum ini terkandung dalam ASI ekslusif pada minggu-minggu awal
menyusui. Itulah salah satu alasan kenapa ASI (Air Susu Ibu) Sangatlah penting bagi anak.
Sekian, semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca.
Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar